• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • ASI Bisa Cegah COVID-19? Ini Faktanya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • ASI Bisa Cegah COVID-19? Ini Faktanya

ASI Bisa Cegah COVID-19? Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 06 Juli 2021
ASI Bisa Cegah COVID-19? Ini Faktanya

“ASI mengandung antibodi tipe sekretori tingkat tinggi, terutama buat ibu yang sudah pulih dari COVID-19. Ibu yang pulih dari COVID-19 dapat menularkan kekebalan kepada bayi, dan ada kemungkinan antibodi susu murni dapat menjadi terapi untuk orang dewasa yang mengidap COVID-19.”

Halodoc, Jakarta – Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh University of Rochester Medical Center (URMC) bekerja sama dengan beberapa universitas lain menunjukkan bahwa ibu menyusui tidak menularkan COVID-19 ke bayinya lewat ASI. Justru ASI memberikan antibodi bawaan yang mampu menetralisir virus COVID-19. 

Hasil dari penelitian yang dilakukan URMC, sampel ASI tidak mengandung virus COVID-19 justru malah mengandung antibodi virus. Ditemukan IgA yang tinggi pada ASI. IgA adalah antibodi yang memiliki efek netralisir terhadap antigen yang masuk ke tubuh. Informasi selengkapnya mengenai ASI bisa cegah COVID-19 bisa dibaca di sini!

ASI Mengandung Antibodi Tinggi

ASI mengandung antibodi tipe sekretori tingkat tinggi, terutama untuk ibu yang sudah pulih dari COVID-19. Ibu yang pulih dari COVID-19 dapat menularkan kekebalan kepada bayi, dan ada kemungkinan antibodi susu murni dapat menjadi terapi untuk orang dewasa yang mengidap COVID-19. 

Sebenarnya terlepas dari apakah ibu penyintas COVID-19 atau tidak, ASI memang memiliki manfaat yang luar biasa. Hormon ibu juga menyusui dapat berpengaruh pada anak yang disusui dan memberikan perlindungan. 

Baca juga: Mau Tahu Istimewanya ASI? Ini Manfaatnya Bagi Bayi dan Ibu 

Saat ibu sakit, ASI terkadang mengandung antibodi untuk membantu bayi melawan penyakit tersebut. Antibodi membantu sistem kekebalan mengenali dan menghancurkan patogen seperti COVID-19. 

Ibu yang sembuh dari COVID-19 memiliki antibodi untuk COVID-19 dalam ASI-nya. Itulah sebabnya ASI dari ibu yang sembuh dari COVID-19 dapat digunakan untuk merawat bayi yang sakit kritis atau mencegah penyakit parah pada bayi yang rentan. 

World Health Organization menyampaikan selain menyusui dapat melindungi ibu dari kanker payudara, kanker ovarium dan diabetes tipe 2, menyusui dapat meminimalkan anak terkena COVID-19. 

Antibodi dari darah pasien yang sembuh sudah digunakan untuk mengobati COVID-19. Langkah selanjutnya adalah membandingkan efektivitas antibodi dalam susu dengan yang ditemukan dalam darah, karena keduanya sangat berbeda. 

Baca juga: Ketahui yang Terjadi pada Tubuh Anak Usai Vaksinasi COVID-19

Susu mengandung kadar IgA yang jauh lebih tinggi daripada plasma, dan IgA sangat membantu melindungi paru-paru. Jadi, ada kemungkinan antibodi susu lebih efektif dalam mengobati COVID-19 daripada antibodi dari plasma. Selain itu, susu mengandung lebih banyak antibodi daripada darah berdasarkan volume. Informasi selengkapnya mengenai manfaat ASI bisa ditanyakan langsung ke dokter di Halodoc! 

Vaksinasi Sebagai Langkah Pencegahan COVID-19

Sampai saat ini selain prokes, vaksinasi adalah langkah efektif yang bisa dilakukan untuk memberikan perlindungan akan COVID-19. Vaksin tidak hanya memberikan perlindungan pada orang yang mendapatkan vaksin tetapi juga orang-orang di sekitar. 

Vaksin dapat membantu menurunkan tingkat penularan pada beberapa populasi yang tidak divaksinasi. Namun, para ahli mengingatkan ini hanya satu studi, dan penelitian lebih lanjut diperlukan.

Baca juga: Jenis Masker yang Efektif Tangkal COVID-19 Varian Baru

Demikian juga dengan penggunaan masker dan physical distancing tetap dianjurkan hingga herd immunity tercapai. Sampai saat ini masih banyak skeptisisme tentang vaksin dan inilah yang harus diperbaiki. 

Masyarakat harus memahami bahwa jika mereka ingin menjadi anggota masyarakat, mereka perlu divaksinasi. Kamu harus menyadari ketika kamu memutuskan untuk vaksin kamu tidak hanya membuat pilihan untuk diri sendiri melainkan juga buat orang lain. 

Vaksin telah menjadi alat medis terbesar yang dikembangkan untuk memerangi penyakit menular yang kuat dan melumpuhkan. Sayang sekali jika masyarakat tidak memanfaatkan teknologi ini untuk kebaikan bersama. Apakah kamu sudah mendapatkan vaksin? Cari tahu informasi mengenai vaksin lewat Halodoc!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Infants Can Benefit If Breastfeeding Mothers Are Given a COVID-19 Vaccine.
World Health Organization. Diakses pada 2021. Breastfeeding and COVID-19.
University of Rochester Medical Center Rochester, NY. Diakses pada 2021. Mother’s Milk Help Fight Covid? News Evidence Suggests ‘Yes’