• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Komplikasi Akibat Kanker Kelenjar Air Liur

Awas, Komplikasi Akibat Kanker Kelenjar Air Liur

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Kanker dapat terjadi di mana saja di tubuh kamu, bahkan di bagian-bagian yang tidak pernah kamu sangka. Kanker kelenjar ludah misalnya. Kelenjar ludah bekerja membuat air liur, yang membuat mulut dan tenggorokan lembap. Cairan ini mengandung enzim yang membantu memecah makanan di mulut. Selain itu, cairan ini juga memainkan peran besar dalam membantu mencegah infeksi di mulut dan tenggorokan. 

Kamu memiliki ratusan kelenjar air liur di dalam dan sekitar mulut. Beberapa sangat kecil, sehingga kamu hanya dapat melihatnya dengan bantuan mikroskop. Karena ada banyak kelenjar air liur, dan begitu banyak jenis sel dalam kelenjar itu, ada juga ratusan jenis kanker kelenjar air liur. Kebanyakan dari mereka sangat jarang terjadi, dan lebih dari setengah tumor kelenjar ludah berubah menjadi jinak (bukan kanker).

Kanker kelenjar ludah dapat terjadi ketika sel-sel abnormal pada kelenjar ini tumbuh di luar kendali. Kelenjar saliva normal terbuat dari berbagai jenis sel. Tumor dapat tumbuh di salah satu dari mereka.

Ada dua jenis utama kelenjar ludah, yaitu mayor dan minor. Kamu dapat melihat yang utama dengan mata telanjang. Sedangkan minor (dan ada ratusan) hanya terlihat dengan mikroskop.

Baca juga: Inilah Faktor Risiko Kanker Kelenjar Air Liur

Potensi Komplikasi Kelenjar Ludah

Komplikasi kanker kelenjar ludah sebenarnya jarang terjadi. Jika infeksi kelenjar ludah dibiarkan tidak diobati, nanah dapat mengumpul dan membentuk abses di kelenjar ludah. Infeksi kelenjar ludah yang disebabkan oleh tumor jinak dapat menyebabkan pembesaran kelenjar. Tumor ganas (kanker) dapat tumbuh dengan cepat dan menyebabkan kehilangan gerakan di sisi wajah yang sakit. Ini dapat merusak sebagian atau seluruh area.

Dalam kasus terjadinya parotitis, pembengkakan leher yang parah dapat menghancurkan kelenjar yang terkena kanker. Kemungkinan seseorang juga mengalami komplikasi jika infeksi bakteri awal menyebar dari kelenjar ludah ke bagian tubuh lainnya. Ini dapat termasuk infeksi kulit bakteri yang disebut selulitis atau Ludwig's angina, yang merupakan bentuk selulitis yang terjadi di bagian bawah mulut.

Baca juga: Diabaikan, Kanker Kelenjar Air Liurs Sulit Dideteksi

Dan yang perlu diwaspadai adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker kelenjar ludah meliputi:

  • Usia yang lebih tua. Meskipun kanker kelenjar liur dapat terjadi pada semua usia, mereka paling sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.

  • Paparan radiasi. Radiasi, seperti radiasi yang digunakan untuk mengobati kanker kepala dan leher, meningkatkan risiko tumor kelenjar ludah.

  • Paparan di tempat kerja terhadap zat-zat tertentu. Orang-orang yang bekerja dengan zat-zat tertentu mungkin memiliki peningkatan risiko tumor kelenjar ludah. Pekerjaan yang berhubungan dengan tumor kelenjar ludah termasuk yang terlibat dalam pembuatan karet, penambangan asbes dan pipa ledeng.

Baca juga: Kenali 3 Jenis Kanker Kelenjar Air Liur

Seseorang yang mengidap kanker kelenjar ludah mungkin mengalami gejala yang dapat dikenali seperti:

  • Kesulitan ketika membuka mulut sepenuhnya.

  • Otot-otot wajah lemah di satu sisi wajah.

  • Pembengkakan atau benjolan di sekitar daerah rahang, mulut, atau leher.

  • Perbedaan mencolok dalam bentuk satu sisi leher atau wajah.

  • Perasaan mati rasa di bagian wajah.

  • Rasa sakit yang konstan di kelenjar ludah.

Kamu harus menanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai benjolan yang tidak nyeri yang tidak secara langsung dihasilkan dari infeksi yang diketahui.

Mencegah kanker kelenjar ludah terbilang sulit karena dokter pun belum mengetahui apa penyebab pastinya. Hal yang mungkin dapat kamu lakukan adalah menghindari tembakau dan alkohol. Tindakan tersebut dapat sedikit mengurangi risiko kanker langka ini dan banyak jenis lain yang lebih umum. Orang-orang yang bekerja di lingkungan yang terdapat debu paduan nikel, debu silika, atau zat radioaktif harus menggunakan perlindungan yang sesuai dengan kemungkinan risiko yang mereka dapatkan.

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. What Is Salivary Gland Cancer?