• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Gangguan Panik Disebabkan oleh Fobia Sosial?

Apakah Gangguan Panik Disebabkan oleh Fobia Sosial?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Tentunya rasa cemas atau panik yang dialami seseorang merupakan hal normal yang dialami oleh seseorang. Namun, sebaiknya jangan sepelekan jika kamu mengalami rasa cemas dan panik yang terjadi secara berulang dalam jangka waktu yang cukup panjang tanpa adanya situasi yang membahayakan. Kondisi ini bisa menjadi tanda kamu mengalami kondisi gangguan panik.

Baca juga: Gangguan Panik Bisa Diobati dengan Psikoterapi, Ini Faktanya

Gangguan panik merupakan kondisi yang masuk dalam golongan gangguan kecemasan. Biasanya, pengidap gangguan panik akan mengalami rasa cemas dan panik yang berlebihan secara berulang tanpa alasan yang jelas. Berbagai faktor dapat memicu seseorang mengalami kondisi ini, tetapi benarkah fobia sosial dapat menyebabkan seseorang mengalami kondisi gangguan panik? Simak ulasannya di sini.

Inilah Kaitan Gangguan Panik dengan Fobia Sosial

Gangguan panik merupakan salah satu gangguan kecemasan yang dapat dialami oleh siapa saja, tetapi wanita lebih rentan mengalami kondisi ini. Biasanya, gejala akan terlihat ketika pengidap gangguan panik memasuki usia remaja hingga dewasa. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang dapat mengalami gangguan panik, seperti:

  1. Kondisi stres,
  2. Riwayat kesehatan keluarga,
  3. Kejadian traumatis,
  4. Perubahan dalam hidup.

Itulah beberapa faktor pemicu seseorang dapat berisiko mengalami gangguan panik. Lalu, apakah gangguan panik dapat disebabkan oleh fobia sosial? Melansir National Institute of Mental Health, fobia sosial atau yang dikenal juga dengan gangguan kecemasan sosial merupakan salah satu gangguan mental yang menyebabkan pengidapnya mengalami gangguan cemas dan takut secara berlebihan saat berinteraksi dengan orang lain.

Pengidap fobia sosial secara otomatis akan mengalami gangguan panik ketika harus bertemu dengan orang lain. Hal ini terjadi akibat rasa khawatir atau takut diperhatikan, dikritik, dianggap tidak baik, dan juga merasa tidak pantas berada di antara banyak orang. Akibatnya, pengidap fobia sosial akan menghindari situasi sosial. 

Melansir Anxiety and Depression Association of America, ada beberapa gejala yang akan dialami oleh pengidap fobia sosial ketika mengalami gangguan panik, seperti detak jantung yang lebih cepat, berkeringat, dan juga mual. Meskipun terkadang pengidap fobia sosial dapat menyadari tindakan mereka berlebihan, tetapi mereka tidak dapat mengontrol gangguan panik yang mereka alami.

Baca juga: Ini Alasan Wanita Lebih Rentan Alami Gangguan Kecemasan

Atasi Gangguan Panik saat Berada dalam Situasi Sosial

Gejala umum saat gangguan panik umumnya pusing, sesak napas, gemetar, nyeri dada, hingga perubahan kondisi mental. Namun jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi kondisi gangguan panik saat berada dalam situasi sosial. Sebaiknya tarik napas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan ketika kamu merasakan cemas dan takut terhadap kondisi yang kamu hadapi. 

Kamu juga bisa untuk mencoba menghitung 1 hingga 10 secara perlahan dan ulangi hingga beberapa kali sampai kamu merasa lebih tenang. Jangan lupa untuk melakukan hal terbaik pada sesuatu yang akan kamu kerjakan serta terima dirimu apa adanya agar dapat berpikir jernih dan menjadi lebih baik. Selalu ciptakan pikiran positif sebanyak-banyaknya agar terhindar dari pikiran negatif.

Tidak ada salahnya untuk mencari seseorang yang kamu percaya dan ceritakan segala perasaan yang kamu rasakan. Minta masukan dan juga dorongan semangat agar kamu dapat menghilangkan rasa panik serta cemas yang kamu alami.

Cegah Gangguan Panik Kembali

Jika gangguan panik yang kamu alami terasa mengganggu aktivitas, kunjungi rumah sakit terdekat dan lakukan pemeriksaan serta perawatan pada psikolog maupun psikiater agar kondisi ini dapat diatasi dengan baik. Gunakan aplikasi Halodoc untuk membuat janji dengan psikolog atau psikiater sehingga pemeriksaan dapat berjalan dengan baik.

Lakukan pencegahan agar gangguan panik tidak sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Perbanyak waktu istirahat dan kelola tingkat stres menjadi cara yang cukup efektif untuk mencegah gangguan panik. Melansir dari Cleveland Clinic, kamu juga dapat cegah gangguan panik dengan menghentikan pengonsumsi alkohol dan juga kafein.

Baca juga: Konsumsi Kafein Berlebihan Picu Gangguan Panik, Ini Faktanya

Jangan lupa untuk rutin melakukan olahraga. Kegiatan ini juga dapat membantu kamu hindari gangguan panik dapat muncul kembali. Selain itu, penuhi kebutuhan nutrisi dan gizi agar kondisi kesehatan fisik dan kesehatan mental tetap terjaga dengan baik.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Anxiety Disorder.
Anxiety and Depression Association of America. Diakses pada 2020. Social Anxiety Disorder.
Anxiety and Depression Association of America. Diakses pada 2020. Generalized Anxiety Disorder.
National Institute of Mental Health. Diakses pada 2020. Social Anxiety Disorder: More Than Just Shyness.