• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Seseorang Bisa Mengalami Lupus?

Bagaimana Seseorang Bisa Mengalami Lupus?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bagaimana Seseorang Bisa Mengalami Lupus?

“Hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab penyakit lupus. Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Dengan mengetahui hal yang bisa menyebabkan penyakit ini, kamu bisa melakukan langkah-langkah pencegahan.”

Halodoc, Jakarta – Lupus adalah penyakit yang masuk dalam kategori penyakit autoimun. Kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya mengalami peradangan di beberapa kulit. Peradangan bisa terjadi di sejumlah bagian tubuh, termasuk kulit, sendi, ginjal, hingga otak. Penyakit ini bisa dialami siapa saja, akan tetapi risikonya disebut lebih tinggi pada wanita. 

Lantas, apa penyebab kondisi ini? Mengapa seseorang bisa mengalaminya? Jawabannya karena ada gangguan pada sistem imunitas atau kekebalan tubuh yang dikenal dengan istilah autoimun. Dalam kondisi normal, sistem imun bertugas melindungi tubuh dari risiko infeksi atau cedera. Namun, pada pengidap penyakit autoimun, seperti penyakit ini, sistem imun justru berbalik menyerang sel tubuh yang sehat sehingga memicu peradangan. 

Baca juga: Mengapa Pengidap Lupus Tidak Boleh Kena Sinar Matahari?

Faktor Risiko Penyakit Lupus 

Penyakit ini menyerang tubuh dengan cara memicu peradangan. Secara umum, penyakit ini dibagi ke dalam beberapa jenis, yaitu SLE (systemic lupus erythematosus), cutaneous lupus (lupus pada kulit), drug induced lupus (akibat obat), dan neonatal lupus. Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab penyakit ini. 

Namun, kombinasi dari faktor genetik dan faktor lingkungan disebut berkaitan dengan risiko penyakit ini. Ada beberapa hal yang diduga bisa memicu gejala penyakit, mulai dari paparan sinar matahari, riwayat penyakit infeksi, atau konsumsi obat-obatan tertentu. Penyakit ini disebut bisa terjadi pada siapa saja, akan tetapi ada beberapa faktor yang disebut bisa meningkatkan risikonya, seperti: 

– Faktor genetik, seseorang disebut lebih rentan mengalami penyakit ini jika memiliki riwayat anggota keluarga dengan penyakit sama. 

– Kondisi hormon, gangguan pada hormon diduga berkaitan dengan risiko penyakit ini, terutama hormon estrogen. 

– Faktor lingkungan, seperti sering terpapar sinar matahari, asap rokok, serta racun atau bahan kimia tertentu. 

– Riwayat penyakit infeksi, seperti infeksi virus Epstein-Barr atau cytomegalovirus. 

– Konsumsi obat-obatan tertentu. 

Baca juga: Ini Jenis-Jenis Lupus yang Perlu Diketahui

Penyakit autoimun ini disebut lebih rentan menyerang wanita dibanding pria. Selain itu, risikonya meningkat pada orang yang berusia di antara 15-45 tahun. Riwayat penyakit autoimun lain di keluarga juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Jika memiliki faktor risiko penyakit ini, disarankan untuk selalu menjaga kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter. 

Risiko Kekambuhan 

Seperti dikatakan sebelumnya, gangguan kesehatan ini masuk dalam kategori penyakit kronis. Saat mengalami penyakit ini, gejala yang muncul bisa sangat ringan sementara pada waktu lainnya, gejala penyakit bisa terasa sangat parah. Biasanya, gejala lupus yang parah muncul saat pengidap penyakit ini terpapar sinar matahari langsung, mengalami stres atau merasa tertekan, sedang kelelahan, mengalami penyakit infeksi, serta tidak menjalani pengobatan seperti yang disarankan oleh dokter. 

Penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Namun, pengobatan harus dilakukan untuk meredakan gejala yang muncul serta menurunkan risiko kerusakan parah pada organ tubuh. Pengobatan penyakit ini juga dilakukan untuk menurunkan kemungkinan terjadinya komplikasi. Seperti penyakit kronis lainnya, lupus yang tidak ditangani dengan tepat bisa menimbulkan komplikasi yang membahayakan tubuh. 

Baca juga: Inilah Komplikasi yang Disebabkan oleh Lupus Nefritis

Maka dari itu, disarankan untuk rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dan resep dokter. Jika sediaan obat habis, kamu bisa membelinya di aplikasi Halodoc. Cukup unggah resep obat yang dimiliki dan lakukan pemesanan. Dengan layanan antar, pesanan obat akan dikirim segera ke rumah. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!

Referensi: 
National Institute of Health. Diakses pada 2021. Lupus.
US Department of Health & Human Services. Diakses pada 2021. Lupus and Women.
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Need to Know About Lupus.
WebMD. Diakses pada 2021. Lupus Overview.