Ad Placeholder Image

Badan Sering Meriang? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 Mei 2026

Badan Sering Meriang? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Badan Sering Meriang? Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaBadan Sering Meriang? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Meriang?

Meriang adalah kondisi saat tubuh merasakan sensasi tidak nyaman berupa rasa dingin, menggigil, dan terkadang disertai dengan peningkatan suhu tubuh di atas normal. Fenomena ini merupakan respons alami sistem kekebalan tubuh terhadap serangan patogen (mikroorganisme penyebab penyakit) atau stres lingkungan. Kondisi ini sering menjadi indikator awal bahwa tubuh sedang melakukan mekanisme pertahanan diri.

Meskipun sering disamakan dengan demam (pyrexia), keduanya memiliki perbedaan klinis. Seseorang dapat merasa kedinginan tanpa mengalami kenaikan suhu tubuh yang signifikan. Dalam istilah medis, kondisi ini sering dikaitkan dengan fase awal respons inflamasi (peradangan) di mana pembuluh darah perifer menyempit untuk menjaga suhu inti tubuh.

Kondisi ini bersifat subjektif dan dapat bervariasi tingkat keparahannya pada setiap orang. Penanganan yang tepat memerlukan identifikasi penyebab utama di balik munculnya rasa menggigil tersebut. Pengamatan terhadap gejala penyerta lainnya sangat diperlukan untuk membantu proses diagnosis medis yang akurat.

Gejala Meriang

Gejala utama dari kondisi ini adalah sensasi kedinginan yang diikuti dengan gemetar atau menggigil secara involunter (tidak disengaja). Tubuh mencoba menghasilkan panas melalui kontraksi otot yang cepat. Reaksi ini biasanya disertai dengan beberapa keluhan fisik lainnya yang memengaruhi kenyamanan tubuh secara keseluruhan.

Beberapa gejala penyerta yang sering ditemukan meliputi:

  • Rasa lemas atau lesu (malaise) yang hebat.
  • Nyeri pada persendian dan otot (myalgia).
  • Sakit kepala ringan hingga berdenyut.
  • Kulit terasa dingin saat disentuh meskipun suhu inti tubuh mungkin meningkat.
  • Keluarnya keringat dingin setelah fase menggigil mereda.

Gejala-gejala tersebut muncul sebagai bagian dari kaskade sitokin (zat kimia dalam sistem imun) yang dilepaskan saat tubuh mendeteksi ancaman. Pemantauan terhadap durasi dan intensitas gejala sangat penting untuk menentukan apakah kondisi ini memerlukan intervensi medis segera atau cukup dengan perawatan mandiri di rumah.

Penyebab Meriang

Penyebab utama tubuh terasa tidak nyaman ini sangat beragam, mulai dari infeksi ringan hingga gangguan sistemik yang lebih kompleks. Infeksi virus seperti influenza atau rhinovirus (penyebab batuk pilek) merupakan pemicu paling umum. Sistem imun melepaskan zat pirogen yang memengaruhi hipotalamus (pusat pengatur suhu di otak) untuk meningkatkan suhu tubuh guna menghambat replikasi virus.

“Demam dan menggigil adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi mikroba penyebab infeksi.” — World Health Organization, 2024

Selain infeksi virus, penyebab lainnya meliputi:

  • Infeksi Bakteri: Infeksi saluran kemih (ISK), pneumonia, atau radang tenggorokan sering memicu respons menggigil yang hebat.
  • Kelelahan Ekstrem: Aktivitas fisik berlebih dapat menyebabkan tubuh kehilangan kemampuan untuk meregulasi suhu secara optimal.
  • Paparan Suhu Dingin: Berada di lingkungan dingin dalam waktu lama tanpa perlindungan yang cukup dapat memicu hipotermia ringan.
  • Kesehatan Mental: Kecemasan atau serangan panik terkadang bermanifestasi dalam bentuk fisik berupa badan gemetar dan terasa dingin.
  • Kekurangan Nutrisi: Anemia (kekurangan sel darah merah) atau hipoglikemia (kadar gula darah rendah) dapat menyebabkan tubuh mudah merasa kedinginan.

Diagnosis Meriang

Diagnosis dilakukan oleh tenaga medis profesional untuk menentukan etiologi (penyebab) pasti dari keluhan yang dirasakan. Proses diawali dengan anamnesis (wawancara medis) mengenai riwayat perjalanan penyakit, durasi gejala, dan kontak dengan orang sakit. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan mengukur tanda-tanda vital seperti suhu tubuh, tekanan darah, dan frekuensi napas.

Jika diperlukan, dokter akan menyarankan pemeriksaan penunjang seperti tes darah lengkap (complete blood count) untuk mendeteksi adanya infeksi atau peradangan. Pemeriksaan urin juga dapat dilakukan jika dicurigai terdapat infeksi saluran kemih. Pada kasus yang lebih berat atau menetap, rontgen dada atau tes diagnostik cepat untuk virus tertentu mungkin akan direkomendasikan.

Cara Mengobati Meriang

Langkah utama dalam menangani kondisi ini adalah memberikan waktu istirahat yang cukup bagi tubuh untuk memulihkan energi. Peningkatan asupan cairan sangat krusial untuk mencegah dehidrasi (kekurangan cairan), terutama jika keluhan disertai dengan kenaikan suhu tubuh. Penggunaan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat disarankan untuk menjaga keseimbangan termal tubuh.

Konsumsi obat-obatan antipiretik (penurun panas) dan analgetik (pereda nyeri) dapat membantu meringankan gejala yang mengganggu. Zat aktif seperti paracetamol atau ibuprofen efektif dalam meredakan rasa tidak nyaman pada otot dan menurunkan suhu tubuh yang terlalu tinggi. Pastikan untuk mengikuti dosis yang tertera pada kemasan atau sesuai arahan tenaga kesehatan.

Untuk mendukung pemulihan, disarankan agar individu segera beli obat online di Halodoc guna mendapatkan produk kesehatan asli yang diantar langsung ke rumah. Pengobatan yang tepat sasaran akan mempercepat proses penyembuhan dan mencegah komplikasi lebih lanjut yang mungkin timbul akibat infeksi yang tidak tertangani.

Pencegahan Meriang

Pencegahan difokuskan pada penguatan sistem imun dan meminimalkan paparan terhadap agen penginfeksi. Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun secara rutin adalah langkah paling sederhana namun efektif. Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan vitamin C dan zink (seng) dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan patogen.

“Pemberian imunisasi dan penerapan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) merupakan kunci utama dalam mencegah penyakit infeksi yang sering menyebabkan keluhan kedinginan dan demam.” — Kemenkes RI, 2023

Manajemen stres dan durasi tidur yang cukup (7-9 jam per malam) juga berperan penting dalam menjaga stabilitas sistem kekebalan tubuh. Hindari berbagi peralatan makan atau barang pribadi dengan orang yang sedang sakit untuk memutus rantai penularan virus dan bakteri di lingkungan sekitar.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus dapat mereda dengan perawatan mandiri, terdapat kondisi tertentu yang memerlukan bantuan medis profesional segera. Jika suhu tubuh mencapai di atas 39 derajat Celsius atau tidak kunjung turun setelah pemberian obat, evaluasi oleh dokter sangat diperlukan. Munculnya gejala penyerta yang berat merupakan tanda adanya komplikasi sistemik.

Segera hubungi bantuan medis jika ditemukan gejala berikut:

  • Kaku pada leher disertai sakit kepala hebat.
  • Sesak napas atau nyeri dada yang tajam.
  • Ruam kulit yang muncul secara tiba-tiba dan menyebar cepat.
  • Kehilangan kesadaran, kebingungan mental (delirium), atau kejang.
  • Gejala menetap lebih dari tiga hari tanpa ada perbaikan kondisi.

Deteksi dini terhadap penyebab serius dapat membantu proses penanganan yang lebih efektif. Disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan diagnosis dan rencana pengobatan yang tepat tanpa harus keluar rumah.

Kesimpulan

Meriang merupakan mekanisme pertahanan alami tubuh saat menghadapi infeksi, kelelahan, atau stres lingkungan. Kondisi ini umumnya dapat diatasi dengan istirahat, hidrasi, dan penggunaan obat pereda gejala. Namun, kewaspadaan terhadap tanda-tanda bahaya sangat diperlukan untuk mencegah risiko kesehatan yang lebih serius. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.