Apakah Udon Lebih Sehat? Ketahui Fakta dan Tips Mengonsumsinya
Udon adalah pilihan mie sehat jika dikonsumsi dengan porsi tepat serta dipadukan dengan protein dan sayuran rendah natrium.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Udon?
- Kelebihan Udon
- Perhatikan Hal Ini Saat Mengonsumsi Udon
- Apakah Udon Lebih Sehat?
- Perbandingan Nutrisi Udon dengan Jenis Mie Lain
- Resep Udon Sehat dan Lezat
- Kesimpulan
- FAQ
Udon adalah mie tebal dan kenyal asal Jepang yang semakin populer di Indonesia. Banyak yang menganggapnya sebagai pilihan yang lebih sehat dibandingkan mie instan atau jenis mie lainnya.
Namun, apakah udon lebih sehat? Jawabannya, tergantung bagaimana penyajiannya. Udon bisa menjadi pilihan yang cukup sehat, tetapi tidak otomatis “lebih sehat” dalam semua situasi.
Yuk, pahami kandungan nutrisi udon, manfaatnya bagi kesehatan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan agar udon tetap menjadi pilihan yang sehat dan lezat.
Apa Itu Udon?
Udon adalah jenis mie tebal dan lembut yang terbuat dari tepung terigu, air, dan garam. Mie ini merupakan makanan pokok dalam masakan Jepang dan sering disajikan dalam berbagai hidangan, seperti sup, tumisan, atau hidangan dingin dengan saus celup.
Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang netral membuat udon mudah dipadukan dengan berbagai bahan dan bumbu.
Kelebihan Udon
Berikut adalah beberapa kelebihan udon yang menjadikannya pilihan yang menarik:
- Sederhana dari sisi bahan dasar: Udon hanya terbuat dari tepung gandum, air, dan garam.
- Rendah lemak dan kolesterol: Terutama pada bagian mi-nya saja.
- Sumber karbohidrat kompleks: Meskipun kandungan gula sederhananya relatif kecil, udon dapat memberikan energi yang dibutuhkan tubuh.
- Fleksibel untuk hidangan sehat: Dengan tambahan sayuran, protein tanpa lemak, dan kuah ringan, udon bisa menjadi makanan yang cukup seimbang.
Perhatikan Hal Ini Saat Mengonsumsi Udon
Meskipun memiliki beberapa kelebihan, ada juga hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengonsumsi udon:
- Kandungan serat dan protein relatif rendah: Dibandingkan beberapa alternatif mie atau biji-bijian utuh, udon memiliki kandungan serat (sekitar 1-2 g per 100 g) dan protein yang lebih rendah.
- Mengandung gluten: Mi udon terbuat dari gandum, sehingga tidak cocok bagi individu dengan intoleransi gluten atau penyakit celiac.
- Potensi masalah pada kuah, saus, dan topping: Kuah yang tinggi natrium, mie yang digoreng, atau tambahan tempura dapat membuat hidangan udon menjadi kurang sehat.
- Kandungan karbohidrat tinggi: Bagi mereka yang sedang mengontrol asupan karbohidrat atau memiliki kondisi seperti resistensi insulin, porsi udon perlu diperhatikan.
Apakah Udon Lebih Sehat?
Tak sedikit orang yang bertanya apakah udon lebih sehat. Jawabannya, tergantung bagaimana kamu mengolah dan mengonsumsinya secara bijak.
Agar udon tetap menjadi bagian dari pola makan sehat, perhatikan beberapa tips berikut:
- Porsi yang sesuai: Konsumsi udon dalam porsi yang wajar.
- Kontrol kuah dan saus: Kurangi penggunaan sodium, lemak jenuh, dan garam berlebih dalam kuah atau saus.
- Tambahkan sayuran dan protein tanpa lemak: Lengkapi hidangan udon dengan sayuran berwarna-warni dan sumber protein tanpa lemak seperti tahu, ayam tanpa kulit, atau ikan.
- Hindari topping yang digoreng: Batasi konsumsi udon dengan topping gorengan seperti tempura.
- Perhatikan kandungan natrium: Konsumsi natrium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi. Batasi asupan natrium harian kamu dengan memilih kuah dan saus yang rendah natrium.
Apabila kamu sedang memulai pola makan sehat, optimalkan perjalanan sehatmu dengan program klinis yang diawasi langsung oleh dokter dan ahli gizi profesional. Yuk, coba Halofit sekarang dan mulai langkah sehatmu hari ini!
Cari tahu info lebih lanjut mengenai Halofit dengan baca artikel berikut:
- Halofit, Layanan Klinik Obesitas Digital dengan Program Klinis dan Menyeluruh
- Paket Halofit Advanced, Program Menurunkan Berat Badan dengan Obat Diet Ampuh
- Paket Halofit Transform, Program Menurunkan Berat Badan dengan Injeksi GLP-1
Perbandingan Nutrisi Udon dengan Jenis Mie Lain
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari kita bandingkan kandungan nutrisi udon dengan beberapa jenis mie populer lainnya:
| Jenis Mie | Kalori (per 100g) | Protein (g) | Serat (g) | Lemak (g) |
|---|---|---|---|---|
| Udon | 127 | 4.6 | 1.7 | 0.4 |
| Soba | 114 | 5.7 | 5.0 | 1.1 |
| Mie Telur | 158 | 5.8 | 1.7 | 2.2 |
| Mie Shirataki | 9 | 0.2 | 2.8 | 0.1 |
*Data nutrisi dapat bervariasi tergantung pada merek dan cara pengolahan.
Dari tabel di atas, terlihat bahwa udon memiliki kandungan kalori yang mirip dengan soba dan mie telur. Namun, kandungan seratnya lebih rendah dibandingkan soba dan shirataki.
Jika kamu mencari pilihan mie yang lebih tinggi serat, soba atau shirataki bisa menjadi alternatif yang baik. Asupan serat yang cukup penting untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Ketahui juga informasi lain mengenai, Diet dan Nutrisi Kebutuhan Tubuh – Informasi Lengkapnya berikut ini.
Resep Udon Sehat dan Lezat
Berikut adalah contoh resep udon sehat yang bisa kamu coba di rumah:
Udon Kuah Sayuran dan Ayam
Bahan:
- 1 bungkus udon kering atau segar
- 100 gram dada ayam tanpa kulit, potong dadu
- 1 wortel, iris tipis
- 1 batang daun bawang, iris
- 100 gram sawi hijau, potong-potong
- 2 siung bawang putih, cincang halus
- 1 sendok teh jahe parut
- 400 ml kaldu ayam rendah natrium
- 1 sendok makan kecap asin rendah natrium
- Merica secukupnya
Cara membuat:
- Rebus udon hingga matang, tiriskan.
- Tumis bawang putih dan jahe hingga harum.
- Masukkan ayam, masak hingga berubah warna.
- Tambahkan wortel dan sawi hijau, masak hingga layu.
- Tuang kaldu ayam, tambahkan kecap asin dan merica. Masak hingga mendidih.
- Masukkan udon, aduk rata.
- Sajikan dengan taburan daun bawang.
Jika butuh inspirasi menu lainnya, simak seputar Menu Sehat – Jenis dan Manfaat untuk Kesehatan berikut ini.
Kesimpulan
Udon dapat menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi dengan bijak. Perhatikan porsi, pilih kuah dan topping yang sehat, serta lengkapi dengan sayuran dan protein tanpa lemak. Hindari konsumsi udon dengan kuah yang terlalu asin, topping gorengan, atau dalam porsi yang berlebihan.
Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti intoleransi gluten atau diabetes, konsultasikan dengan dokter spesialis gizi di Halodoc untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan kamu.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Rice Noodles: Calories, Recipes, How to Cook, and More; Are Egg Noodles Healthy? Here’s What a Dietitian Says.
WebMD. Diakses pada 2026. Do Egg Noodles Have Health Benefits?; What to Know About Ramen Noodles.
FAQ
1. Apakah udon aman untuk penderita diabetes?
Udon boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes dalam jumlah sedang. Perhatikan porsi dan kombinasikan dengan sayuran serta protein untuk memperlambat penyerapan karbohidrat. Pilih kuah yang rendah gula dan natrium.
2. Bagaimana cara menyimpan udon yang sudah dimasak?
Udon yang sudah dimasak sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara di lemari es dan dikonsumsi dalam 1-2 hari. Saat akan dikonsumsi, panaskan kembali dengan cara direbus atau dikukus.
3. Apakah udon bisa menjadi pilihan makanan untuk diet?
Udon bisa menjadi pilihan makanan untuk diet jika dikonsumsi dalam porsi yang terkontrol dan dipadukan dengan bahan-bahan yang rendah kalori dan tinggi serat. Hindari penggunaan kuah dan topping yang tinggi lemak dan gula.


