• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Mendeteksi Gejala Gangguan Paranoid?

Bagaimana Cara Mendeteksi Gejala Gangguan Paranoid?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Gangguan paranoid adalah kondisi kesehatan yang ditunjukkan melalui ketidakpercayaan dan kecurigaan yang begitu kuat, sehingga mengganggu pola pikir, perilaku, dan fungsi sehari-hari. Orang yang mengidap gangguan paranoid sikapnya selalu waspada dan beranggapan kalau orang-orang di dekatnya punya keinginan untuk bertindak jahat padanya. Saat merasa ditolak atau diremehkan, pengidap gangguan ini punya kecenderungan untuk merespons dengan ledakan amarah.

Baca juga: Apa Saja Ciri-Ciri Orang yang Mengalami Gangguan Paranoid?

Cara Mendeteksi Gangguan Paranoid

Gangguan paranoid PPD sering kali muncul pertama kali pada masa dewasa awal dan lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Penelitian menunjukkan kondisi ini paling umum muncul bila ada keluarga dengan riwayat skizofrenia. 

Seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid tidak menganggap perilaku mencurigakan mereka sebagai hal yang tidak biasa atau tidak beralasan. Sebaliknya, mereka melihatnya sebagai cara membela diri terhadap niat buruk dari orang-orang di sekitar mereka.

Gejala gangguan paranoid yang umum meliputi:

1. Mencurigai orang lain sedang mencoba mengeksploitasi, merugikan, atau menipu dirinya.

2. Terobsesi pada loyalitas atau kepercayaan dari keluarga, teman, dan kenalan.

3. Menolak untuk bercerita kepada orang lain, karena takut informasi apa pun yang mereka ungkapkan akan digunakan untuk melawan mereka. Ini sering kali membuat pengidap gangguan ini mengisolasi diri dari orang lain.

4. Kerap menafsirkan makna tersembunyi dari suatu percakapan, gerakan, ataupun peristiwa.

5. Menjadi terlalu peka terhadap penghinaan, kritik, atau penghinaan yang dirasakan, dengan cepat menyanggah dan menyimpan dendam.

6. Berulang kali mencurigai tanpa dasar yang kuat.

Meskipun termasuk salah satu gangguan kepribadian yang paling umum, gangguan kepribadian paranoid sulit dideteksi sampai gejalanya berkembang dari ringan menjadi lebih parah. Bagaimanapun, kebanyakan orang kerap pernah menaruh curiga, tetapi ini tidak menjamin kalau seseorang mengidap gangguan paranoid.

Baca juga: Apakah Gangguan Kepribadian Antisosial Dapat Disembuhkan?

Mengenali tanda-tanda gangguan kepribadian paranoid dapat menjadi lebih rumit karena sering terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan mental lainnya, seperti gangguan kecemasan (seringkali kecemasan sosial), gangguan obsesif-kompulsif (OCD), penyalahgunaan zat, atau depresi.

Informasi selengkapnya mengenai bagaimana cara mendeteksi gejala gangguan paranoid bisa ditanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya mudah, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Diagnosis untuk Menentukan Gangguan Paranoid

Tidak ada cara lain untuk memastikan apakah seseorang memang sedang mengidap gangguan paranoid dengan memeriksakan ke profesional medis. Jika seseorang mengalami gejala, dokter akan memulai evaluasi dengan melakukan riwayat kesehatan lengkap dan pemeriksaan fisik.

Meskipun tidak ada tes laboratorium yang secara khusus mendiagnosis gangguan kepribadian, dokter akan menggunakan berbagai tes diagnostik untuk menyingkirkan penyakit fisik sebagai penyebab gejala. Jika dokter tidak menemukan alasan fisik untuk gejala tersebut, dokter akan merujuk orang tersebut ke psikiater atau psikolog. Profesional medis yang secara khusus dilatih untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit mental akan memberikan diagnosis yang tepat.

Baca juga: Bisakah Gangguan Kepribadian Diobati?

Gangguan paranoid berbeda dari gangguan psikotik seperti skizofrenia atau gangguan delusi. Pengidap gangguan paranoid tidak memiliki distorsi persepsi, seperti mendengar suara, melihat hal yang tidak ada, ataupun pemikiran delusi yang aneh misalnya merasa diikuti oleh orang atau menganggap dirinya ditakdirkan untuk melakukan misi tertentu. 

Psikiater dan psikolog menggunakan alat wawancara dan penilaian yang dirancang khusus untuk mengevaluasi seseorang untuk gangguan kepribadian. Pastikan kamu mendapatkan informasi kesehatan yang akurat dari sumber terpercaya.


Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder: Diagnosis and Tests.
Help Guide. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder (PPD).