Ad Placeholder Image

Areola: Definisi, Fungsi, dan Perubahan pada Tubuh

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 17 Juni 2026

Aerola adalah area melingkar berwarna di sekitar puting payudara.

Areola: Definisi, Fungsi, dan Perubahan pada TubuhAreola: Definisi, Fungsi, dan Perubahan pada Tubuh

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu memperhatikan area gelap yang melingkar di sekitar puting payudara? Area tersebut dikenal dengan nama areola. Meski sering dianggap hanya sebagai bagian estetika dari payudara, areola memiliki fungsi biologis yang sangat penting, terutama dalam proses menyusui dan sebagai pelindung kulit payudara.

Areola setiap individu unik; tidak ada satu ukuran atau warna yang dianggap “normal” secara universal. Ukuran, warna, hingga teksturnya bisa sangat bervariasi tergantung pada faktor genetik, hormonal, dan tahap kehidupan yang sedang dijalani, seperti masa pubertas, kehamilan, hingga menopause.

Memahami anatomi areola bukan hanya soal mengenal tubuh, tetapi juga membantu kamu mengenali tanda-tanda jika terjadi perubahan yang tidak biasa. Dalam banyak kasus, perubahan pada areola adalah hal yang alami, namun pada beberapa situasi, hal tersebut bisa menjadi indikator kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan perhatian medis.

Nah, mau tahu lebih lanjut mengenai apa itu areola, fungsinya, serta perubahan apa saja yang normal terjadi pada tubuh? Berikut ulasannya!

Mengenal Apa Itu Areola dan Fungsinya

Areola adalah area kulit berwarna lebih gelap yang mengelilingi puting payudara. Secara evolusi, areola berfungsi sebagai “target” visual bagi bayi yang baru lahir. Karena penglihatan bayi baru lahir belum sempurna, kontras warna antara areola dan kulit payudara lainnya membantu bayi menemukan puting untuk mulai menyusu.

Selain fungsi visual, areola mengandung kelenjar sebasea khusus yang disebut kelenjar Montgomery. Kelenjar ini menghasilkan cairan berminyak yang berfungsi untuk melumasi dan melindungi puting serta areola dari lecet atau infeksi selama proses menyusui. Cairan ini juga memiliki aroma unik yang dapat merangsang nafsu makan bayi.

Anatomi dan Karakteristik Areola

Warna areola berkisar dari merah muda terang, cokelat muda, hingga cokelat gelap atau hampir hitam. Hal ini sangat dipengaruhi oleh konsentrasi melanin dalam kulit. Tekstur areola juga tidak selalu mulus; sering kali terdapat bintil-bintil kecil yang menonjol, yaitu kelenjar Montgomery yang telah disebutkan sebelumnya.

Ukuran areola juga bervariasi secara signifikan. Beberapa orang memiliki areola yang kecil dengan diameter sekitar 2-3 cm, sementara yang lain bisa memiliki diameter hingga 10 cm atau lebih. Perubahan ukuran ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi hormon di dalam tubuh kamu.

Faktor yang Memengaruhi Tampilan Areola
  1. Genetik: Menentukan warna dasar dan ukuran maksimal areola.
  2. Hormon: Estrogen dan progesteron sangat memengaruhi pigmentasi.
  3. Suhu: Areola dan puting bisa mengencang atau mengecil saat terpapar suhu dingin atau rangsangan fisik.

Perubahan Areola Seiring Bertambahnya Usia

Sepanjang hidup, areola kamu akan mengalami berbagai transformasi. Pada masa pubertas, areola mulai membesar dan warnanya mungkin menjadi sedikit lebih gelap seiring dengan pertumbuhan jaringan payudara. Namun, perubahan paling signifikan biasanya terjadi saat masa kehamilan.

Selama kehamilan, kadar hormon yang meningkat menyebabkan areola menjadi jauh lebih gelap dan diameternya meluas. Hal ini dipersiapkan tubuh untuk mempermudah bayi menemukan puting. Setelah masa menyusui selesai, areola mungkin akan sedikit mengecil dan warnanya memudar, meski sering kali tidak kembali sepenuhnya ke ukuran atau warna sebelum hamil.

Memasuki masa menopause, penurunan kadar estrogen dapat membuat areola kehilangan sebagian pigmennya dan tampak lebih pucat. Selain itu, kulit di area tersebut mungkin menjadi lebih tipis dan kurang elastis.

Kondisi Areola yang Perlu Diwaspadai

Meskipun perubahan adalah hal yang wajar, kamu perlu waspada jika menemukan gejala yang tidak biasa. Beberapa kondisi medis seperti eksim payudara atau Penyakit Paget (sejenis kanker payudara langka) dapat menunjukkan gejala awal pada areola.

1. Gatal dan Kemerahan yang Persisten

Jika areola terasa sangat gatal, bersisik, atau mengeluarkan cairan meskipun kamu tidak sedang menyusui, ini bisa menjadi tanda dermatitis kontak atau infeksi jamur. Jika gejalanya menetap, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

2. Perubahan Tekstur Kulit seperti Kulit Jeruk

Waspadai jika kulit areola tampak berlesung atau teksturnya berubah menjadi kasar seperti kulit jeruk (peau d’orange). Ini bisa menjadi tanda adanya masalah di bawah jaringan kulit payudara yang memerlukan pemeriksaan medis segera.

3. Luka yang Tidak Kunjung Sembuh

Luka atau borok pada areola yang tidak kunjung sembuh dalam waktu dua minggu harus diperiksakan ke dokter spesialis bedah atau onkologi untuk menyingkirkan kemungkinan keganasan.

Studi Mengenai Anatomi Payudara

Journal of Mammary Gland Biology and Neoplasia menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pigmentasi areola dan fungsi kelenjar Montgomery sangat krusial dalam keberhasilan inisiasi menyusui dini. Aroma dari sekresi kelenjar tersebut terbukti secara klinis menarik bayi secara olfaktorius.

Studi lain menunjukkan bahwa variasi ukuran areola tidak memiliki hubungan langsung dengan kemampuan memproduksi ASI, namun perubahan warna selama kehamilan merupakan respons fisiologis normal terhadap peningkatan hormon melanosit.

Menjaga kesehatan area payudara adalah bagian penting dari perawatan diri. Jika kamu memerlukan produk perawatan kulit sensitif atau vitamin untuk mendukung kesehatan kulit, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan aman.

Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin setiap bulan untuk mendeteksi perubahan sekecil apa pun pada areola maupun jaringan payudara secara keseluruhan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Breast Cancer Signs and Symptoms.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Anatomy of the Breast and Areola.
Healthline. Diakses pada 2026. Why Are My Areolas Changing?
WebMD. Diakses pada 2026. Montgomery Glands: What to Know.

FAQ

1. Apakah normal jika areola memiliki rambut?

Sangat normal. Banyak orang memiliki folikel rambut di sekitar areola. Hal ini dipengaruhi oleh faktor hormonal dan genetik, serta bukan merupakan tanda masalah kesehatan selama tidak disertai gejala lain.

2. Mengapa bintil pada areola saya tampak lebih menonjol?

Bintil tersebut adalah kelenjar Montgomery. Kelenjar ini bisa tampak lebih menonjol saat kamu merasa dingin, saat sedang terangsang, atau selama masa kehamilan dan menyusui karena aktivitas kelenjar yang meningkat.

3. Apakah warna areola bisa kembali seperti semula setelah menyusui?

Warna areola mungkin akan memudar setelah berhenti menyusui, namun pada banyak kasus, areola tetap akan sedikit lebih gelap atau lebih besar dibandingkan sebelum kehamilan.

4. Apa penyebab areola terasa gatal?

Penyebab paling umum adalah kulit kering, gesekan dengan bra (dermatitis), atau sisa sabun yang tidak terbilas bersih. Namun, jika gatal disertai kerak atau luka, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

## Punya Kekhawatiran Mengenai Perubahan pada Payudara? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu menyadari adanya perubahan pada area payudara atau areola dan merasa khawatir? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.