• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Gemuk Bisa Disebabkan karena Faktor Genetik?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Gemuk Bisa Disebabkan karena Faktor Genetik?

Apakah Gemuk Bisa Disebabkan karena Faktor Genetik?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 22 Mei 2018
Apakah Gemuk Bisa Disebabkan karena Faktor Genetik?Apakah Gemuk Bisa Disebabkan karena Faktor Genetik?

Halodoc, Jakarta – Menurut penelitian dari PLOS Medicine, ternyata faktor genetik hanya menyumbang sebesar 23 persen peningkatan massa tubuh. Selebihnya, tergantung aktivitas fisik masing-masing orang. Lebih lanjut, menurut jurnal kesehatan tersebut, penyebab gemuk bisa macam-macam dan salah satu penyebabnya adalah meredakan kecemasan lewat makanan.

Ada hubungan antara suasana hati dan makanan yang membuat sebagian orang menghilangkan rasa cemas lewat konsumsi makanan berkarbohidrat dan gula. Ini bisa menjadi penyebab gemuk. Ternyata, menjadikan makanan sebagai pereda kecemasan bisa dipicu oleh lingkungan dan kebiasaan yang diturunkan oleh orangtua.

Coba kamu amati, apakah dalam keluargamu ada ritual makan-makan dan ini menjadi sebuah tradisi merayakan sesuatu ataupun perlambang kebahagiaan? Kalau jawabanmu iya, coba sekali lagi amati bentuk badanmu dan orangtua. Apakah cenderung bertubuh subur? Ternyata, kebiasaan makan-makan keluarga ini juga menjadi penyebab gemuk. (Baca juga: Cara Detox Tubuh dengan Puasa)

Hal ini ditegaskan juga oleh pernyataan Naima Moustaid-Moussa, Ph.D., direktur dari Obesity Research Cluster dari Texas Tech University yang mengatakan kalau obesitas tidak hanya karena genetik saja, melainkan juga lingkungan dan perilaku. Terjadi peningkatan obesitas di seluruh dunia dalam kurun waktu lima tahun terakhir yang disebabkan oleh industrialisasi, gaya hidup, dan diet yang dipenuhi lemak.

Di era sekarang ini beberapa hal pokok yang menjadi penyebab gemuk adalah sebagai berikut:

  • Kebiasaan nongkrong di kafe menjadi kebiasaan anak-anak zaman now, dan tanpa disadari menjadi penyebab gemuk. Makan berlebihan, mengonsumi kue-kue manis, dan minuman berperasa yang disajikan kafe membuat berat badan bertambah.
  • Kemudahan teknologi ternyata juga menjadi pemicu kegemukan. Coba kamu timbang-timbang, semenjak ada transportasi online dengan harga terjangkau, pergi ke tempat yang bisa dijangkau dengan berjalan selama 10-15 menit saja menggunakan kendaraan online. Malas melakukan aktvitas fisik menghambat metabolisme tubuh dan meningkatkan berat badan.
  • Sibuk bekerja mengejar target membuat anak-anak zaman now mengesampingkan kebutuhan tubuh akan olahraga. Jadinya, setiap lembur kantor langsung pulang dan tidur. Tidak ada kesadaran kalau kurangnya aktivitas fisik bisa menjadi penyebab gemuk badan bahkan obesitas.

Pada akhirnya, penyebab gemuk tidak bisa semata disalahkan karena genetik dan lingkungan. Kamu sendirilah yang menentukan dan mengontrol gaya hidupmu supaya tidak obesitas. Berikut adalah tips yang bisa diparaktikkan untuk menghindari obesitas. (Baca juga: 5 Hal yang Sebabkan Perut Buncit Saat Puasa)

  • Batasi makananmu supaya berat badan tidak meningkat drastis. Jangan hanya membatasi dari segi kuantitas saja, melainkan juga kualitas. Pilah-pilih makanan yang baik dan tidak baik untuk dikonsumsi. Kurangi karbohidrat dan perbanyak serat maupun protein. Jangan makan lewat dari jam 8 malam untuk menghindari penimbunan lemak dan karbohidrat yang tidak perlu.
  • Olahraga rutin adalah kunci untuk mendapatkan berat badan ideal. Usahakan setiap hari berolahraga 30-60 menit. Kamu bisa memilih olahraga yang sesuai dengan minatmu. Bila perlu, bergabunglah dengan komunitas untuk memberi semangat di saat kamu merasa down untuk berolahraga.
  • Batasi pergaulanmu kalau diperlukan. Ada baiknya menghindari pertemanan yang tidak mendukung goal-mu untuk mendapatkan hidup sehat. (Baca juga: 5 Bahaya Nasi Kalau Dimakan Berlebihan)

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak mengenai penyebab gemuk dan bagaimana tips menjalani hidup sehat dan meraih berat badan ideal, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.