Advertisement

AV Shunt: Fungsi, Prosedur, Komplikasi, dan Perawatan Lengkap

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   20 Agustus 2025

AV shunt adalah prosedur medis yang menghubungkan arteri dan vena secara buatan untuk memudahkan akses hemodialisis pada pasien gagal ginjal.

AV Shunt: Fungsi, Prosedur, Komplikasi, dan Perawatan LengkapAV Shunt: Fungsi, Prosedur, Komplikasi, dan Perawatan Lengkap

Daftar Isi:

  1. Mengapa AV Shunt Dibutuhkan?
  2. Jenis-Jenis AV Shunt
  3. Persiapan Sebelum Prosedur
  4. Proses Pembuatan AV Shunt
  5. Perawatan Setelah Prosedur
  6. Potensi Komplikasi AV Shunt
  7. Mendeteksi Dini Komplikasi
  8. Pencegahan Komplikasi AV Shunt
  9. Kapan Harus ke Dokter?
  10. Produk Terkait untuk Perawatan AV Shunt
  11. Kesimpulan

Arteriovenous (AV) shunt adalah koneksi buatan yang dibuat melalui pembedahan antara arteri dan vena.

Prosedur ini umumnya dilakukan pada pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium akhir yang membutuhkan hemodialisis secara rutin.

Hemodialisis adalah prosedur penting untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak, dan AV shunt memegang peranan krusial dalam memastikan akses yang andal dan berulang ke aliran darah pasien.

Mengapa AV Shunt Dibutuhkan?

Hemodialisis memerlukan akses ke pembuluh darah yang memiliki aliran darah besar.

Vena biasa tidak cukup kuat untuk menahan jarum yang digunakan selama dialisis, dan alirannya tidak cukup cepat untuk membersihkan darah secara efektif.

AV shunt mengatasi masalah ini dengan menciptakan titik akses yang kuat dan ber aliran darah tinggi.

Tanpa AV shunt yang berfungsi dengan baik, proses hemodialisis bisa menjadi sulit, tidak efisien, atau bahkan tidak mungkin dilakukan.

Prosedur pembuatan AV shunt dilakukan oleh dokter bedah vaskular. Dokter akan menghubungkan arteri dan vena di lengan bawah atau lengan atas pasien melalui operasi kecil.

Jenis-Jenis AV Shunt

Terdapat dua jenis utama AV shunt:

  • Fistula Arteriovenosa (AVF): Dibuat dengan menghubungkan langsung arteri dan vena. AVF dianggap sebagai pilihan terbaik karena memiliki tingkat komplikasi yang lebih rendah dan tahan lebih lama.
  • Graft Arteriovenosa (AVG): Menggunakan tabung sintetis untuk menghubungkan arteri dan vena. AVG digunakan ketika pembuluh darah pasien tidak cocok untuk membuat AVF.

Persiapan Sebelum Prosedur

Sebelum operasi pembuatan AV shunt, pasien akan menjalani evaluasi medis lengkap. Dokter akan memeriksa kondisi pembuluh darah, riwayat kesehatan, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Pasien mungkin perlu menghentikan penggunaan obat-obatan tertentu sebelum prosedur. Dokter juga akan memberikan instruksi tentang puasa dan persiapan lainnya.

Cari tahu mengenai Cuci Darah atau Hemodialisa, Ini Berbagai Faktanya.

Proses Pembuatan AV Shunt

Prosedur pembuatan AV shunt biasanya memakan waktu 1-2 jam dan dapat dilakukan dengan anestesi lokal atau regional.

Dokter bedah akan membuat sayatan kecil untuk mengakses arteri dan vena yang dipilih.

Pada AVF, arteri dan vena akan dijahit bersama. Pada AVG, tabung graft akan disambungkan ke arteri dan vena. Setelah selesai, sayatan akan ditutup dengan jahitan.

Perawatan Setelah Prosedur

Setelah operasi, pasien perlu merawat area sayatan dengan hati-hati untuk mencegah infeksi. Dokter akan memberikan instruksi tentang cara membersihkan luka dan mengganti perban.

Pasien juga perlu menghindari mengangkat benda berat atau memberikan tekanan pada lengan dengan AV shunt. Latihan ringan dapat membantu meningkatkan aliran darah dan mempercepat penyembuhan.

AV shunt memerlukan waktu beberapa minggu atau bulan, sebelum dapat digunakan untuk hemodialisis. Dokter akan memantau perkembangan shunt secara berkala.

Kamu bisa cari tahu juga informasi mengenai Biaya Cuci Darah dan Prosedurnya.

Potensi Komplikasi AV Shunt

Seperti semua prosedur medis, pembuatan AV shunt memiliki potensi risiko komplikasi, termasuk:

  • Infeksi: Bakteri dapat masuk ke dalam shunt dan menyebabkan infeksi.
  • Penyempitan (Stenosis): Shunt dapat menyempit seiring waktu, mengurangi aliran darah.
  • Pembekuan Darah (Trombosis): Gumpalan darah dapat terbentuk di dalam shunt dan menghambat aliran darah.
  • Sindrom Pencurian (Steal Syndrome): Shunt dapat “mencuri” terlalu banyak darah dari lengan, menyebabkan nyeri, mati rasa, atau dingin di tangan.
  • Aneurisma: Pembuluh darah di sekitar shunt dapat melemah dan membentuk aneurisma.

Mendeteksi Dini Komplikasi

Penting untuk memantau AV shunt secara teratur untuk mendeteksi tanda-tanda komplikasi sejak dini.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Perubahan pada denyutan (thrill) atau suara (bruit) di shunt.
  • Kemerahan, bengkak, nyeri, atau keluarnya cairan dari area shunt.
  • Tangan atau jari terasa dingin, mati rasa, atau nyeri.

Pencegahan Komplikasi AV Shunt

Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk membantu mencegah komplikasi AV shunt:

  • Jaga kebersihan area shunt dengan mencuci tangan sebelum menyentuhnya.
  • Hindari mengenakan pakaian ketat atau perhiasan di lengan dengan shunt.
  • Jangan mengukur tekanan darah atau mengambil sampel darah di lengan dengan shunt.
  • Hindari tidur di sisi lengan dengan shunt.
  • Lakukan latihan ringan untuk meningkatkan aliran darah.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika mengalami tanda-tanda komplikasi AV shunt, seperti:

  • Demam atau menggigil.
  • Kemerahan, bengkak, atau nyeri di area shunt.
  • Perubahan pada denyutan atau suara di shunt.
  • Tangan atau jari terasa dingin, mati rasa, atau nyeri.

Pemeriksaan dan penanganan yang cepat dapat membantu mencegah komplikasi serius.

Produk Terkait untuk Perawatan AV Shunt

Berikut adalah beberapa produk yang dapat membantu dalam perawatan AV shunt:

  • Pembersih Antiseptik: Digunakan untuk membersihkan area sekitar shunt dan mencegah infeksi. Contoh: cairan antiseptik berbasis alkohol atau iodine.
  • Perban Steril: Untuk melindungi area shunt setelah dibersihkan.
  • Pakaian Lengan Longgar: Untuk menghindari tekanan pada shunt.

Kesimpulan

AV shunt adalah akses penting bagi pasien yang menjalani hemodialisis.

Dengan pemahaman yang baik tentang prosedur, perawatan yang tepat, dan deteksi dini komplikasi, pasien dapat menjaga kualitas hidup dan memaksimalkan manfaat hemodialisis.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang AV shunt, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Deteksi dini dan penanganan yang tepat adalah kunci untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup pasien dengan gagal ginjal.

Konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.

Produknya 100% asli original dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Kemenkes RI. Diakses pada 2025. Tips Perawatan Post Operasi AV Shunt.
NIH. Diakses pada 2025. Procedures and Treatments. Arterio-venous (AV).
National Kidney Foundation. Diakses pada 2025. Hemodialysis Access: What You Need to Know.