Ad Placeholder Image

Baik untuk Mental, Begini Cara Menerapkan Gaya Hidup Stoicism

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 Juni 2026

“Stoicism merupakan suatu filosofi yang menekankan ketenangan pada individu ketika menghadapi perasaan atau situasi yang sulit. Menerapkan stoicism di kehidupan sehari-hari bisa membantumu berpikir lebih logis, membuat perasaan lebih tenang, dan juga memutuskan segala hal tanpa gegabah.”

Baik untuk Mental, Begini Cara Menerapkan Gaya Hidup StoicismBaik untuk Mental, Begini Cara Menerapkan Gaya Hidup Stoicism

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasa sangat lelah secara mental karena terlalu memikirkan perkataan orang lain atau mencemaskan masa depan yang belum tentu terjadi? Di era modern yang penuh dengan tuntutan media sosial dan kecepatan informasi, kesehatan mental menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Salah satu cara yang kini banyak digemari untuk menjaga stabilitas emosi adalah dengan menerapkan filosofi Stoik atau Stoikisme.

Stoikisme bukanlah tentang menahan perasaan atau menjadi dingin seperti robot. Sebaliknya, ini adalah sebuah alat praktis untuk membantu kamu tetap tenang di tengah badai kehidupan. Dengan memahami apa yang bisa kamu kendalikan dan apa yang tidak, beban pikiran akan berkurang secara signifikan, sehingga stres tidak merusak kesehatan fisikmu.

Namun, terkadang stres yang berkepanjangan akibat tekanan hidup bisa berdampak pada kesehatan saraf dan stamina tubuh. Selain melatih pikiran, menjaga asupan nutrisi untuk saraf juga sangat penting agar proses berpikir tetap jernih. Jika kamu merasa gejala stres mulai memengaruhi fisik, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang tepat.

Nah, mau tahu apa saja pilihan suplemen yang dapat mendukung kesehatan saraf dan fisikmu selama menerapkan prinsip stoikisme? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Suplemen Pendukung Kesehatan Mental yang Ampuh

Kesehatan mental yang baik bermula dari pikiran yang tenang dan tubuh yang sehat. Suplemen berikut dapat membantu menjaga fungsi saraf agar kamu tetap fokus dalam menjalani hari-hari yang penuh tantangan.

1. Neurobion Forte 10 Tablet Per Strip

Neurobion Forte adalah suplemen vitamin neurotropik yang mengandung Vitamin B1 (Thiamine), Vitamin B6 (Pyridoxine), dan Vitamin B12 (Cyanocobalamin) dalam dosis tinggi. Kandungan ini bekerja secara sinergis untuk memelihara kesehatan sel saraf, membantu metabolisme energi, dan mencegah kerusakan saraf akibat stres atau kelelahan.

Manfaat utama dari produk ini adalah untuk membantu mengatasi gangguan saraf seperti kesemutan dan kebas yang sering muncul saat tubuh merasa stres atau terlalu lelah bekerja.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet sehari setelah makan atau sesuai petunjuk dokter.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Neurobion Forte 10 Tablet Per Strip di Toko Kesehatan Halodoc

2. Blackmores Executive B 62 Tablet

Blackmores Executive B merupakan kombinasi vitamin B kompleks yang diperkaya dengan magnesium dan zink serta herbal seperti Avena sativa (oat) dan Passiflora. Kandungan ini dirancang khusus untuk membantu tubuh menghadapi situasi tekanan tinggi atau stres berkepanjangan.

Cara kerjanya adalah dengan mendukung sistem saraf pusat dan membantu merelaksasi otot yang tegang akibat beban kerja mental yang berat. Manfaatnya sangat terasa bagi mereka yang memiliki gaya hidup sibuk dan sering merasa cemas.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet sehari setelah makan pagi atau makan siang.

Peringatan: Hindari penggunaan menjelang waktu tidur karena dapat meningkatkan energi. Konsultasikan dengan dokter jika sedang hamil atau menyusui.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Blackmores Executive B 62 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3 Prinsip Utama Stoikisme
  1. Dikotomi Kendali: Membedakan apa yang bisa kita kendalikan (pikiran, tindakan) dan apa yang tidak (opini orang, cuaca, hasil akhir).
  2. Amor Fati: Mencintai takdir dan menerima apa pun yang terjadi sebagai bagian dari proses pendewasaan.
  3. Premeditatio Malorum: Membayangkan kemungkinan terburuk agar kita lebih siap secara mental jika hal itu benar-benar terjadi.

Apa Itu Stoikisme dan Mengapa Populer?

Stoikisme adalah sekolah filsafat Helenistik yang didirikan oleh Zeno dari Citium di Athena pada awal abad ke-3 SM. Meski usianya sudah ribuan tahun, ajaran ini tetap relevan karena sifatnya yang sangat praktis. Tokoh-tokoh terkenalnya seperti Seneca, Epictetus, dan Kaisar Romawi Marcus Aurelius meninggalkan catatan-catatan yang menjadi panduan hidup bagi banyak orang modern saat ini.

Inti dari Stoikisme adalah bagaimana kita mencapai Eudaimonia (kebahagiaan atau kesejahteraan) melalui kebajikan (virtue) dan ketenangan batin. Filosofi ini mengajarkan bahwa penderitaan manusia bukan disebabkan oleh peristiwa itu sendiri, melainkan oleh persepsi atau penilaian kita terhadap peristiwa tersebut.

Prinsip Utama Stoikisme untuk Ketenangan Batin

Ada beberapa fondasi dasar yang membuat gaya hidup ini sangat efektif untuk menjaga kesehatan mental:

1. Dikotomi Kendali (Dichotomy of Control)

Ini adalah prinsip yang paling fundamental. Stoikisme mengajarkan bahwa kita harus fokus hanya pada hal-hal yang ada di bawah kendali penuh kita, yaitu pikiran, nilai-nilai, dan tindakan kita. Hal-hal eksternal seperti reputasi, kekayaan, perilaku orang lain, dan kesehatan fisik (secara hasil akhir) tidak sepenuhnya di bawah kendali kita. Dengan melepaskan keinginan untuk mengontrol hal eksternal, kita akan terhindar dari rasa kecewa dan kecemasan yang tidak perlu.

2. Hidup Selaras dengan Alam

Artinya hidup dengan menggunakan nalar atau logika sebagai pemandu utama. Manusia adalah makhluk rasional, sehingga dalam menghadapi masalah, kita diajak untuk melihatnya secara objektif tanpa bumbu emosi yang berlebihan. Jika kamu merasa sangat tertekan, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk membantu meredakan gejala fisik yang muncul akibat kelelahan mental.

Cara Menerapkan Gaya Hidup Stoik dalam Keseharian

Menerapkan stoikisme tidak membutuhkan biaya, hanya membutuhkan latihan konsisten. Berikut langkah-langkahnya:

1. Jurnaling di Pagi dan Malam Hari

Marcus Aurelius menulis “Meditations” sebagai bentuk jurnaling pribadinya. Di pagi hari, tuliskan apa saja tantangan yang mungkin kamu hadapi. Di malam hari, evaluasi apa yang sudah dilakukan dengan baik dan apa yang perlu diperbaiki. Ini membantu kamu tetap sadar akan tindakanmu.

2. Latihan Ketidaknyamanan Sukarela

Sesekali, cobalah untuk tidak makan makanan enak atau tidur di tempat yang kurang nyaman secara sengaja. Tujuannya adalah untuk melatih mental agar tetap kuat jika suatu saat keadaan ekonomi atau situasi hidup berubah menjadi sulit. Kamu akan menyadari bahwa kamu tetap bisa bertahan hidup meskipun tanpa kemewahan.

3. Hiduplah di Masa Sekarang (Mindfulness)

Penyesalan atas masa lalu dan kecemasan atas masa depan adalah pencuri kebahagiaan. Fokuslah pada apa yang bisa kamu lakukan hari ini dengan sebaik mungkin.

Studi Mengenai Stoikisme dan Kesehatan Mental

Cognitive Therapy and Research menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa teknik dalam Stoikisme memiliki kesamaan mendasar dengan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Studi menunjukkan bahwa individu yang melatih prinsip-prinsip Stoik memiliki tingkat ketahanan (resiliensi) yang lebih tinggi terhadap depresi dan kecemasan dibandingkan mereka yang tidak.

Elaborasi temuan ini menunjukkan bahwa perubahan pola pikir dari reaktif menjadi proaktif secara rasional sangat membantu dalam menurunkan kadar kortisol atau hormon stres dalam tubuh. Hal ini membuktikan bahwa filosofi kuno ini memiliki landasan medis modern yang kuat dalam menjaga kesehatan jiwa.

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?

Meskipun Stoikisme sangat membantu, filosofi ini bukanlah pengganti terapi medis atau psikologis untuk kondisi klinis yang berat. Kamu perlu ke dokter jika:

1. Gejala Fisik Mengganggu Aktivitas

Jika stres sudah menyebabkan insomnia parah, palpitasi jantung, atau gangguan pencernaman yang kronis.

2. Muncul Pikiran Berbahaya

Jika ada keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau rasa putus asa yang tidak kunjung hilang meski sudah mencoba berbagai cara mandiri.

Segera konsultasikan kondisi kesehatanmu jika keluhan tidak kunjung membaik. Kamu bisa mendapatkan suplemen dan vitamin di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Stress management: How to reduce, prevent, and cope with stress.
Modern Stoicism Organization. Diakses pada 2026. Stoic Week Annual Report: The Impact of Stoicism on Well-being.
Journal of Cognitive Psychotherapy. Diakses pada 2026. The Stoic Roots of Cognitive Therapy.
Psychology Today. Diakses pada 2026. 9 Stoic Practices to Improve Your Mental Health.

FAQ

1. Apakah Stoikisme berarti kita tidak boleh menangis?

Tidak. Stoikisme tidak melarang emosi alami manusia. Namun, Stoikisme mengajarkan agar kita tidak membiarkan emosi tersebut menguasai logika kita dalam waktu yang lama.

2. Apa bedanya Stoikisme dengan bersikap apatis?

Apatis berarti tidak peduli sama sekali, sedangkan Stoikisme adalah peduli pada hal yang benar (kebajikan) dan melepaskan keterikatan pada hasil yang tidak bisa dikendalikan.

3. Bagaimana Stoikisme membantu mengatasi stres kerja?

Dengan menerapkan dikotomi kendali, kamu fokus pada kualitas kerjamu sendiri, bukan pada penilaian atasan atau gosip rekan kerja yang berada di luar kendalimu.

4. Apakah suplemen vitamin B perlu saat belajar stoikisme?

Vitamin B kompleks membantu menjaga fungsi saraf tetap optimal, sehingga kamu bisa berpikir lebih jernih dan tidak mudah merasa lelah secara mental saat mempraktikkan manajemen emosi.

Punya Keluhan Kesehatan Mental tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti rasa cemas yang tak kunjung hilang atau stres yang membebani pikiran, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.