
Bagaimanakah Cara Tes Buta Warna Dilakukan? Ini Prosedurnya
Deteksi dini defisiensi penglihatan warna sangat penting untuk berbagai alasan.

DAFTAR ISI
- Tujuan Tes Buta Warna
- Jenis Tes Buta Warna
- Tes Buta Warna Online: Apakah Akurat?
- Persiapan Sebelum Tes Buta Warna
- Prosedur Tes Buta Warna
- Interpretasi Hasil Tes Buta Warna
- Biaya dan Tempat Tes Resmi Buta Warna
- Kapan Harus ke Dokter?
Tes buta warna adalah prosedur pemeriksaan untuk mengidentifikasi defisiensi penglihatan warna.
Kondisi ini terjadi ketika seseorang kesulitan atau tidak mampu membedakan warna tertentu, biasanya merah, hijau, biru, atau kombinasi warna-warna tersebut.
Buta warna, atau yang lebih tepat disebut defisiensi penglihatan warna, umumnya merupakan kondisi genetik, tetapi juga dapat disebabkan oleh penyakit mata, cedera, atau efek samping obat-obatan tertentu.
Tujuan Tes Buta Warna
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, deteksi dini defisiensi penglihatan warna sangat penting untuk berbagai alasan, termasuk:
- Menentukan kesesuaian seseorang untuk pekerjaan atau profesi tertentu yang membutuhkan kemampuan membedakan warna dengan akurat (misalnya, pilot, desainer grafis, teknisi listrik).
- Mengidentifikasi anak-anak yang mungkin mengalami kesulitan belajar karena tidak dapat membedakan warna dalam materi pembelajaran.
- Mendiagnosis kondisi medis tertentu yang dapat memengaruhi penglihatan warna.
Jenis Tes Buta Warna
Ada beberapa jenis tes buta warna yang umum digunakan, antara lain:
- Tes ishihara: Ini adalah tes yang paling sering digunakan. Tes ini menggunakan serangkaian gambar lingkaran yang terdiri dari titik-titik berwarna. Orang dengan penglihatan warna normal akan dapat melihat angka atau bentuk tertentu dalam lingkaran tersebut, sementara orang dengan buta warna akan mengalami kesulitan atau tidak dapat melihatnya sama sekali. Tes Ishihara biasanya terdiri dari 24 hingga 38 plate.
- Tes penyusunan warna (D-15): Dalam tes ini, pasien diminta untuk menyusun blok-blok warna sesuai dengan urutan gradasi warna yang paling mirip. Kesalahan dalam penyusunan dapat mengindikasikan jenis dan tingkat keparahan buta warna.
- Tes HRR (Hardy-Rand-Rittler) dan CAD (Colour Assessment and Diagnosis): Tes ini digunakan untuk mendeteksi jenis buta warna yang lebih spesifik dengan mengidentifikasi pola atau huruf pada latar belakang berwarna. Tes ini lebih mendalam dibandingkan tes Ishihara dan D-15.
Catat, ini Panduan Memilih Obat Mata Buram yang Tersedia di Apotek.
Tes Buta Warna Online: Apakah Akurat?
Saat ini, tersedia berbagai tes buta warna online yang dapat diakses secara gratis. Perlu diingat bahwa tes online ini bersifat simulasi dan hasilnya mungkin tidak sepenuhnya akurat.
Akurasi tes online dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kalibrasi layar, kualitas tampilan, dan kondisi pencahayaan.
Tes online dapat menjadi alat skrining awal yang berguna, tetapi untuk diagnosis yang akurat dan terpercaya, disarankan untuk melakukan tes dengan dokter mata.
Persiapan Sebelum Tes Buta Warna
Umumnya, tidak ada persiapan khusus yang diperlukan sebelum menjalani tes buta warna.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Informasikan kepada dokter tentang riwayat kesehatan mata kamu, termasuk jika kamu memiliki penyakit mata atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
- Pastikan kamu cukup istirahat sebelum tes, karena kelelahan dapat memengaruhi hasil tes.
- Jika kamu menggunakan kacamata atau lensa kontak, gunakan seperti biasa saat tes.
Prosedur Tes Buta Warna
Prosedur tes buta warna bervariasi tergantung pada jenis tes yang digunakan. Berikut adalah gambaran umum prosedur untuk tes Ishihara:
- kamu akan duduk di ruangan dengan pencahayaan yang baik.
- Dokter atau petugas medis akan meminta kamu untuk melihat serangkaian gambar lingkaran (plate) dalam buku Ishihara.
- Setiap plate memiliki titik-titik berwarna yang membentuk angka atau pola tertentu.
- kamu akan diminta untuk menyebutkan angka atau pola yang kamu lihat pada setiap plate.
- Dokter akan mencatat jawaban kamu dan mengevaluasi hasilnya.
Interpretasi Hasil Tes Buta Warna
Hasil tes buta warna akan menunjukkan apakah kamu memiliki defisiensi penglihatan warna atau tidak, serta jenis dan tingkat keparahannya.
Interpretasi hasil tes harus dilakukan oleh dokter atau profesional medis yang berkualifikasi. Berdasarkan hasil tes, dokter dapat memberikan saran atau rekomendasi yang sesuai.
Lantas, Bisakah Katarak Menyebabkan Kebutaan? Ini Faktanya.
Biaya dan Tempat Tes Resmi Buta Warna
Jika kamu memerlukan surat keterangan bebas buta warna untuk keperluan administrasi (misalnya, syarat kerja, sekolah kedinasan, atau pendaftaran TNI/Polri), kamu harus melakukan tes secara tatap muka di fasilitas kesehatan resmi.
Berikut adalah perkiraan biaya dan tempat untuk melakukan tes buta warna resmi pada tahun 2026:
- Tempat: Puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), atau klinik spesialis mata.
- Biaya: Mulai dari Rp180.000 (estimasi, tergantung jenis tes dan rumah sakit).
- Buku Ishihara: Untuk latihan mandiri di rumah, buku Ishihara (14-38 plate) tersedia secara online dengan harga sekitar Rp50.000 – Rp100.000.
Penting untuk dicatat bahwa biaya tersebut hanyalah perkiraan dan dapat bervariasi tergantung pada fasilitas kesehatan yang kamu pilih.
Kapan Harus ke Dokter?
kamu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mata jika:
- Kamu mengalami kesulitan membedakan warna.
- Mencurigai bahwa kamu mungkin memiliki buta warna.
- Membutuhkan surat keterangan bebas buta warna untuk keperluan pekerjaan atau pendidikan.
- Memiliki riwayat keluarga dengan buta warna.
Menurut studi yang dipublikasikan di JAMA Ophthalmology, diagnosis dini dan manajemen yang tepat dapat membantu individu dengan defisiensi penglihatan warna untuk beradaptasi dan memaksimalkan kualitas hidup mereka.
Kesimpulan
Tes buta warna adalah cara sederhana dan efektif untuk mendeteksi defisiensi penglihatan warna.
Jika kamu memiliki kekhawatiran tentang penglihatan warna kamu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata di Halodoc.
Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu kamu mengatasi tantangan yang terkait dengan buta warna dan menjalani hidup sepenuhnya.
Kini kamu juga bisa klik banner di bawah ini untuk hubungi dokter:



