• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Cerebral Palsy Bisa Sebabkan Komplikasi Ini

Awas, Cerebral Palsy Bisa Sebabkan Komplikasi Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar penyakit bernama cerebral palsy? Kalau belum, bagaimana dengan lumpuh otak? Cerebral palsy atau lumpuh otak merupakan penyakit yang menyebabkan kelainan gerakan dan gangguan pada koordinasi tubuh. 

Cerebral palsy ini disebabkan oleh kerusakan yang terjadi pada otak yang belum matang dan berkembang. Kasusnya bisa terjadi ketika proses persalinan atau dua tahun pertama setelah kelahiran. 

Hal yang perlu digarisbawahi, cerebral palsy juga bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang tak kalah mengkhawatirkan. Lantas, apa saja sih komplikasi cerebral palsy yang bisa dialami pengidapnya? 

Baca juga: Kenali Berbagai Fakta tentang Cerebral Palsy 

Beragam Gejala yang Bisa Muncul

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk berkenalan dulu dengan gejala cerebral palsy. Berbicara gejala cerebral palsy, sama halnya membicarakan banyak keluhan. Lumpuh otak pada dasarnya bisa menyebabkan berbagai masalah bagi tubuh.

Nah, berikut ini gejala-gejala cerebral palsy yang bisa dialami oleh pengidapnya: 

  • Gaya berjalan yang tidak normal (berjinjit atau menyilang)

  • Perkembangan kemampuan gerak (motorik) terlambat, seperti merangkak atau duduk.

  • Kecenderungan menggunakan satu sisi tubuh. Contohnya, menyeret salah satu tungkai saat merangkak atau menggapai sesuatu hanya dengan satu tangan.

  • Gerakan lambat dan menggeliat (athetosis).

  • Masih mengompol walaupun usianya sudah lebih besar, akibat inkontinensia urine.

  • Kurang merespons terhadap sentuhan atau rasa nyeri.

  • Otot kaku atau malah sangat lunglai.

  • Kejang.

  • Kesulitan melakukan gerakan yang tepat, misalnya saat mengambil suatu benda.

  • Kurangnya keseimbangan dan koordinasi otot (ataksia).

  • Gangguan penglihatan dan pendengaran.

  • Tremor.

  • Air liur berlebihan atau masalah dengan menelan makanan (disfagia).

  • Gangguan kecerdasan.

  • Gangguan berbicara (disartria).

Nah, andaikan anak mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui atau tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Inilah Terapi Okupasi untuk Anak yang Terkena Cerebral Palsy

Kembali ke tajuk utama, apa saja komplikasi cerebral palsy yang bisa menghantui pengidapnya? 

Masalah Tulang sampai Depresi

Gangguan gerak tubuh, kelemahan otot, dan otot-otot yang kaku bisa berkontribusi pada sejumlah komplikasi. Komplikasi cerebral palsy ini bisa terjadi baik selama masa kanak-akan atau di masa dewasa. Nah, berikut beberapa komplikasi cerebral palsy yang bisa terjadi. 

  1. Kontraktur Tulang

Kontraktur tulang merupakan pemendekan jaringan otot karena pengetatan otot yang parah (kelenturan). Kontraktur dapat menghambat pertumbuhan tulang dan menyebabkan tulang menekuk. Selain itu, kondisi ini juga bisa mengakibatkan kelainan bentuk sendi, dislokasi atau dislokasi parsial.

2. Malnutrisi

Masalah atau gangguan menelan pada pengidap cerebral palsy, terutama bayi, bisa membuat mereka sulit untuk mendapatkan nutrisi yang cukup. Nah, kondisi inilah yang bisa mengganggu pertumbuhan dan melemahkan tulang. 

Baca juga: Lumpuh Otak Alias Cerebral Palsy Bisa Dikenali Sejak dalam Kandungan?

3. Penuaan Dini

Beberapa jenis penuaan dini bisa mempengaruhi pengidap cerebral palsy di usia 40-an.  Hal ini disebabkan oleh ketegangan otot yang terjadi pada tubuh mereka.

4. Masalah Jantung dan Paru

Pengidap cerebral palsy juga bisa mengembangkan penyakit jantung dan paru-paru dan gangguan pernapasan.

5. Osteopenia

Kurangnya mobilitas, asupan nutrisi dan penggunaan obat anti-epilepsi pada pengidap cerebral palsy bisa menyebabkan kepadatan tulang yang rendah (osteopenia).

6. Osteoartritis

Tekanan pada sendi atau keselarasan sendi yang tidak normal dari kelenturan otot, dapat menyebabkan timbulnya penyakit tulang degeneratif yang menyakitkan seperti osteoartritis. 

7. Memicu Depresi

Pengidap cerebral palsy bisa saja mengalami masalah mental seperti depresi. Isolasi sosial dan tantangan dalam mengatasi disabilitas dapat berkontribusi pada depresi.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur chat dan voice/video call, kamu bisa mengobrol kapan dan di mana saja dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
NHS Choices. Diakses pada 2020. Health A-Z. Cerebral Palsy.  
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases & Conditions. Cerebral Palsy.  Healthline. Diakses pada 2020. Cerebral Palsy.