Ad Placeholder Image

Bagaimanakah Cara Tes Buta Warna Dilakukan? Ini Prosedurnya

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Deteksi dini defisiensi penglihatan warna sangat penting untuk berbagai alasan.

Bagaimanakah Cara Tes Buta Warna Dilakukan? Ini ProsedurnyaBagaimanakah Cara Tes Buta Warna Dilakukan? Ini Prosedurnya

DAFTAR ISI


Mata manusia adalah organ sensorik yang sangat kompleks dan menakjubkan. Kemampuan kita untuk membedakan jutaan gradasi warna bergantung pada sel-sel fotoreseptor khusus di dalam retina yang disebut dengan sel kerucut. Namun, tidak semua orang memiliki fungsi sel kerucut yang sempurna. Kondisi di mana seseorang mengalami penurunan kemampuan atau ketidakmampuan sama sekali untuk membedakan warna-warna tertentu dikenal sebagai buta warna atau defisiensi penglihatan warna.

Bagi sebagian besar masyarakat, buta warna sering kali baru disadari ketika mereka menjalani pemeriksaan medis rutin, baik untuk keperluan masuk sekolah, pendaftaran universitas, maupun persyaratan melamar pekerjaan di bidang tertentu seperti militer, penerbangan, atau teknik kelistrikan. Dalam proses seleksi ini, metode yang paling sering digunakan adalah tes Ishihara. Tes ini terdiri dari buku berisi lembaran-lembaran yang dipenuhi titik-titik berwarna, yang di dalamnya tersembunyi angka atau pola tertentu.

Banyak orang mengeluhkan adanya tes buta warna angka tersulit yang seolah-olah dirancang untuk mengecoh mata. Padahal, angka-angka yang dianggap “sulit” atau “tidak terlihat” tersebut memiliki landasan medis yang sangat spesifik. Lembaran tersebut sengaja dibuat dengan desain pseudoisokromatik untuk mendiagnosis tingkat keparahan serta jenis spesifik dari buta warna merah-hijau yang dialami seseorang. Memahami cara kerja tes ini dapat membantu mengurangi rasa cemas sebelum melakukan pemeriksaan mata.

Nah, mau tahu apa saja rahasia di balik tes penglihatan ini dan bagaimana cara kerjanya secara medis? Berikut ulasan lengkapnya!

Anatomi Mata dan Penyebab Buta Warna

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai instrumen pemeriksaan penglihatan, penting untuk memahami bagaimana mata kita menangkap warna. Di bagian belakang mata, terdapat lapisan peka cahaya yang disebut retina. Retina mengandung dua jenis sel fotoreseptor utama: sel batang (rod cells) dan sel kerucut (cone cells). Sel batang berfungsi untuk penglihatan dalam kondisi minim cahaya dan tidak mendeteksi warna. Sebaliknya, sel kerucut membutuhkan cahaya yang cukup terang dan bertanggung jawab atas persepsi warna dan detail ketajaman penglihatan.

Manusia dengan penglihatan normal memiliki tiga jenis sel kerucut, yang sering disebut sebagai penglihatan trikromatik. Ketiga sel kerucut ini merespons panjang gelombang cahaya yang berbeda:

  • Sel kerucut L (Long): Sensitif terhadap panjang gelombang panjang (cahaya merah).
  • Sel kerucut M (Medium): Sensitif terhadap panjang gelombang sedang (cahaya hijau).
  • Sel kerucut S (Short): Sensitif terhadap panjang gelombang pendek (cahaya biru).

Buta warna terjadi ketika satu atau lebih dari sel-sel kerucut ini tidak ada, tidak berfungsi, atau mendeteksi warna yang berbeda dari normal. Penyebab utama buta warna adalah mutasi genetik yang diturunkan secara X-linked recessive. Hal ini menjelaskan mengapa pria jauh lebih rentan mengalami buta warna dibandingkan wanita. Pria hanya memiliki satu kromosom X, sehingga jika kromosom tersebut membawa gen buta warna, mereka akan langsung mengalaminya. Wanita memiliki dua kromosom X, sehingga mutasi pada salah satu kromosom biasanya dikompensasi oleh kromosom X yang normal.

Selain faktor genetik, defisiensi penglihatan warna juga bisa didapat (acquired) akibat penuaan, katarak, kerusakan saraf optik, penyakit makula, atau efek samping dari obat-obatan tertentu, seperti obat anti-malaria atau obat tuberkulosis.

Faktor Pemicu dan Penyebab Buta Warna Dapat Didapat (Acquired)
  1. Penyakit Kronis: Kondisi seperti diabetes, glaukoma, degenerasi makula, penyakit Alzheimer, dan Multiple Sclerosis (MS) dapat merusak saraf optik atau retina.
  2. Efek Samping Obat: Obat-obatan tertentu untuk masalah jantung, tekanan darah tinggi, disfungsi ereksi, infeksi, dan gangguan saraf.
  3. Paparan Zat Kimia Industri: Kontak berkepanjangan dengan bahan kimia seperti karbon disulfida atau pupuk kimia tertentu dapat mengganggu fungsi penglihatan warna.

Mengapa Ada Angka Tersulit dalam Tes Ishihara?

Tes Ishihara diciptakan oleh Dr. Shinobu Ishihara dari Universitas Tokyo pada tahun 1917. Tes ini secara khusus dirancang untuk mendeteksi buta warna merah-hijau (protan dan deutan), yang merupakan jenis kelainan persepsi warna yang paling umum. Tes ini tidak efektif untuk mendeteksi buta warna biru-kuning (tritanopia) atau buta warna total (monokromasi).

Buku tes Ishihara asli yang paling lengkap terdiri dari 38 plat (lembaran). Banyak peserta tes yang merasa frustrasi pada beberapa plat tertentu dan menganggapnya sebagai soal yang sengaja dipersulit. Secara medis, plat-plat tersebut tidak dirancang untuk menjadi “sulit”, melainkan dirancang berdasarkan prinsip pembauran warna kognitif. Berikut adalah klasifikasi plat yang menjelaskan fenomena tersebut:

1. Plat Demonstrasi (Demonstration Plates)

Plat pertama, biasanya menunjukkan angka “12”. Angka ini dicetak dengan titik-titik oranye pada latar belakang biru muda. Ini bukan angka yang sulit. Faktanya, plat ini dirancang agar dapat dibaca oleh semua orang, baik yang memiliki penglihatan normal maupun buta warna, asalkan mereka tidak memiliki gangguan ketajaman penglihatan yang parah. Tujuannya adalah untuk memastikan pasien memahami cara kerja tes dan tidak berpura-pura tidak bisa melihat.

2. Plat Transformasi (Transformation Plates)

Inilah salah satu alasan mengapa tes ini terasa manipulatif bagi penderita buta warna. Pada plat jenis ini, individu dengan penglihatan warna normal akan melihat satu angka (misalnya, angka “8”), tetapi individu dengan buta warna merah-hijau akan melihat angka yang sama sekali berbeda (misalnya, angka “3”). Hal ini terjadi karena titik-titik disusun sedemikian rupa sehingga pigmen warna yang tersisa pada penderita buta warna akan membentuk pola alternatif.

3. Plat Menghilang (Vanishing Plates)

Bagi orang normal, angka pada plat ini terlihat jelas (misalnya angka “73” atau “74”). Namun, bagi seseorang dengan defisiensi penglihatan merah-hijau, mereka tidak akan melihat angka apa pun. Titik-titik yang membentuk angka memiliki rona warna yang berbaur sempurna dengan latar belakang di mata penderita defisiensi warna. Kegagalan melihat angka di plat ini merupakan indikator kuat adanya kelainan.

4. Plat Digit Tersembunyi (Hidden Digit Plates) – Angka “Tersulit”

Inilah yang sering diklaim sebagai tingkat paling ekstrem dalam tes penglihatan. Plat ini memiliki sifat yang berlawanan dengan plat menghilang. Individu dengan penglihatan warna normal tidak akan melihat angka apa pun di dalam lingkaran tersebut, melainkan hanya kumpulan titik acak. Ajaibnya, individu dengan buta warna merah-hijau justru akan melihat angka yang jelas (misalnya angka “5”). Otak orang buta warna mengabaikan distraksi warna latar belakang yang bagi orang normal menutupi pola angka tersebut. Jika kamu memiliki mata normal dan memaksakan diri mencari angka di plat ini, kamu akan merasa ini adalah tes yang mustahil dijawab.

5. Plat Diagnostik (Diagnostic Plates)

Plat ini dirancang untuk membedakan antara penderita protanopia (buta warna merah) dan deuteranopia (buta warna hijau). Biasanya terdapat dua angka bersebelahan. Misalnya, plat menunjukkan angka “26”. Penderita protanopia mungkin hanya bisa melihat angka “6”, sementara penderita deuteranopia hanya bisa melihat angka “2”. Ini sangat penting secara klinis untuk menentukan tingkat keparahan defisiensi sel kerucut L atau sel kerucut M.

Jenis Tes Buta Warna Selain Ishihara

Meskipun Ishihara sangat populer, tes ini memiliki keterbatasan karena hanya fokus pada spektrum merah-hijau. Dalam dunia medis, dokter mata atau oftalmolog akan menggunakan metode lain jika dicurigai adanya defisiensi warna jenis lain atau jika pasien membutuhkan sertifikasi medis yang sangat akurat.

1. Farnsworth-Munsell 100 Hue Test

Berbeda dengan tebak angka, tes ini mengharuskan pasien menyusun balok-balok atau kepingan bulat yang memiliki gradasi warna berbeda secara berurutan. Pasien harus menyusunnya dari satu rona warna ke rona warna lain (misalnya dari merah muda pudar ke biru pudar). Tes ini tidak hanya mendiagnosis buta warna, tetapi juga dapat mengukur ketepatan dan ketajaman mata (color acuity) secara detail. Karena memakan waktu, tes ini biasanya dikhususkan untuk industri yang sangat bergantung pada keakuratan warna, seperti desainer grafis profesional atau analis kimia.

2. Cambridge Color Test

Ini adalah versi modern dan digital yang prinsipnya mirip dengan tes Ishihara. Pasien melihat ke layar komputer yang menampilkan huruf “C” yang terbentuk dari titik-titik berwarna pada latar belakang titik acak. Pasien diminta untuk menekan salah satu dari empat tombol yang menunjukkan arah bukaan huruf “C” tersebut. Tes ini lebih objektif dan dapat mendeteksi kelainan warna tritan (biru-kuning) yang tidak dapat dideteksi oleh Ishihara.

3. Anomaloscope (Alat Anomaloskop)

Ini adalah alat diagnostik klinis yang paling akurat atau dikenal sebagai gold standard untuk mendiagnosis buta warna merah-hijau. Pasien melihat ke dalam sebuah lensa tabung. Di dalamnya, terdapat lingkaran yang terbagi menjadi dua. Setengah bagian atas menunjukkan cahaya kuning yang kecerahannya bisa diatur. Setengah bagian bawah menunjukkan campuran cahaya merah dan hijau yang rasionya bisa diubah oleh pasien. Pasien diminta untuk menyesuaikan tombol hingga kedua sisi lingkaran memiliki warna dan kecerahan yang sama persis (match). Bagaimana pasien mencocokkan warna ini akan memberitahu dokter secara pasti jenis dan keparahan buta warnanya.

Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan ke Dokter?

Buta warna genetik memang tidak dapat disembuhkan, namun melakukan diagnosis dini sangatlah krusial. Anak-anak yang mengalami kesulitan membedakan warna dapat menghadapi hambatan di sekolah, terutama pada jenjang pendidikan usia dini di mana materi pembelajaran sangat bergantung pada pengenalan warna. Anak tersebut mungkin dicap lambat belajar, padahal mereka hanya tidak bisa melihat perbedaan antara kapur hijau dan merah di papan tulis.

Segera lakukan konsultasi jika kamu atau anak kamu sering kesulitan membedakan warna lampu lalu lintas, kesulitan mencocokkan warna pakaian, atau tidak dapat membedakan tingkat kematangan buah berdasarkan warnanya. Kamu bisa menggunakan layanan telemedicine untuk mendapatkan arahan awal. Jika diperlukan, kamu juga bisa beli vitamin mata dan suplemen pendukung secara praktis melalui apotek digital resmi, meskipun vitamin tersebut lebih ditujukan untuk menjaga kesehatan makula dan retina secara keseluruhan, bukan untuk menyembuhkan buta warna bawaan.

Selain itu, jika kamu sebelumnya memiliki penglihatan warna yang normal namun belakangan ini merasa warna terlihat memudar atau dunia tampak keabu-abuan, ini bisa menjadi tanda bahaya adanya masalah saraf optik atau penyakit makula yang membutuhkan penanganan medis segera.

Studi Terkait Buta Warna

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan sebuah studi epidemiologi yang menjelaskan bahwa defisiensi penglihatan warna genetik memengaruhi sekitar 8% populasi pria Kaukasia dan sekitar 0,4% hingga 0,5% pada populasi wanita secara global.

Studi klinis tersebut menegaskan bahwa tingginya angka prevalensi pada pria berakar murni pada genetika pewarisan terkait kromosom seks. Selain itu, penelitian optometri terbaru terus mengeksplorasi penggunaan kacamata dengan filter optik khusus (seperti EnChroma) yang terbukti secara empiris membantu meningkatkan kontras antara panjang gelombang merah dan hijau. Walaupun kacamata tersebut tidak menyembuhkan kelainan pada tingkat seluler, studi menunjukkan bahwa kacamata ini berhasil meningkatkan kemampuan pasien dalam lulus tes pseudoisokromatik ringan.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2024. What Is Color Blindness?
National Eye Institute (NEI). Diakses pada 2024. Color Blindness.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Poor color vision.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Color Blindness: Types, Causes & Treatment.
NCBI. Diakses pada 2024. Physiology, Color Vision.

FAQ

1. Apakah ada obat yang dapat menyembuhkan buta warna bawaan lahir?

Tidak, saat ini belum ada obat medis maupun suplemen nutrisi yang terbukti secara ilmiah dapat menyembuhkan atau mengubah struktur DNA genetik yang menyebabkan buta warna bawaan. Kondisi ini bersifat permanen seumur hidup.

2. Apakah tes buta warna bisa dihafalkan agar lulus tes medis pekerjaan?

Meskipun secara teknis pola tes Ishihara tersebar di internet dan bisa dihafal, dokter pemeriksa biasanya menyadari trik ini. Dokter dapat mengacak urutan buku, memutar arah plat, atau menggantinya dengan instrumen tes lain seperti Farnsworth-Munsell untuk memastikan objektivitas hasil.

3. Mengapa angka pada tes Ishihara tampak seperti titik-titik yang menyatu bagi saya?

Itu adalah cara kerja metode pseudoisokromatik. Tes dirancang dengan titik-titik yang memiliki saturasi (kecerahan) yang sama namun dengan hue (rona) yang berbeda. Jika sel kerucut merah atau hijau di matamu mengalami defisiensi, otak tidak bisa membedakan rona tersebut sehingga titik-titiknya menyatu dengan latar belakang.

4. Apakah kacamata khusus buta warna benar-benar efektif?

Kacamata buta warna (seperti merk EnChroma) menggunakan lensa dengan filter optik khusus yang menyaring panjang gelombang cahaya tertentu yang saling tumpang tindih. Ini membantu meningkatkan kontras warna merah dan hijau, namun kacamata ini tidak memperbaiki sel retina dan tidak bekerja secara efektif pada penderita buta warna total atau kelainan yang terlalu parah.