• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Mengatasi Trauma Kepala Ringan?

Bagaimana Cara Mengatasi Trauma Kepala Ringan?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Setiap orang diwajibkan untuk menggunakan helm saat mengendarai motor. Hal tersebut untuk menghindari atau meminimalkan benturan yang dapat terjadi pada kepala. Jika seseorang mengalami benturan akibat kecelakaan dan tidak menggunakan helm, trauma kepala dapat terjadi. Benturan tersebut umumnya menyebabkan trauma kepala ringan.

Namun, seseorang yang mengalami trauma kepala ringan dapat mengalami gangguan pada otak dan kehilangan kesadaran sementara. Selain itu, beberapa komplikasi pada jaringan otak juga dapat terjadi. Maka dari itu, kamu harus tahu cara mengatasi trauma kepala ringan agar tidak menimbulkan komplikasi. Berikut cara yang dapat dilakukan!

Baca juga: Jika Terjadi 9 Gejala Ini Ketika Trauma Kepala Ringan, Segera Periksa ke Dokter

Cara Efektif Mengatasi Trauma Kepala Ringan

Cedera otak traumatis adalah gangguan yang terjadi akibat pukulan keras atau benturan ke kepala. Gangguan yang menyebabkan trauma pada kepala ini dapat menyebabkan gangguan ringan hingga berat. Seseorang yang mengidap gangguan ini dapat berdampak buruk pada sel-sel otaknya untuk sementara waktu. Jika cedera yang terjadi parah, pengidapnya dapat mengalami jaringan robek, perdarahan, dan gangguan lainnya pada otak hingga kematian.

Maka dari itu, trauma kepala ringan harus segera mendapatkan penanganan agar gangguan yang terjadi tidak menimbulkan komplikasi berbahaya. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya:

1. Perbanyak Istirahat

Hal pertama yang harus dilakukan seseorang yang mengalami trauma kepala ringan adalah lebih banyak beristirahat. Istirahat dapat meningkatkan sistem imun tubuh dan membuat tubuh menjadi lebih rileks. Dengan beristirahat, perbaikan sel-sel otak akan lebih efektif dan sembuh lebih cepat. Pengidapnya harus benar-benar memastikan untuk tidur selama 7-8 jam dalam satu hari.

2. Mengonsumsi Obat

Setelah memastikan beristirahat dengan cukup, mengonsumsi obat pereda rasa sakit juga dapat dilakukan untuk mengatasi trauma kepala ringan. Obat yang dapat kamu konsumsi adalah jenis parasetamol. Di samping itu, kamu juga harus menghindari konsumsi obat anti-inflamasi non-steroid karena dapat meningkatkan perdarahan.

Baca juga: 5 Komplikasi yang Diakibatkan Trauma Kepala Ringan

3. Menghindari Aktivitas Fisik

Selama trauma kepala ringan masih terjadi, kamu harus benar-benar menghindari aktivitas fisik berlebihan. Hal tersebut untuk menghindari risiko yang menyebabkan cedera otak. Kamu harus bersabar hingga tubuh pulih dan dokter memastikan jika tidak akan ada cedera yang serius dapat terjadi.

Meski begitu, seseorang yang mengidap trauma kepala ringan perlu dimonitor dengan ketat di rumah. Cara ini untuk memastikan gejala agar tidak terus memburuk atau timbul gangguan yang baru. Dokter akan menentukan kapan waktu yang tepat untuk kembali beraktivitas seperti semula. Pada umumnya, seseorang dengan gangguan ini dapat kembali ke rutinitas secara bertahap.

Lalu, bagaimana cara yang efektif untuk mencegah trauma kepala ringan terjadi? Pastikan untuk selalu menggunakan pelindung kepala saat mengendarai sepeda motor. Selain itu, penggunaan pelindung kepala juga harus digunakan beberapa olahraga yang meningkatkan risiko untuk menyebabkan trauma kepala ringan. Dengan begitu, bagian kepala akan terjaga atau paling tidak meminimalkan benturan yang terjadi, sehingga tidak menimbulkan trauma.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Trauma Kepala Berat dan Trauma Kepala Ringan

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait cara mengatasi trauma kepala ringan, dokter dari Halodoc dapat menjawab semua pertanyaanmu. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan. Dengan begitu, penanganan dini dapat segera dilakukan!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Traumatic brain injury.
Healthline. Diakses pada 2020. Head Injury.