• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Update Vaksin COVID-19: 5 Vaksin Ini Disetujui Terbatas

Update Vaksin COVID-19: 5 Vaksin Ini Disetujui Terbatas

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Update Vaksin COVID-19: 5 Vaksin Ini Disetujui Terbatas

Halodoc, Jakarta – Di tengah perjuangan menghasilkan vaksin corona, hingga kini sudah ada 5 vaksin disetujui terbatas. Hal itu baru-baru ini diumumkan, padahal kelima vaksin tersebut status pengujiannya belum rampung, sehingga masih ditujukan untuk pemakaian terbatas atau persetujuan dini. Hal itu berarti vaksin masih berada satu tahap di bawah “disetujui” alias masih berada pada percobaan fase 3. 

Sebelum disetujui dan diproduksi secara massal untuk manusia, calon vaksin harus melewati beberapa tahap pengujian terlebih dahulu. Tahap pengujian tersebut adalah pra klinis, fase 1 uji klinis, fase 3 uji klinis, serta fase 3 uji klinis. Pada setiap tahap, calon vaksin akan diamati dan dipastikan sudah memenuhi syarat aman dan efektif untuk melindungi manusia dari serangan virus. 

Baca juga: Alasan Pandemi Belum Tentu Usai Meski Vaksin Corona Ditemukan

Daftar Vaksin yang Disetujui Terbatas

Disetujui terbatas atau persetujuan adalah satu tahap sebelum vaksin disetujui untuk digunakan. Ada 5 vaksin yang sudah mendapat persetujuan terbatas, di antaranya: 

1.Sinopharm I

Vaksin ini dikembangkan oleh The Wuhan Institute of Biological Product. Vaksin Sinopharm I dikembangkan dari virus yang sudah tidak aktif. Sejauh ini, vaksin sinopharm I bisa menghasilkan antibodi pada sukarelawan. Uji coba tahap 3 vaksin ini sudah dilaksanakan di Uni Emirat Arab (UEA) pada bulan Juli dan di Peru serta Maroko pada bulan berikutnya. 

2.Sinopharm II 

Selain sinopharm I, ada juga vaksin yang diberi nama sinopharm II dan dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Beijing. Vaksin ini juga sudah mendapat persetujuan dini setelah melakukan uji coba tahap 3 di Uni Emirat Arab. Sama seperti sinopharm I, vaksin ini juga diberi persetujuan untuk penggunaan terbatas, yaitu pada petugas kesehatan. 

3.Sinovac 

Vaksin dari Sinovac Biotech yang baru-baru ini mengumumkan hasil uji coba tahap 3 juga sudah disetujui terbatas. Vaksin ini sudah diuji di beberapa negara, salah satunya di Indonesia. Selama uji coba, perusahaan mengklaim bahwa vaksin ini cukup aman karena tidak menimbulkan efek samping parah serta bisa menghasilkan tanggapan kekebalan tubuh. Vaksin ini dikabarkan telah dipesan dan akan masuk sebanyak 40 juta dosis ke Indonesia pada Maret 2021. 

Baca juga: Uji Coba Vaksin Corona Lemah pada Lansia, Apa Alasannya?

4.The Gamaleya Research Institute 

Vaksin keempat yang disetujui terbatas adalah vaksin dari The Gamaleya Research Institute yang merupakan bagian dari Kementerian Kesehatan Rusia. Setelah melewati proses rekayasa dan uji klinis, vaksin ini sekarang dikenal dengan nama Sputnik V. Setelah uji coba, Sputnik disebut bisa menghasilkan antibodi terhadap virus corona dan hanya memicu efek samping ringan.

5.CanSinoBio 

Vaksin ini dikembangkan oleh perusahaan China CanSino Biologics bekerja sama dengan Institut Biologi di Akademi Ilmu Kedokteran Militer negara tersebut. Pengembangan vaksin berdasarkan adenovirus yang disebut Ad5. Dalam uji coba tahap 1 dan 2, vaksin ini diklaim menghasilkan respons imun yang kuat. 

Hingga kini, COVID-19 sudah menginfeksi puluhan juta manusia di dunia. Jumlahnya masih terus bertambah karena vaksin maupun pengobatan untuk infeksi virus ini masih belum ditemukan. Angin segar dari persetujuan dini vaksin corona mungkin menyenangkan, tapi pastikan untuk tidak mengendurkan protokol kesehatan sampai vaksin benar-benar bisa diterima secara merata.

Baca juga: Ketahui Perkiraan Harga Vaksin Corona di Indonesia

Kalau muncul gejala penyakit, bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Kamu juga bisa membeli obat hanya dalam satu aplikasi. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!


Referensi 
The New York Times. Diakses pada 2020. Coronavirus Vaccine Tracker.
WHO. Diakses pada 2020. 172 countries and multiple candidate vaccines engaged in COVID-19 vaccine Global Access Facility.