• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Ciri-Ciri Orang yang Mengalami Gangguan Paranoid?

Apa Saja Ciri-Ciri Orang yang Mengalami Gangguan Paranoid?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu melihat atau menghadapi orang yang sering tiba-tiba menjadi tidak tenang dan selalu menaruh rasa curiga pada lingkungan sekitar? Jika iya, bisa jadi hal itu adalah tanda dari gangguan paranoid. Apa itu? 

Gangguan paranoid merupakan masalah mental yang ditandai dengan rasa tidak percaya dan takut berlebihan. Orang yang mengidap gangguan ini bisa tiba-tiba menjadi orang yang paling tidak tenang. Hal itu terjadi karena pengidap gangguan paranoid selalu merasa rasa curiga dan ketakutan berlebihan pada sekalipun pada orang terdekat. Selain itu, apalagi ciri-ciri orang yang mengalami gangguan paranoid?

Baca juga: Gangguan Paranoid Sulit Memiliki Hubungan Harmonis, Benarkah?

Gejala Gangguan Paranoid

Gangguan paranoid menyebabkan pengidapnya selalu menganggap orang lain berbahaya dan berniat menyakiti. Karena itu, pengidap penyakit ini kerap menaruh rasa curiga dan takut berlebihan. Belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebabnya, tapi gangguan paranoid disebut berkaitan dengan pengalaman traumatis yang pernah dialami di masa lalu. 

Karena selalu merasa curiga, orang yang mengalami gangguan paranoid sering kali kesulitan untuk bergaul dan sering memiliki masalah dengan orang sekitar. Terkadang, pengidap penyakit ini sering menyindiri serta merasa kesulitan saat harus bekerja sama dengan orang lain. Maka dari itu, kondisi ini sebaiknya tidak disepelekan dan harus mendapat penanganan tepat agar hubungan dengan lingkungan sekitar tidak menjadi rusak. 

Ciri lain dari pengidap gangguan ini adalah memiliki kebutuhan untuk bisa mandiri dan memiliki otonomi yang kuat, menunjukkan sifat yang kaku dan tertutup, acuh terhadap orang lain, terutama orang yang baru dikenal. Pasalnya, pengidap gangguan ini selalu percaya bahwa orang lain memiliki motif tersembunyi atau ingin menyakitinya. Gangguan kepribadian paranoid juga bisa menyebabkan pengidapnya menjadi cepat marah dan sering menunjukkan sikap memusuhi. 

Baca juga: Ibu yang Alami Gangguan Paranoid, Ini Pengaruhnya pada Anak

Beberapa gejala kepribadian paranoid hampir sama dengan gejala gangguan mental lainnya, seperti gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder) dan skizofrenia. Untuk memastikannya, dibutuhkan pemeriksaan oleh ahli psikologi sehingga penanganan yang tepat bisa diberikan. Jika mengalami atau mengetahui orang yang memiliki gejala gangguan ini, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan. 

Jika ragu, kamu bisa mencoba bertanya seputar gangguan paranoid pada psikolog atau psikiater di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan mental dan tips menjaga kesehatan dari dokter terpercaya. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Gangguan kepribadian paranoid akan didiagnosis oleh psikolog atau psikiater. Mendiagnosis kondisi ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi seputar masa kecil, lingkungan sekolah, pekerjaan, dan hubungannya dengan orang lain, termasuk kemungkinan penyebab trauma. Hal itu penting untuk membangun latar belakang sehingga bisa menjadi pertimbangan dalam mendiagnosis kondisi.  

Setelah itu, rencana pengobatan untuk mengatasi gejala paranoid akan mulai disusun. Gangguan kepribadian paranoid umumnya diatasi dengan cara pengobatan yang melibatkan psikoterapi jangka panjang. Terapi ini dilakukan untuk membantu pengidap gangguan paranoid berkomunikasi dengan orang lain. 

Baca juga: Sering Menyimpan Dendam, Waspada Gangguan Kepribadian Paranoid

Selain itu, terapi juga dilakukan untuk mengurangi perasaan tidak percaya alias paranoid di dalam diri. Pengidap gangguan ini mungkin juga akan diberikan obat-obatan untuk membantu mengurangi gejala-gejala yang mengganggu. Jangan anggap remeh gangguan kepribadian ini. Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami gejala menyerupai gangguan paranoid.  

Referensi 
Psychology Today. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder
Healthline. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.