Gangguan Panik

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Gangguan Panik

Gangguan panik adalah kondisi yang tergolong ke dalam gangguan kecemasan yang ditandai dengan terjadinya serangan panik secara tiba-tiba, kapan dan di mana saja, serta dialami berulang-ulang.

 

Gejala Gangguan Panik

Gejala gangguan ini umumnya mulai dialami di akhir masa remaja atau di awal usia dewasa. Dan ada lebih banyak wanita yang mengidap gangguan ini dibandingkan pria. Namun, tidak setiap orang yang mengalami serangan panik akan mengembangkan gangguan panik. Seseorang mungkin memiliki gangguan panik jika sering mengalami serangan panik di waktu yang tidak terduga dan tanpa pemicu yang jelas.

 

Penyebab Gangguan Panik

Dalam beberapa kasus, gangguan panik dicurigai diturunkan secara genetik. Namun, belum ada penelitian yang mampu membuktikan kenapa gangguan ini bisa diturunkan pada salah satu atau beberapa anggota keluarga saja, tetapi tidak pada anggota keluarga yang lainnya.

Penelitian menemukan bahwa terdapat bagian otak tertentu dan proses biologi yang memegang peranan kunci dalam mengatur perasaan takut dan kecemasan. Beberapa ahli menilai, pengidap gangguan panik memiliki kekeliruan dalam menginterpretasikan gerakan atau sensasi tubuh yang sebenarnya tidak membahayakan, namun dianggap sebagai suatu ancaman. Selain itu, faktor dari luar seperti faktor lingkungan juga dianggap menjadi pemicu gangguan panik.

 

Faktor Risiko Gangguan Panik

Berikut ini faktor-faktor risiko yang dapat menjadi pemicu gangguan panik:

  • Stres merupakan pemicu paling utama;
  • Riwayat kesehatan keluarga;
  • Kejadian traumatis yang pernah dialami, seperti kecelakaan atau sakit keras;
  • Perubahan drastis dalam hidup, seperti bercerai atau memiliki anak;
  • Mengonsumsi kafein dan nikotin yang terlalu berlebihan; dan
  • Riwayat mengalami kekerasan fisik atau seksual.

 

Diagnosis Gangguan Panik

Diagnosis gangguan panik, seperti yang tertulis di dalam Buku Manual Diagnosis dan Statistik dari Gangguan Mental (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder/DSM-5), penting untuk mengenyampingkan penyebab lain atau kondisi-kondisi yang mirip dengan gangguan panik. Menurut DSM-5, dalam mendiagnosis gangguan panik, terdapat beberapa poin penting yang berupa:

  • Gangguan panik ditandai dengan serangan panik yang cukup sering terjadi.
  • Gangguan panik dengan serangan panik yang bukan disebabkan efek pemakaian obat-obatan ataupun karena penyakit.
  • Gangguan panik tidak berhubungan dengan dengan gangguan mental lainnya, seperti fobia tertentu seperti fobia sosial, gangguan kecemasan, post-traumatic stress disorder, hingga gangguan obsesif kompulsif.

Untuk diagnosis awal, dokter akan memastikan apakah seseorang mengidap gangguan hormon tiroid atau penyakit jantung dari gejala-gejala yang timbul saat serangan panik. Untuk membantu menegakkan diagnosis gangguan panik, dokter akan melakukan pemeriksaan berupa:

  • Pengisian kuesioner atau diskusi mengenai riwayat penyalahgunaan minuman beralkohol atau zat-zat lainnya.
  • Evaluasi status mental mengenai gejala-gejala gangguan panik yang sedang dialami, kecemasan, ketakutan, stres, masalah pribadi, kondisi yang sedang menimpa, serta riwayat kesehatan.
  • Pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
  • Tes darah untuk mengecek fungsi tiroid dan pemeriksaan rekam jantung (elektrokardiografi).
  • Komplikasi

Pada gangguan panik yang tidak tertangani dengan baik, akan membuat kondisi pengidap makin memburuk dan menimbulkan sejumlah masalah lain, seperti depresi, kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA, menjadi antisosial, serta timbul masalah di sekolah atau tempat kerja, hingga masalah keuangan.

 

Pengobatan Gangguan Panik

Cara terbaik untuk mengatasi gangguan panik adalah dengan perawatan medis oleh dokter atau ahli kesehatan mental. Temui dokter yang sudah berpengalaman menangani masalah serupa. Beritahukan apa saja gejala yang pengidap rasakan.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan dan bertanya tentang riwayat kesehatan untuk memastikan apakah ada penyakit yang mungkin jadi penyebab dari gejala gangguan panik itu. Apabila tidak ditemukan penyakit atau masalah kesehatan yang terkait, beliau mungkin akan merujuk pengidap kepada seorang ahli kesehatan mental, seperti psikiater atau psikolog.

Cara mengatasi gangguan panik biasanya melalui psikoterapi, konsumsi obat, atau keduanya. diskusikanlah dengan dokter untuk menemukan perawatan yang terbaik sesuai kondisi.

 

Pencegahan Gangguan Panik

Belum ada cara yang secara signifikan dapat mencegah terjadinya gangguan panik. Namun, ada beberapa tindakan yang bisa kita lakukan untuk mengurangi gejala-gejala yang terjadi. Di antaranya:

  • Hindari jenis-jenis makanan atau minuman manis, mengandung kafein, atau beralkohol;
  • Berhenti merokok dan tidak menyalahgunakan NAPZA;
  • Melakukan aktivitas menyehatkan, seperti berolahraga;
  • Mencukupi kebutuhan tidur dan istirahat;
  • Latihan manajemen stres dan teknik relaksasi, misalnya dengan melakukan teknik pernapasan dalam dan panjang, yoga, atau melemaskan otot-otot; dan
  • Bergabung bersama komunitas yang memiliki permasalahan yang sama. Hal ini untuk menciptakan kesadaran, pemahaman, hingga membiasakan diri untuk menangani kepanikan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, diskusikanlah dengan dokter. Bila kamu ingin melakukan pemeriksaan, bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit terdekat dengan domisilimu di sini.