Ad Placeholder Image

Bahaya Hipertensi Kronis: Pemicu Utama Penyakit Jantung

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   27 Januari 2026

Hipertensi adalah faktor risiko utama penyakit jantung yang sering kali tidak bergejala, sehingga deteksi dini sangatlah krusial.

Bahaya Hipertensi Kronis: Pemicu Utama Penyakit JantungBahaya Hipertensi Kronis: Pemicu Utama Penyakit Jantung

DAFTAR ISI

  1. Apa Itu Hipertensi?
  2. Hubungan Hipertensi dan Penyakit Jantung
  3. Penyebab dan Faktor Risiko Hipertensi
  4. Gejala Hipertensi yang Perlu Diwaspadai
  5. Hipertensi sebagai “Silent Killer”
  6. Penanganan dan Pencegahan Hipertensi
  7. Komplikasi Hipertensi yang Perlu Diketahui
  8. Kapan Harus ke Dokter?

Hipertensi seringkali dianggap sebagai masalah kesehatan yang sepele. Padahal, hipertensi adalah kondisi medis yang serius dan menjadi faktor risiko utama penyakit jantung.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak arteri dan memaksa jantung bekerja lebih keras, meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, dan masalah kardiovaskular lainnya.

Apa Itu Hipertensi?

Hipertensi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah di arteri meningkat secara persisten di atas batas normal.

Secara umum, hipertensi atau tekanan darah tinggi, didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg.

Kondisi ini memaksa jantung untuk bekerja lebih keras memompa darah ke seluruh tubuh. Jika tidak terkontrol, hipertensi dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, ginjal, otak, dan organ lainnya.

Hubungan Hipertensi dan Penyakit Jantung

Hipertensi dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit jantung, termasuk:

  • Penyakit arteri koroner: Hipertensi merusak lapisan dalam arteri koroner, membuatnya lebih rentan terhadap penumpukan plak.
  • Gagal jantung: Jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah melawan tekanan tinggi, yang lama kelamaan dapat melemahkan otot jantung.
  • Aritmia: Hipertensi dapat menyebabkan perubahan pada struktur dan fungsi listrik jantung, meningkatkan risiko aritmia.
  • Serangan jantung: Plak yang menumpuk di arteri koroner dapat pecah dan menyebabkan pembekuan darah yang menghalangi aliran darah ke jantung, memicu serangan jantung.

Penyebab dan Faktor Risiko Hipertensi

Dua jenis utama hipertensi adalah:

  • Hipertensi primer (esensial): Jenis hipertensi ini berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun dan penyebabnya tidak selalu diketahui. Faktor genetik dan usia berperan dalam perkembangan hipertensi primer.
  • Hipertensi sekunder: Hipertensi sekunder disebabkan oleh kondisi medis lain atau penggunaan obat-obatan tertentu. Kondisi medis yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder meliputi penyakit ginjal, masalah tiroid, sleep apnea, dan tumor adrenal. Beberapa obat-obatan, seperti pil KB, dekongestan, dan obat penghilang rasa sakit, juga dapat meningkatkan tekanan darah.

Selain itu, beberapa faktor risiko gaya hidup dapat meningkatkan risiko terkena hipertensi, antara lain:

  • Konsumsi garam berlebihan.
  • Pola makan tinggi lemak jenuh dan kolesterol.
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Obesitas.
  • Merokok.
  • Konsumsi alkohol berlebihan.
  • Stres kronis.
  • Kurang tidur.

Gejala Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Seringkali, hipertensi tidak menimbulkan gejala apapun, terutama pada tahap awal. Inilah mengapa hipertensi sering disebut sebagai “silent killer.” Namun, pada kasus yang lebih parah, hipertensi dapat menyebabkan gejala seperti:

  • Sakit kepala parah.
  • Pusing.
  • Mimisan.
  • Gangguan penglihatan.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada.
  • Mual dan muntah.
  • Telinga berdenging.

Jika kamu mengalami gejala-gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut Ini Dokter Spesialis yang Bisa Bantu Mengobati Hipertensi untuk kamu hubungi.

Hipertensi sebagai “Silent Killer”

Bahaya utama hipertensi terletak pada kenyataan bahwa seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi sampai mereka mengalami komplikasi serius, seperti serangan jantung atau stroke.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur, terutama jika kamu memiliki faktor risiko hipertensi.

Simak informasi lain tentang Apa itu Hipertensi? Gejala, Penyebab, Pengobatan & Pencegahannya di sini agar makin waspada.

Penanganan dan Pencegahan Hipertensi

Penanganan dan pencegahan hipertensi melibatkan perubahan gaya hidup dan, dalam beberapa kasus, penggunaan obat-obatan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mengontrol tekanan darah kamu:

  • Diet sehat: Konsumsi makanan rendah garam, kaya buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Batasi asupan lemak jenuh dan kolesterol.
  • Olahraga teratur: Lakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari, seperti berjalan kaki, jogging, berenang, atau bersepeda.
  • Berat badan ideal: Pertahankan berat badan yang sehat. Jika kamu kelebihan berat badan atau obesitas, menurunkan berat badan dapat membantu menurunkan tekanan darah kamu.
  • Berhenti merokok: Merokok merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung.
  • Hindari konsumsi alkohol: Hindari konsumsi alkohol, karena terbukti meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular.
  • Manajemen stres: Temukan cara sehat untuk mengelola stres, seperti yoga, meditasi, atau menghabiskan waktu di alam.
  • Obat-obatan: Dokter mungkin meresepkan obat-obatan untuk membantu menurunkan tekanan darah kamu. Penting untuk minum obat sesuai dengan petunjuk dokter dan melakukan pemeriksaan rutin.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan “CERDIK”:

  • Cek kesehatan secara berkala.
  • Enyahkan asap rokok.
  • Rajin aktivitas fisik.
  • Diet sehat dengan kalori seimbang.
  • Istirahat cukup.
  • Kelola stres.

Komplikasi Hipertensi yang Perlu Diketahui

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, termasuk:

  • Penyakit jantung: Hipertensi meningkatkan risiko penyakit arteri koroner, gagal jantung, dan serangan jantung.
  • Stroke: Hipertensi adalah faktor risiko utama stroke. Pahami informasi lebih dalam soal Stroke – Gejala, Penyebab, Pencegahan & Pengobatannya berikut ini.
  • Gagal ginjal: Hipertensi dapat merusak pembuluh darah di ginjal, menyebabkan gagal ginjal.
  • Kerusakan mata: Hipertensi dapat merusak pembuluh darah di mata, menyebabkan gangguan penglihatan atau kebutaan.
  • Penyakit arteri perifer: Hipertensi dapat menyebabkan penyempitan arteri di kaki dan tungkai, menyebabkan nyeri, kram, dan bahkan amputasi.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera berkonsultasi dengan dokter jika:

  • Mengalami gejala hipertensi yang parah, seperti sakit kepala parah, nyeri dada, atau sesak napas.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi atau penyakit jantung.
  • Memiliki faktor risiko hipertensi lainnya, seperti obesitas, diabetes, atau penyakit ginjal.
  • Tekanan darah kamu secara konsisten di atas 140/90 mmHg.

Itulah penjelasan seputar hipertensi yang perlu kamu ketahui. Jika kamu punya pertanyaan lain terkait kondisi ini, hubungi dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc saja!

Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. High blood pressure (hypertension)
National Health Service UK. Diakses pada 2026. High blood pressure (hypertension).
Harvard Health. Diakses pada 2026. High Blood pressure (Hypertension).
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Hypertension.