• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Menanamkan Sportivitas pada Anak?

Bagaimana Cara Menanamkan Sportivitas pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Ketika Si Kecil ikut serta dalam perlombaan, ayah dan ibu pasti mengharapkannya untuk menang. Namun, kemenangan sebenarnya bukanlah hal yang paling utama. Pengalaman yang diperoleh Si Kecil adalah hal yang lebih berharga daripada fokus dengan kemenangan. Lewat pengalaman, mereka dapat belajar dan mempraktikkan nilai-nilai baik yang diperoleh untuk seumur hidupnya. 

Sikap sportivitas adalah salah satu pelajaran hidup yang dapat dipelajari anak dari sebuah kompetisi. Sportivitas artinya menang tanpa sombong, menghormati lawan dan kalah dengan anggun. Sebagai orangtua, menumbuhkan sikap sportivitas dalam diri anak bisa susah-susah gampang. Namun, ada beberapa tips yang bisa dicoba berikut ini. 

Baca juga: Pentingnya Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak

Langkah Awal Menanamkan Sikap Sportivitas pada Anak

Pada anak yang lebih kecil, mereka mungkin masih sulit memahami arti mengalah dan tingkat egonya masih tinggi. Namun, untuk anak yang sudah lebih besar, pikirannya mungkin sudah lebih terbuka, sehingga mereka mungkin lebih mau menerima situasi tertentu. 

Sebelum mulai mengajari anak sportivitas, ada beberapa prinsip penting yang perlu orangtua tanamkan terlebih dahulu. Pertama, jelaskan pada anak bahwa di setiap perlombaan pasti ada yang kalah dan menang. Namun, kedua hal itu bukanlah poin terpenting dari sebuah kompetisi. Pengalaman adalah fokus utama yang harus diperoleh anak-anak. 

Jadi, pastikan Si Kecil paham bahwa mereka tidak boleh selalu memaksakan diri untuk menang di setiap perlombaan. Ketika kalah, mereka harus belajar dari kesalahan dan jangan pantang menyerah untuk mencobanya lagi. Meski tidak boleh terlalu memaksakan diri untuk menang, Si Kecil tetap harus melakukan hal yang terbaik. 

Ketika anak melihat orang lain melakukan kesalahan, ajari ia untuk memberi semangat dan hindari mengkritik orang tersebut. Tunjukkan rasa hormat untuk dirinya sendiri, orang lain maupun lawan dalam kompetisinya. Orangtua adalah teladan penting, jadi biarkan anak-anak melihat ayah dan ibu menjunjung tinggi prinsip-prinsip ini. 

Baca juga: Tenangkan Anak yang Sedang Tantrum dengan Cara Ini

Cara Menanamkan Sportivitas dalam Diri Anak

Setelah menanamkan prinsip-prinsip di atas, berikut beberapa cara untuk menanamkan sportivitas:

  • Ikuti aturan yang ada. Ketika anak ikut dalam suatu perlombaan, pastikan anak mampu mengikuti aturan yang ada. Jelaskan kepadanya bahwa aturan dibuat agar kompetisi dapat berjalan dengan baik dan teratur.
  • Hindari perdebatan. Tetap fokus pada kompetisi dan jangan terdistraksi oleh emosi rekan satu tim maupun orang lain. Pastikan Si Kecil untuk menghindari penggunaan bahasa yang buruk dan kata-kata negatif.
  • Bersikap adil. Ajari anak untuk bersikap adil dan mengikuti aturan kompetisi. Jangan pernah mendukung upaya apa pun untuk menang dengan mencoba melanggar aturan. 
  • Hormati lawan. Ketika lawan dalam kompetisi menang atau kalah, pastikan anak tetap menghormatinya. Jika lawan menang, terima kekalahan, serta akui kemampuannya dan jangan putus asa. Jika ia yang menang, jangan menjadi sombong
  • Dorong rekan satu tim. Ketika anak bekerja dalam satu tim, ajari ia untuk mendorong, memuji dan menyemangati rekan-rekan timnya. Puji rekan satu tim atas apa yang mereka lakukan dengan baik dan dorong mereka saat membuat kesalahan. Hindari kritik dan tindakan tidak baik. Para orangtua harus mencontohkan perilaku ini kepada anak-anak dengan memuji mereka atas hal-hal spesifik yang telah mereka lakukan dengan baik, bahkan jika mereka melakukan kesalahan atau mungkin melakukan hal yang tidak sesuai harapan.

Baca juga: Cara Tepat Mengasah Bakat Anak Sejak Dini

Itulah sejumlah tips yang bisa dicoba untuk menanamkan sikap sportivitas pada anak. Kalau ayah atau ibu punya pertanyaan seputar pola asuh anak, hubungi dokter atau psikolog di Halodoc. Lewat Halodoc , ayah dan ibu bisa menghubungi mereka kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
Stanford Childrens. Diakses pada 2020. Teaching Children Good Sportsmanship.
Verywell Family. Diakses pada 2020. Teaching Kids Good Sportsmanship.