Bahaya Membakar Sampah bagi Kesehatan

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   05 Mei 2023

“Saat membakar sampah ada banyak zat beracun yang terkumpul dalam asap, yang menyebabkan masalah kesehatan. Antara lain gangguan pernapasan, iritasi, masalah kulit, dan bahkan memicu kanker.”

Bahaya Membakar Sampah bagi KesehatanBahaya Membakar Sampah bagi Kesehatan

Halodoc, Jakarta – Di Indonesia, membakar sampah nampaknya masih menjadi hal yang biasa terjadi. Beberapa orang menganggap kegiatan ini efektif untuk menyingkirkan sampah yang menumpuk. Padahal, asap selama proses pembakaran dapat menimbulkan bahaya, baik untuk lingkungan maupun kesehatan.

Baru-baru ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya angin kencang, dan menghindari membakar sampah. 

Tujuannya, agar tidak menimbulkan polusi udara yang dapat membahayakan tubuh. Nah, pertanyaannya apa saja sih bahaya membakar sampah untuk tubuh? 

Kandungan Zat Berbahaya dalam Asap Hasil Pembakaran Sampah

Umumnya, sampah organik dan anorganik dicampurkan begitu saja ketika seseorang membakar sampah . Padahal, kedua jenis sampah ini masing-masing memiliki zat berbahaya yang bisa dilepaskan ketika dibakar. 

Nah, bayangkan apabila kamu membakar kedua sampah tersebut secara bersamaan. Tentunya akan ada banyak zat beracun yang terkumpul dalam asap.

Membakar sampah organik seperti kayu, daun kering, dan sisa makanan, akan menghasilkan uap yang mengandung gas beracun. Contohnya, karbon dioksida, karbon monoksida, nitrogen oksida, hidrokarbon, dan gas rumah kaca lainnya. Selain itu, terdapat juga partikel kecil dalam asap yang jika terhirup akan sangat mempengaruhi kesehatan manusia, terutama pada sistem pernapasan.

Sementara itu, membakar sampah anorganik seperti plastik, bisa lebih berbahaya lagi. Pasalnya, plastik pada dasarnya sudah mengandung banyak bahan kimia, berbahaya. Nah, jika dibakar maka akan banyak bahan kimia beracun yang dilepaskan dari sampah plastik.

Berikut ini beberapa zat beracun dari pembakaran sampah plastik:

  • Nitrogen oksida.
  • Sulfur dioksida.
  • Bahan kimia organik yang mudah menguap (VOC).
  • Bahan organik polisiklik (POM)
  • Logam berat seperti dioksin.
  • Benzo(a)pyrene (BAP) dan polyaromatic hydrocarbons (PAHs), yang keduanya telah terbukti menyebabkan kanker.

Apabila zat ini terbawa oleh angin, maka dapat menyebar di danau atau sungai, dan pada akhirnya mencemari sumber dan ekosistem air. Tak hanya itu, ada kemungkinan juga zat-zat tersebut menempel pada makanan, yang jika dimakan akan membawa racun ke dalam tubuh.

Bahaya Membakar Sampah bagi Kesehatan

Berikut ini bahaya membakar sampah bagi kesehatan:

1. Gangguan pernapasan

Bahaya membakar sampah yang paling umum terjadi adalah munculnya gangguan pernapasan. Asap hasil pembakaran sampah dapat mencemari udara sekitar. Jika kamu menghirupnya, zat-zat dalam asap pun otomatis juga ikut terhirup. Biasanya hal ini menimbulkan batuk, sesak napas, dan hidung terasa perih.

Dalam jangka panjang, menghirup asap terus menerus berpotensi menyebabkan masalah pernapasan yang lebih parah. Contohnya seperti infeksi paru-paru, pneumonia, bronkitis, dan alergi. Terutama bagi mereka yang sudah memiliki penyakit pernapasan sebelumnya.

2. Iritasi

Bahaya membakar sampah selanjutnya yang juga sering terjadi adalah iritasi. Asap yang pekat dengan partikel-partikel kecil di dalamnya, jika terkena mata dapat menyebabkan mata perih, merah, dan berair. 

Sementara itu, bila terhirup dapat menyebabkan iritasi pada mulut, hidung, dan tenggorokan. Nah, hal tersebut bisa menyebabkan batuk-batuk, kesulitan bernapas, dan sensasi seperti tercekik di tenggorokan. Bahkan, terkadang hal ini juga disertai dengan sakit kepala dan mual.

Ketahui juga dampak asap kebakaran lainnya bagi kesehatan tubuh, di laman berikut, “Kenali Efek dan Dampak Kesehatan Akibat Asap Kebakaran.

3. Kanker

Meskipun kemungkinannya kecil, tetapi bahaya membakar sampah dalam jangka panjang bisa saja memicu berkembangnya jenis kanker tertentu. Bukan tanpa alasan, pasalnya terdapat banyak zat karsinogen dalam asap hasil pembakaran sampah. 

Contohnya dioksin, BAP, PAH, merkuri, arsenik, dan lain-lain. Bagi kelompok individu yang lebih sensitif seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia, sebisa mungkin hindari terpapar zat-zat tersebut.

4. Kerusakan kulit

Sebagai bagian tubuh yang terekspos langsung oleh asap, kulit juga tidak luput terkena bahaya membakar sampah. Dalam jangka pendek, paparan dioksin, furan, dan zat berbahaya lainnya dapat menyebabkan lesi kulit.

Ini adalah kondisi pertumbuhan jaringan abnormal pada permukaan kulit. Contoh lesi kulit akibat paparan asap, yaitu chloracne dan warna kulit menggelap secara tidak merata.

Itulah bahaya membakar sampah bagi kesehatan. Mulai sekarang yuk hindari kegiatan ini dan olah sampah dengan lebih baik lagi! 

Nah, apabila kamu memiliki keluhan akibat terpapar asap pembakaran sampah atau keluhan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk segera tanyakan dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk download Halodoc sekarang. 

Referensi: 
Wisconsin Department of Natural Resources. Diakses pada 2023. ENVIRONMENTAL AND HEALTH IMPACTS OF OPEN BURNING.
Indiana Department of Environmental Management. Diakses pada 2023. Health Risks and Environmental Impacts.
WHO. Diakses pada 2023. Dioxins and their effects on human health

Mulai Rp25 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Dokter seputar Kesehatan