• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Malaria Serang Sel Darah dan Liver

Awas, Malaria Serang Sel Darah dan Liver

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Malaria merupakan penyakit yang terjadi karena gigitan nyamuk betina yang sebelumnya sudah terinfeksi parasit penyebab malaria yang bernama Plasmodium. Secara sederhana, penyakit ini ditularkan oleh nyamuk yang mengisap darah seseorang yang sudah terinfeksi malaria, atau dari binatang, seperti monyet yang mengandung parasit. Kemudian, nyamuk tersebut “berpindah” dan menggigit orang berikutnya, terjadilah proses perpindahan parasit ke orang tersebut. 

Penyakit ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Parasit penyebab malaria yang masuk ke dalam tubuh akan menyerang sel darah dan organ hati. Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini bisa memicu komplikasi yang berbahaya, bahkan berujung pada hilangnya nyawa. Lantas, apa saja yang terjadi pada tubuh, terutama sel darah dan organ hati setelah diserang parasit penyebab penyakit malaria? Simak jawabannya dalam artikel berikut!

Baca juga: Bikin Ganggu, Ini Daftar Penyakit Akibat Nyamuk

Cara Malaria Menyerang Tubuh 

Setelah parasit Plasmodium ditularkan dan masuk ke dalam tubuh, kemudian parasit akan menyebar ke arah organ hati dan mulai berkembang biak. Secara perlahan, parasit penyebab penyakit malaria akan menyerang sel darah merah, yang sangat berperan sebagai pembawa oksigen dalam tubuh. Pada proses inilah dimulai serangan pada sel darah. Parasit yang sudah masuk akan bertelur, berkembang biak, dan akhirnya menyebabkan sel darah merah hancur. 

Sayangnya, gejala penyakit ini cenderung tidak disadari pada awal infeksi terjadi. Setelah menginfeksi tubuh, penyakit malaria memang membutuhkan waktu sebelum akhirnya menunjukkan gejala. Biasanya, gejala malaria akan mulai muncul pada 10–15 hari setelah gigitan nyamuk. Selain waktu yang lama, gejala yang muncul pun terlihat umum sehingga sering disalahartikan sebagai penyakit lain. 

Sekilas, tanda penyakit malaria terlihat mirip dengan gejala pilek atau flu, yaitu sakit kepala, demam, mudah merasa lelah, serta pegal-pegal. Seiring berjalan waktu, barulah gejala-gejala lain mulai bermunculan. Setelah beberapa hari, gejala malaria yang lain mulai muncul, seperti muntah-muntah, diare, hingga kulit berubah kuning. Perubahan warna pada kulit ini terjadi karena tubuh banyak kehilangan sel darah merah, dan bisa berkembang menjadi gagal ginjal. 

Baca juga: 6 Cara Pencegahan Malaria Paling Efektif

Dalam kasus yang lebih parah, malaria bisa menyebabkan seseorang mengalami koma. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui dan mengenali gejala penyakit yang terjadi. Jika mengalami gejala mencurigakan dan tak kunjung reda dalam dua minggu, segera lakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab munculnya gejala. Mengingat penyakit malaria mungkin berujung pada komplikasi berbahaya, bahkan kematian. 

Saat seseorang menunjukkan gejala penyakit malaria, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan. Hal pertama yang diperiksa adalah riwayat tinggal, dokter akan menanyakan apakah orang tersebut tinggal atau baru saja berpergian ke daerah yang memiliki banyak kasus malaria. Baru setelah itu dilakukan pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel darah. 

Pemeriksaan darah untuk mendiagnosis malaria meliputi tes diagnostik cepat malaria (RDT malaria) dan pemeriksaan darah pengidap di bawah mikroskop. Pemeriksaan menggunakan mikroskop dilakukan untuk mendeteksi parasit penyebab malaria dan mengetahui jenis malarianya. Saat seseorang dinyatakan terinfeksi malaria, maka langkah pengobatan akan segera dilakukan. 

Baca juga: Disebabkan Nyamuk, Ini Perbedaan Malaria dan DBD

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit malaria dan apa saja kerusakan yang bisa muncul dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Malaria.
Healthline. Diakses pada 2020. Malaria.
NCBI. Diakses pada 2020. Liver Injury in Uncomplicated Malaria is an Overlooked Phenomenon: An Observational Study.
Science Daily. Diakses pada 2020. Malaria-causing parasite manipulates liver cells to survive.