• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Lepas Masker saat Selfie Meski Cuma Sebentar

Bahaya Lepas Masker saat Selfie Meski Cuma Sebentar

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Hingga saat ini, memakai masker masih menjadi salah satu upaya pencegahan utama dari penularan virus corona (COVID-19). Itulah sebabnya saat beraktivitas di luar rumah, setiap orang diimbau untuk selalu mengenakan maskernya. Namun, tetap saja ada kalanya banyak orang melepas masker sebentar, misalnya saat ingin berswafoto atau selfie bersama. 

Kamu tentu sering menjumpai unggahan di media sosial yang menunjukkan sedang berfoto bersama teman-teman, atau di pesta pernikahan, tanpa mengenakan masker, bukan? Tak jarang juga yang menambahi alasan seperti: “Kita pakai masker, kok. Cuma dilepas sebentar pas foto aja.” Sebenarnya, bahaya tidak sih melepas masker saat selfie, meski hanya sebentar?

Baca juga: Cegah Corona dengan Cuci Tangan, Perlukah Pakai Sabun Khusus?

Risiko Penularan Corona Meningkat saat Lepas Masker

Meski hanya sebentar, dengan dalih untuk foto bersama, melepas masker sebenarnya telah meningkatkan risiko penularan corona karena dua alasan. Alasan yang pertama tentunya dari segi pemakaian masker itu sendiri. Seperti diketahui, masker digunakan bukanlah tanpa fungsi.

Selama pandemi COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pemerintah Indonesia pun tak pernah henti mengingatkan untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Tujuannya untuk memproteksi diri dari percikan cairan pernapasan atau droplets, yang mungkin saja dikeluarkan oleh pengidap COVID-19, meski yang tidak menunjukkan gejala sekali pun. 

Jadi, ketika masker dilepas, meski hanya beberapa detik saja untuk mengambil foto bersama orang lain, tentunya proteksi diri tiba-tiba hilang untuk sementara. Siapa yang bisa menjamin dalam waktu beberapa detik itu tidak ada droplets melayang dan terhirup secara tidak sengaja? Tentunya, tidak ada yang bisa menjamin, bukan?

Belum lagi jika kamu melepas masker tidak dengan benar. Misalnya, malah memegang bagian depan masker saat membuka, atau hanya menurunkan masker ke dagu. Bisa saja virus yang menempel di bagian depan masker atau di area dagu dan leher, jadi berpindah dan masuk ke tubuh.

Baca juga: Ini yang Harus Diperhatikan saat Isolasi di Rumah Terkait Virus Corona

Alasan kedua mengapa lepas masker saat selfie berbahaya, meski cuma sebentar adalah soal jaga jarak fisik. Ketika berswafoto bersama, tentunya kamu dan teman-teman jadi saling mendekatkan diri agar bisa masuk ke frame, bukan?

Nah, itu berarti kamu juga telah melanggar protokol kesehatan untuk selalu menjaga jarak fisik dengan orang lain. Padahal, WHO selalu mengimbau untuk menjaga jarak fisik dengan orang lain, setidaknya 2 meter. Jadi, ketika kamu melepas masker untuk selfie bersama teman-teman, bisa dikatakan bahwa kamu sedang membahayakan dirimu sendiri. 

Terlebih, siapa yang bisa menjamin bahwa salah satu dari teman-temanmu itu bebas dari COVID-19? Bisa saja ia sebenarnya sudah terinfeksi, tetapi daya tahan tubuhnya masih bagus sehingga tidak menimbulkan gejala. Namun, meski tidak timbul gejala, ia tetap bisa menulari orang di sekitarnya.

Baca juga: Potensi Virus Corona di Transportasi Umum dan Pencegahannya

Selalu Pakai Masker dan Jaga Jarak Fisik

Sebenarnya, bukan hanya saat berswafoto saja, pada kesempatan apapun sebaiknya jangan pernah melepas masker dan berdekatan dengan orang lain, selama pandemi belum usai. Sebab, sudah pakai masker pun risiko tertular virus corona tetap ada, apalagi jika tidak dipakai atau sering dilepas?

Selalu pakai masker dengan benar saat berada di ruang publik atau beraktivitas di luar rumah dan yang terpenting juga jaga jarak fisik dengan orang lain. Merujuk pada pedoman WHO, berikut langkah perlindungan diri dari penularan COVID-19 yang perlu dilakukan:

  • Cuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan air mengalir dan sabun, atau hand sanitizer berbasis alkohol jika tidak tersedia sarana sanitasi.
  • Jangan pergi ke tempat yang ramai atau terdapat kerumunan orang.
  • Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut saat belum cuci tangan.
  • Selalu tutup mulut dan hidung dengan siku atau tisu saat batuk atau bersin.
  • Batasi aktivitas di luar rumah dan lakukan isolasi diri meski dengan gejala ringan seperti batuk, sakit kepala, demam ringan, hingga sembuh.

Jika merasa kurang sehat, sebaiknya istirahat di rumah dan download aplikasi Halodoc untuk membicarakan keluhannya pada dokter lewat chat, dan memesan obat yang diresepkan lewat aplikasi. 

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. How COVID-19 Spreads.
WHO. Diakses pada 2020. Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public.