Advertisement

Apakah Benar Anjing Bisa Mendeteksi Kebohongan?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 November 2021
Apakah Benar Anjing Bisa Mendeteksi Kebohongan?Apakah Benar Anjing Bisa Mendeteksi Kebohongan?

“Salah satu penelitian menunjukkan bahwa anjing yang dibohongi dapat memiliki masalah kepercayaan layaknya manusia. Anjing diyakini memiliki kecerdasan sosial yang lebih canggih daripada yang kita duga. Menariknya lagi, beberapa penelitian menunjukan bahwa anjing juga dapat mendeteksi kanker pada manusia.”

Halodoc, Jakarta – Anjing merupakan salah satu hewan peliharaan yang menggemaskan, terutama ketika diajak bermain. Selain dapat membuatnya aktif, mengajaknya bermain tentu dapat meningkatkan kesehatan hewan tersebut. Namun, bila kamu sedang bermain bersamanya, jangan pernah mencoba untuk membohonginya atau mengisengi anjing peliharaanmu. 

Sebab, hewan yang satu ini disebut-sebut dapat mendeteksi kebohongan manusia dan juga memiliki trust issue, lo. Lantas, benarkah anjing dapat mendeteksi kebohongan? Yuk simak faktanya di sini!

Terbukti Secara Ilmiah

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan pada National Library of Medicine, menunjukkan bahwa anjing dapat mendeteksi kebohongan manusia. Penelitian tersebut dilakukan melalui eksperimen “menipu” beberapa ekor anjing secara sengaja untuk melihat reaksi anjing terhadap kebohongan. 

Nah, penelitian yang dipimpin oleh Akiko Takaoka dari Kyoto University, Jepang tersebut, rupanya memanfaatkan salah satu sifat khas anjing, di mana anjing akan berlari ke arah objek yang seseorang tunjuk.

Para peneliti bereksperimen dengan melibatkan 34 anjing dan menggunakan dua wadah kontainer yang nantinya akan ditunjuk manusia. Di antara kedua kontainer tersebut, salah satu wadah kontainer berisikan makanan tersembunyi. 

Penelitian tersebut juga dilakukan berdasarkan tiga fase. Pada fase pertama, pemilik anjing menunjuk ke arah wadah yang menyimpan makanan di dalamnya. Seperti yang diharapkan, anjing-anjing tersebut berlari ke kontainer yang berisikan makanan dan mengambilnya.

Sementara itu, fase kedua dirancang untuk menunjukkan bahwa seakan-akan manusia yang memberitahu kontainer berisikan makanan tersebut, kini tidak lagi dapat dipercaya. Para peneliti pun menunjuk kontainer lain yang sama sekali tidak berisikan makanan. Para anjing kemudian kembali berlari menuju kontainer tersebut, hanya untuk membuat mereka kecewa karena ternyata kontainernya kosong.

Dilanjutkan dengan fase ketiga, ketika para peneliti kembali menunjuk sebuah kontainer yang berisikan makanan. Hasilnya, dari keseluruhan anjing yang mengikuti eksperimen fase 3, hanya 2 ekor anjing saja yang berlari ke arah kontainer untuk ketiga kalinya.

Diperkirakan bahwa anjing mengetahui manusia yang telah memerintahkannya untuk pergi ke kontainer kosong, tidak lagi dapat dipercaya. 

“Anjing memiliki kecerdasan sosial yang lebih canggih daripada yang kita duga. Kecerdasan sosial ini berevolusi secara selektif dalam sejarah panjang hidup anjing dengan manusia” ujar Takaoka, seperti yang dilansir pada salah satu media daring internasional.

Artinya, penelitian ini menunjukkan bahwa anjing dapat mendeteksi kebohongan dan memiliki trust issue. Tentunya berdasarkan pengalaman mereka saat “ditipu” oleh manusia pada fase kedua.    

Mendeteksi Penyakit Pada Manusia

Selain dapat mendeteksi kebohongan, beberapa penelitian menunjukan bahwa anjing juga dapat mendeteksi kanker pada manusia, seperti kanker payudara. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada British Medical Journal menjelaskan bagaimana seorang pria berusia 75 tahun mengunjungi dokter, setelah anjing peliharaannya menjilati lesi di belakang telinganya secara terus-menerus. Hasilnya, dokter mengkonfirmasi bahwa pria tersebut mengidap kanker kulit melanoma.

Menariknya lagi, sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2017 silam, menunjukkan bahwa anjing juga dapat mendeteksi kanker paru-paru dari napas seseorang. Penelitian tersebut menemukan bahwa anjing yang terlatih memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi dalam membedakan antara napas seseorang yang sehat dengan mereka yang mengidap kanker paru-paru.

Maka, dapat disimpulkan bahwa indera penciuman anjing sangatlah sensitif dan dapat mendeteksi tanda-tanda bau dari berbagai jenis kanker. Melalui mengendus aroma kulit, cairan tubuh, atau napas seseorang. 

Artinya, ada kemungkinan bahwa beberapa jenis kanker pada manusia mungkin memiliki tanda bau yang umum. Meski begitu, masih membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai anjing yang diyakini dapat mendeteksi penyakit kanker pada manusia. 

Nah, itulah fakta terkait pertanyaan apakah anjing dapat mendeteksi kebohongan. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa anjing yang dibohongi dapat memiliki masalah kepercayaan layaknya manusia. 

Oleh sebab itu, janganlah membohongi anjing peliharaanmu, terutama ketika bermain. Selain mengajaknya bermain, pastikan juga kalau kamu memenuhi asupan nutrisi penting yang dibutuhkannya melalui makanan bergizi.

Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa cek kebutuhan makanan anjing sesuai dengan pilihanmu. Tentunya tanpa perlu keluar rumah atau mengantre di Pet Shop. Jadi tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:  

Psychology Today. Diakses pada 2021. Study: Dogs Can Identify Liars, and They Don’t Trust Them
NIH. Diakses pada 2021. Do dogs follow behavioral cues from an unreliable human?
Medical News Today. Diakses pada 2021. Can dogs detect cancer?
British Medical Journal. Diakses pada 2021. Canine olfactory detection of malignant melanoma
Thuleau, A., Gilbert, C., Bauër, P., Alran, S., Fourchotte, V., Guillot, E., & Fromantin, I. (2019). A new transcutaneous method for breast cancer detection with dogs. Oncology, 96(2), 110-113.
NIH. Diakses pada 2021. Lung cancer diagnosis by trained dogs
Huffington Post. Diakses pada 2021. Dogs Can Tell When Their Owners Are Lying To Them, New Study Finds