Advertisement

Asam Urat pada Lansia: Cara Jaga Kadar Normal

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   04 Juli 2025

Asam urat pada lansia perlu diwaspadai karena fungsi ginjal menurun seiring usia.

Asam Urat pada Lansia: Cara Jaga Kadar NormalAsam Urat pada Lansia: Cara Jaga Kadar Normal

DAFTAR ISI

  1. Apa itu Asam Urat?
  2. Penyebab Asam Urat pada Lansia
  3. Gejala Asam Urat pada Lansia yang Perlu Diwaspadai
  4. Diagnosis Asam Urat pada Lansia
  5. Komplikasi Asam Urat pada Lansia
  6. Cara Menjaga Asam Urat Normal pada Lansia
  7. Obat-obatan untuk Menurunkan Asam Urat
  8. Tips Nutrisi untuk Lansia dengan Asam Urat
  9. Pentingnya Olahraga Teratur bagi Lansia dengan Asam Urat
  10. Perawatan Rumahan untuk Meredakan Gejala Asam Urat
  11. Pencegahan Asam Urat pada Lansia
  12. Kapan Lansia Harus Periksa ke Dokter?
  13. Kesimpulan

Asam urat termasuk salah satu masalah kesehatan yang sering muncul pada lansia, bu. Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah meningkat dan membentuk kristal urat di dalam sendi, yang menyebabkan nyeri dan peradangan.

Karena fungsi ginjal pada lansia cenderung menurun, risiko asam urat pun jadi lebih tinggi. Yuk, pahami penyebab, gejala, serta cara mengelola asam urat agar ibu dan orang terdekat tetap sehat dan aktif!

Apa itu Asam Urat?

Asam urat adalah senyawa alami yang dihasilkan tubuh saat memecah purin. Purin ditemukan dalam makanan tertentu dan juga diproduksi oleh tubuh.

Biasanya, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan melalui urine. Namun, jika tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak dapat membuangnya dengan cukup efisien, kadar asam urat dalam darah bisa meningkat. Kondisi inilah yang disebut sebagai hiperurisemia.

Pada lansia, fungsi ginjal cenderung menurun, sehingga mereka lebih rentan terhadap penumpukan asam urat.

Penyebab Asam Urat pada Lansia

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat pada lansia, di antaranya:

  • Usia. Seiring bertambahnya usia, fungsi ginjal cenderung menurun, sehingga kemampuan tubuh untuk membuang asam urat juga berkurang.
  • Diet. Konsumsi makanan tinggi purin, seperti daging merah, jeroan, dan makanan laut, dapat meningkatkan kadar asam urat.
  • Kondisi Medis. Beberapa kondisi medis, seperti penyakit ginjal, diabetes, dan obesitas, dapat meningkatkan risiko asam urat.
  • Obat-obatan. Beberapa jenis obat, seperti diuretik (obat penurun tekanan darah), dapat meningkatkan kadar asam urat.
  • Faktor Genetik. Riwayat keluarga dengan asam urat juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini.

Penting untuk mengidentifikasi faktor risiko yang relevan pada lansia untuk membantu dalam pengelolaan dan pencegahan asam urat.

Gejala Asam Urat pada Lansia yang Perlu Diwaspadai

Gejala asam urat pada lansia bisa bervariasi, tetapi yang paling umum adalah:

  • Nyeri Sendi yang Parah. Nyeri biasanya terjadi pada jempol kaki, tetapi juga bisa menyerang sendi lain, seperti pergelangan kaki, lutut, atau jari tangan.
  • Pembengkakan dan Kemerahan. Sendi yang terkena asam urat biasanya akan membengkak, terasa hangat, dan berwarna merah.
  • Keterbatasan Gerak. Nyeri dan pembengkakan dapat menyebabkan kesulitan bergerak pada sendi yang terkena.
  • Serangan Mendadak di Malam Hari. Serangan asam urat seringkali terjadi secara tiba-tiba di malam hari.

Pada beberapa kasus, asam urat juga dapat menyebabkan pembentukan tophi, yaitu benjolan keras di bawah kulit di sekitar sendi.

Jika Mengidap Gejala Asam Urat, Segera Hubungi Dokter Ini untuk tahu penanganan yang tepat.

Diagnosis Asam Urat pada Lansia

Diagnosis asam urat pada lansia biasanya melibatkan beberapa langkah, yaitu:

  • Pemeriksaan Fisik. Dokter akan memeriksa sendi yang terkena dan mencari tanda-tanda peradangan.
  • Tes Darah. Tes darah dilakukan untuk mengukur kadar asam urat dalam darah.
  • Analisis Cairan Sendi. Jika ada cairan di dalam sendi yang terkena, dokter dapat mengambil sampel cairan tersebut untuk dianalisis.
  • Pemeriksaan Radiologi. Rontgen atau USG dapat membantu menyingkirkan penyebab nyeri sendi lainnya.

Kadar asam urat normal umumnya adalah 3.5-7.2 mg/dL untuk pria dan 2.6-6.0 mg/dL untuk wanita. Namun, perlu diingat bahwa kadar asam urat yang tinggi tidak selalu berarti seseorang akan mengalami gejala asam urat.

Komplikasi Asam Urat pada Lansia

Jika tidak diobati, asam urat dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada lansia, seperti:

  • Kerusakan Sendi Permanen. Peradangan kronis akibat asam urat dapat merusak sendi secara permanen.
  • Batu Ginjal. Asam urat yang berlebihan dapat membentuk kristal di ginjal dan menyebabkan batu ginjal.
  • Penyakit Ginjal Kronis. Asam urat yang tidak terkontrol dapat memperburuk fungsi ginjal dan menyebabkan penyakit ginjal kronis.
  • Penyakit Jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asam urat yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Oleh karena itu, penting untuk mengelola asam urat dengan baik untuk mencegah komplikasi yang serius.

Pahami juga mengenai Geriatri – Pengertian, Tugas dan Peran, Informasi Lengkapnya berikut ini.

Cara Menjaga Asam Urat Normal pada Lansia

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga asam urat normal pada lansia, antara lain:

  • Perubahan Gaya Hidup. Modifikasi gaya hidup sehat seperti menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, dan menghindari alkohol dapat membantu menurunkan kadar asam urat.
  • Diet Rendah Purin. Hindari makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, makanan laut, dan minuman manis.
  • Minum Air yang Cukup. Konsumsi air yang cukup (minimal 8 gelas sehari) dapat membantu ginjal membuang asam urat.
  • Obat-obatan. Dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk membantu menurunkan kadar asam urat dan mencegah serangan asam urat.

Lansia disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memantau kadar asam urat dan kondisi kesehatan lainnya.

Obat-obatan untuk Menurunkan Asam Urat

Beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk menurunkan asam urat antara lain:

  • Allopurinol. Obat ini bekerja dengan menghambat produksi asam urat dalam tubuh.
  • Febuxostat. Obat ini juga bekerja dengan cara yang sama seperti allopurinol.
  • Probenecid. Obat ini membantu ginjal membuang lebih banyak asam urat dari dalam tubuh.
  • Colchicine. Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan saat serangan asam urat terjadi.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut, karena masing-masing obat memiliki efek samping dan kontraindikasi yang perlu diperhatikan.

Selain obat-obatan di atas, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi vitamin C dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah.

Orang yang mengonsumsi vitamin C secara teratur memiliki risiko lebih rendah terkena asam urat. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi manfaat vitamin C dalam pengelolaan asam urat.

Tips Nutrisi untuk Lansia dengan Asam Urat

Selain menghindari makanan tinggi purin, ada beberapa tips nutrisi lain yang dapat membantu lansia dengan asam urat:

  • Konsumsi Buah-buahan dan Sayuran. Buah-buahan dan sayuran kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan.
  • Pilih Karbohidrat Kompleks. Karbohidrat kompleks seperti biji-bijian utuh, roti gandum, dan pasta gandum lebih baik daripada karbohidrat sederhana seperti nasi putih dan roti putih.
  • Batasi Konsumsi Gula. Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat.
  • Pilih Produk Susu Rendah Lemak. Produk susu rendah lemak dapat membantu menurunkan kadar asam urat.

Penting juga untuk memperhatikan porsi makan dan menghindari makan berlebihan.

Pentingnya Olahraga Teratur bagi Lansia dengan Asam Urat

Olahraga teratur memiliki banyak manfaat bagi lansia dengan asam urat, di antaranya:

  • Menjaga Berat Badan Ideal. Obesitas dapat meningkatkan risiko asam urat. Olahraga dapat membantu membakar kalori dan menjaga berat badan yang sehat.
  • Meningkatkan Fungsi Ginjal. Olahraga dapat membantu meningkatkan aliran darah ke ginjal dan meningkatkan fungsinya.
  • Mengurangi Peradangan. Olahraga dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
  • Memperkuat Otot dan Sendi. Olahraga dapat membantu memperkuat otot dan sendi di sekitar sendi yang terkena asam urat.

Jenis olahraga yang disarankan untuk lansia dengan asam urat antara lain jalan kaki, berenang, bersepeda, dan senam aerobik ringan.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program olahraga baru.

Perawatan Rumahan untuk Meredakan Gejala Asam Urat

Selain pengobatan medis, ada beberapa perawatan rumahan yang dapat membantu meredakan gejala asam urat pada lansia:

  • Kompres Dingin. Kompres dingin pada sendi yang terkena dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan.
  • Istirahat yang Cukup. Istirahat yang cukup dapat membantu tubuh memulihkan diri.
  • Posisi Sendi yang Tepat. Menjaga posisi sendi yang tepat dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi yang terkena.
  • Minum Air Jahe. Jahe memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan nyeri sendi.

Perawatan rumahan ini dapat digunakan sebagai pelengkap pengobatan medis, bukan sebagai pengganti.

Pencegahan Asam Urat pada Lansia

Pencegahan adalah kunci untuk menghindari masalah asam urat pada lansia. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menjaga Berat Badan Ideal.
  • Mengadopsi Diet Rendah Purin.
  • Minum Air yang Cukup.
  • Hindari Alkohol dan Minuman Manis.
  • Rutin Berolahraga.
  • Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala.

Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan ini, lansia dapat mengurangi risiko terkena asam urat dan menjaga kualitas hidup yang lebih baik.

Deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko sangat penting dalam pencegahan penyakit tidak menular pada lansia, termasuk asam urat. Simak informasi lain mengenai Apa itu Asam Urat? Gejala, Penyebab & Pengobatannya berikut ini.

Kapan Lansia Harus Periksa ke Dokter?

Lansia sebaiknya segera periksa ke dokter jika mengalami gejala asam urat seperti nyeri sendi yang parah, pembengkakan, dan kemerahan.

Terutama jika gejala tersebut muncul secara tiba-tiba dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, lansia dengan riwayat keluarga asam urat atau kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal dan diabetes juga perlu melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau kadar asam urat.

Penting untuk mencari pertolongan medis sesegera mungkin untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Kesimpulan

Menjaga asam urat normal pada lansia membutuhkan perhatian khusus terhadap gaya hidup, diet, dan pengobatan yang tepat.

Jika kamu punya pertanyaan lain terkait asam urat pada lansia, hubungi dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc saja!

Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Gout.
Medical News Today. Diakses pada 2025. What are the effects of high and low uric acid levels?
Medical News Today. Diakses pada 2025. How to lower uric acid levels naturally.