• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Menjaga Keharmonisan dalam Keluarga?

Bagaimana Cara Menjaga Keharmonisan dalam Keluarga?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Keharmonisan keluarga adalah hal penting untuk keutuhan keluarga. Kesamaan visi, nilai, dan komitmen yang kuat dari setiap anggota keluarga diperlukan saat mengambil keputusan yang sulit dan penting. Keharmonisan keluarga juga diperlukan untuk pribadi setiap anggota keluarga agar selalu bahagia dan kuat secara psikologis.

Perlu diingat, bahwa keluarga tidak untuk dijalani selama seminggu atau dua minggu saja, melainkan seumur hidup. Maka itu, ayah dan ibu perlu memiliki cara untuk mempertahankan keharmonisan keluarga. Terutama jika memiliki anak-anak. Komunikasi menjadi hal penting demi keutuhan keluarga. Lantas, bagaimana cara menjaga keharmonisan dalam keluarga?

Cara Menjaga Keharmonisan dalam Keluarga

Dalam menjalani kehidupan berkeluarga, tantangan akan selalu hadir, baik dari dalam atau dari luar. Hadirnya tantangan dan masalah dapat memengaruhi cara pandang dan sikap seseorang dalam menjalani kehidupan berkeluarga, terutama mendidik anak. 

Beberapa cara berikut bisa diterapkan demi menjaga keharmonisan keluarga:

Baca juga: Kapan Seseorang Membutuhkan Psikoterapi?

1.Mengadakan Waktu Berkualitas untuk Keluarga

Waktu keluarga yang berkualitas adalah bagaimana memanfaatkan waktu untuk dihabiskan bersama sebagai sebuah keluarga yang utuh. Berikut ini cara untuk mengadakan waktu berkualitas bersama keluarga:

  • Gunakan waktu bersama setiap hari untuk berbicara dan berbagi tawa. Misalnya, saat makan bersama keluarga dan bepergian dengan mobil. Hal ini bisa jadi waktu yang berkualitas. 
  • Pastikan setiap anggota keluarga mematikan gadget saat menghabiskan waktu bersama. Tujuannya agar semua anggota keluarga tetap fokus pada apa yang dilakukan atau dibicarakan. 
  • Lakukan obrolan empat mata dengan setiap anggota keluarga untuk memperkuat hubungan individu. Manfaatkan waktu-waktu singkat seperti setiap sebelum tidur.
  • Lakukan hal-hal rutin dan menyenangkan bersama keluarga. Kegiatannya bisa sesederhana piknik di taman atau bermain monopoli di rumah. 

2.Berikan Porsi yang Seimbang

Pasangan yang sudah menjadi orangtua, mungkin akan sibuk mengurus anak. Bahkan hingga lupa bahwa tetap harus menjadi pasangan yang baik satu sama lain. Misalnya, ibu mungkin lebih mementingkan urusan dan keperluan anak-anak dibandingkan pasangan. 

Memang tidak ada salah memberikan kasih sayang dan perhatian penuh terhadap anak-anak. Namun, ayah dan ibu juga perlu melakukan kegiatan hanya berdua. Jadi, pastikan porsi perhatian antara anak dan pasangan selalu seimbang.

Sediakan waktu bersama pasangan. Ayah dan ibu dapat menjelaskan pada anak-anak, bahwa ayah dan ibu juga perlu memiliki waktu bersama yang berkualitas sebagai pasangan.

Baca juga: Jurus Menjalin Ikatan Keluarga yang Harmonis

3.Bangun Komunikasi yang Positif dalam Keluarga

Komunikasi positif yang dimaksud adalah mendengarkan tanpa menghakimi dan mengungkapkan pikiran dan perasaan sendiri secara terbuka dan hormat. Hal ini perlu ada dalam setiap anggota keluarga, tentu ayah dan ibu-lah yang memberikan contoh di depan anak-anak.

Komunikasi positif membantu semua anggota keluarga merasa dipahami, dihormati, dan dihargai. Hal ini memperkuat dan menjaga keharmonisan keluarga

Perlu diingat, tidak semua komunikasi dalam bentuk kata-kata. Komunikasi non-verbal juga penting untuk diperhatikan. Misalnya, bentuk perasaan, perhatian, dan rasa sayang bisa dikomunikasikan dalam bentuk pelukan hangat, ciuman kasih sayang, kontak mata yang nyaman, dan suara yang enak didengar. 

Dalam kehidupan rumah tangga, porsi keterlibatan yang seimbang antara ayah dan ibu sangat penting. Dengan begitu ketahanan dan keharmonisan keluarga dapat diciptakan. Itulah pentingnya untuk memiliki waktu berkualitas antara ayah dan ibu dalam hal apa pun. 

Baca juga: Kedekatan dengan Keluarga Tingkatkan Kualitas Kesehatan

Komunikasikan apa pun yang berkaitan dengan keluarga. Tidak hanya tentang anak-anak, tapi juga hal lain yang berhubungan dengan ayah dan ibu sehingga dapat saling mengerti. Sebab, kunci keharmonisan keluarga juga terletak pada keharmonisan ayah dan ibu juga. 

Jika ada anggota keluarga yang sakit, maka tunjukkan bentuk kasih sayang dengan segera menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Tentu ini juga termasuk bentuk komunikasi non-verbal saat memperhatikan kesehatan setiap anggota keluarga. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!

 

Referensi:
Raising Children. Diakses pada 2021. Positive relationships for families: how to build them
The Family Business Consulting Group. Diakses pada 2021. Building Family Harmony Starts with Living Our Values