Advertisement

Arteriovenous Malformation (AVM): Gangguan Pembuluh Darah yang Perlu Diwaspadai

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   20 Agustus 2025

AVM adalah kelainan pembuluh darah yang bisa menyebabkan perdarahan serius di otak.

Arteriovenous Malformation (AVM): Gangguan Pembuluh Darah yang Perlu DiwaspadaiArteriovenous Malformation (AVM): Gangguan Pembuluh Darah yang Perlu Diwaspadai

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar istilah AVM dalam dunia medis? AVM adalah salah satu kondisi serius yang sering dikaitkan dengan perdarahan otak mendadak.

Meski jarang terjadi, penyakit ini bisa berakibat fatal jika tidak terdeteksi sejak dini. Karena itu, penting bagi kamu untuk memahami apa itu AVM, bagaimana gejalanya, serta pilihan pengobatan yang tersedia.

Dengan begitu, kamu bisa lebih waspada dan tahu kapan harus segera berkonsultasi dengan dokter.

Apa Itu AVM?

AVM adalah singkatan dari arteriovenous malformation, yaitu kelainan bawaan pada pembuluh darah di otak atau sumsum tulang belakang.

Pada kondisi normal, darah mengalir dari arteri ke kapiler, lalu menuju vena. Namun pada AVM, kapiler tidak terbentuk sempurna, sehingga arteri langsung terhubung ke vena.

Akibatnya, aliran darah menjadi tidak normal. Tekanan darah tinggi dari arteri bisa merusak dinding vena yang lebih tipis.

Kondisi inilah yang meningkatkan risiko pecah pembuluh darah dan menimbulkan perdarahan otak. AVM bisa muncul di berbagai lokasi, tetapi paling sering terjadi di otak.

Apa Penyebab AVM?

Hingga kini, penyebab pasti AVM masih belum diketahui. Sebagian besar kasus AVM adalah bawaan lahir, artinya sudah ada sejak seseorang dilahirkan.

Meski begitu, ada beberapa faktor yang diduga berperan, yaitu:

  • Kelainan pembentukan pembuluh darah saat janin berkembang.
  • Faktor genetik tertentu. Meski jarang, ada sindrom bawaan yang membuat risiko AVM lebih tinggi.
  • Riwayat keluarga. Jika ada anggota keluarga dengan kelainan pembuluh darah, kemungkinan risiko AVM meningkat.

Penting untuk dicatat, AVM bukanlah penyakit menular atau akibat dari gaya hidup. Namun, gaya hidup sehat tetap berperan penting dalam mencegah komplikasi bila seseorang sudah terdiagnosis AVM.

Gejala AVM yang Perlu Kamu Waspadai

Gejala AVM adalah sesuatu yang sering tidak muncul sampai pembuluh darah pecah. Artinya, banyak orang tidak sadar dirinya memiliki AVM.

Namun, ada beberapa tanda yang bisa muncul lebih awal:

  • Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak biasa.
  • Kejang, terutama pada orang yang tidak punya riwayat epilepsi.
  • Gangguan penglihatan seperti pandangan kabur atau ganda.
  • Lumpuh atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh.
  • Kesulitan berbicara atau memahami bahasa.
  • Penurunan kesadaran pada kasus pecah pembuluh darah.

Jika gejala-gejala ini terjadi mendadak, kamu harus segera mencari pertolongan medis karena bisa jadi AVM sudah menimbulkan perdarahan otak.

Bagaimana Cara Mendiagnosis AVM?

Mendiagnosis AVM tidak bisa hanya dengan gejala, karena gejalanya mirip dengan penyakit otak lainnya. Dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan pencitraan, seperti:

  1. CT Scan (Computed Tomography): dapat menunjukkan perdarahan atau kelainan struktur otak. Simak informasi lebih lanjut tentang CT Scan – Tujuan, Prosedur, Efek Samping & Informasi Lengkapnya berikut ini.
  2. MRI (Magnetic Resonance Imaging): memberikan gambaran detail pembuluh darah otak.
  3. Cerebral Angiography: pemeriksaan paling akurat dengan menyuntikkan zat kontras untuk memetakan aliran darah di otak.

Dengan hasil pemeriksaan ini, dokter bisa menentukan lokasi AVM, ukurannya, serta risiko yang mungkin muncul.

Pilihan Pengobatan untuk AVM

Pengobatan AVM adalah langkah penting untuk mencegah komplikasi serius. Jenis pengobatan biasanya disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, ukuran, serta lokasi AVM.

Beberapa pilihan yang tersedia antara lain:

  • Medikasi. Obat-obatan tidak menyembuhkan AVM, tetapi bisa mengontrol gejala seperti kejang atau sakit kepala.
  • Operasi bedah (surgical resection). Digunakan bila AVM berukuran kecil dan letaknya memungkinkan untuk diangkat tanpa risiko besar.
  • Embolisasi endovaskular. Dokter memasukkan kateter kecil ke pembuluh darah lalu menyuntikkan zat khusus untuk menutup aliran darah ke AVM.
  • Radiosurgery (Gamma Knife). Prosedur ini menggunakan radiasi dengan dosis tinggi untuk menutup pembuluh darah abnormal secara bertahap.

Masing-masing metode memiliki kelebihan dan risiko. Konsultasi dengan dokter spesialis saraf atau bedah saraf sangat penting sebelum menentukan pilihan pengobatan. Berikut Ini Rekomendasi Dokter Saraf di Halodoc yang bisa kamu hubungi.

Tips Hidup Sehat bagi Penderita AVM

Kalau kamu sudah terdiagnosis AVM, gaya hidup sehat bisa membantu menurunkan risiko komplikasi. Beberapa tips yang bisa kamu terapkan antara lain:

  1. Kontrol tekanan darah. Tekanan darah tinggi bisa meningkatkan risiko pecahnya AVM.
  2. Hindari aktivitas berisiko. Misalnya olahraga kontak fisik yang bisa meningkatkan tekanan intrakranial.
  3. Kelola stres. Meditasi, yoga, atau teknik relaksasi bisa membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
  4. Minum obat sesuai resep. Jangan hentikan pengobatan kejang atau sakit kepala tanpa konsultasi dokter.
  5. Lakukan kontrol rutin. Pemeriksaan medis berkala sangat penting untuk memantau perkembangan AVM.

Dengan disiplin menjalani gaya hidup sehat, kamu bisa tetap beraktivitas normal meski memiliki AVM.

Jika butuh informasi lengkap soal saraf, simak penjelasan tentang Saraf – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikuti ini.

Kesimpulan

Singkatnya, AVM adalah kelainan bawaan pada pembuluh darah yang bisa berisiko tinggi menimbulkan perdarahan otak.

Meski jarang, kondisi ini berbahaya jika tidak terdeteksi sejak dini. Gejalanya bisa berupa sakit kepala mendadak, kejang, hingga gangguan fungsi otak.

Diagnosis yang tepat melalui CT scan, MRI, atau angiografi sangat penting sebelum menentukan pengobatan.

Pilihan terapi meliputi operasi, embolisasi, atau radiosurgery. Selain itu, menjalani gaya hidup sehat juga membantu mengurangi risiko komplikasi.

Kalau kamu curiga mengalami gejala AVM atau punya riwayat keluarga dengan kelainan pembuluh darah, jangan tunda untuk bicara dengan dokter spesialis saraf di Halodoc.

Dengan konsultasi online, kamu bisa lebih cepat mendapatkan informasi dan arahan medis yang tepat.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Arteriovenous malformation – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Arteriovenous Malformation (AVM): Causes & Symptoms.
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2025. Arteriovenous Malformations.