• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas Berat Badan Turun Terlalu Cepat Sebabkan Batu Empedu

Awas Berat Badan Turun Terlalu Cepat Sebabkan Batu Empedu

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Banyak orang yang berusaha keras untuk mendapatkan berat badan ideal karena merasa bobot tubuhnya sudah berlebih. Beberapa hal yang efektif untuk mendapatkan berat badan yang diinginkan terus dilakukan. Oleh karena melakukan diet yang berlebihan, berat tubuh dapat dengan cepat untuk turun. Namun, tahukah kamu jika terdapat beberapa dampak buruk ketika berat tubuh turun dengan cepat?

Salah satu gangguan yang dapat terjadi karena bobot tubuh turun drastis adalah terbentuknya batu empedu. Pembentukan gumpalan padat tersebut dapat menyebabkan gangguan pada saluran empedu. Maka dari itu, kamu harus tahu hubungan antara terlalu cepat menurunkan berat badan dengan gangguan batu empedu. Berikut ulasannya!

Baca juga: 5 Fakta tentang Penyakit Batu Empedu


Batu Empedu Terbentuk Akibat Penurunan Berat Badan Drastis

Batu empedu terbentuk ketika empedu yang disimpan pada kantongnya mengeras sehingga menyerupai batu. Seseorang yang mengonsumsi terlalu banyak kandungan kolesterol, garam empedu, hingga pigmen empedu dapat menyebabkan pembentukan benda padat tersebut. Saat batu empedu berada pada kantong empedu sendiri disebut dengan kolelitiasis. Saat batu tersebut berada di saluran empedu disebut dengan koledokolitiasis.

Batu empedu yang terbentuk dapat menghalangi saluran empedu sehingga menyebabkan infeksi pada bagian tersebut, bahkan mengganggu bagian lainnya, seperti pankreas atau hati. Jika dibiarkan, gangguan tersebut dapat menimbulkan komplikasi yang parah hingga mengancam nyawa. Hal tersebut juga dapat terjadi akibat sumbatan yang disebabkan kanker, walaupun tidak berhubungan dengan batu empedu.

Lalu, benarkah seseorang yang mengalami penurunan berat badan cepat dapat menyebabkan batu empedu?

Saat seseorang tidak makan dalam waktu yang lama atau berat badannya turun dengan cepat, hati akan melepaskan kolesterol ekstra ke dalam empedu. Selain itu, penurunan berat badan yang cepat juga dapat mencegah kantong empedu untuk kosong dengan benar. Seseorang yang melakukan operasi untuk menurunkan berat badan dapat menyebabkan risiko yang lebih tinggi terhadap batu empedu.

Peluang untuk mengembangkan batu empedu tergantung dari jenis perawatan dari penurunan berat badan yang dipilih. Semakin cepat bobot tubuh yang menurun, semakin tinggi risiko untuk mengalami penyakit tersebut. Maka dari itu, jika kamu melakukan diet dengan kalori yang sangat rendah atau menjalani operasi penurunan berat badan, ada baiknya untuk berdiskusi dengan dokter terkait risiko yang dapat timbul.

Jika masih ada pertanyaan terkait hubungan antara penurunan berat badan yang cepat dengan pembentukan batu empedu, dokter dari Halodoc siap membantu untuk menjawabnya. Kamu dapat memanfaatkan fitur Chat atau Voice/Video Call, pada aplikasi Halodoc untuk memudahkan interaksi dengan ahli medis. Tunggu apa lagi? Download aplikasinya sekarang juga!

Baca juga: 5 Gejala Batu Empedu


Cara Menurunkan Berat Badan dengan Aman

Seseorang yang menurunkan berat badan dengan lambat dapat mengurangi kemungkinan untuk mengembangkan pembentukan batu empedu. Jika kamu memiliki berat badan berlebih atau obesitas, direkomendasikan untuk menurunkan sekitar 5–10 persen dari bobot awal dalam periode 6 bulan. Dengan begitu, risiko untuk mengalami masalah pada empedu dapat dihindari dan juga tubuh akan menjadi lebih sehat.

Selain itu, saat kamu menerapkan diet yang berguna untuk menurunkan berat badan, ada baiknya untuk memilih beberapa makanan yang memiliki peluang kecil untuk mengembangkan batu empedu. Kamu juga tetap harus berolahraga secara rutin untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Aktivitas fisik yang disarankan untuk dilakukan adalah 150 menit dalam waktu satu minggu.

Baca juga: Batu Empedu Tidak Diobati, Ini Dampaknya pada Tubuh

Itulah pembahasan mengenai hubungan antara penurunan berat badan yang drastis dengan pembentukan batu empedu. Sangat penting untuk mendapatkan saran langsung dari ahli medis agar gangguan tersebut dapat dihindari. Dengan begitu, kesehatan tubuh tetap terjaga tanpa adanya suatu gangguan apa pun.


Referensi:
NIH. Diakses pada 2020. Dieting & Gallstones.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Gallstones.