Ad Placeholder Image

Baking Soda dan Baking Powder, Ketahui Perbedaan dan Manfaatnya

8 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Baik baking soda maupun baking powder sama-sama bermanfaat dalam proses pembuatan kue, tetapi keduanya tidak bisa saling menggantikan karena dapat memengaruhi cita rasa makanan.

Baking Soda dan Baking Powder, Ketahui Perbedaan dan ManfaatnyaBaking Soda dan Baking Powder, Ketahui Perbedaan dan Manfaatnya

DAFTAR ISI


Baking soda dan baking powder adalah dua bahan pengembang yang paling sering ditemukan di dapur, terutama bagi kamu yang hobi membuat kue atau baking. Meskipun keduanya terlihat mirip dalam bentuk bubuk putih halus, secara kimiawi dan fungsional mereka memiliki perbedaan yang signifikan. Memahami perbedaan ini sangat penting agar hasil masakanmu tidak gagal, seperti kue yang bantat atau rasa yang terlalu pahit.

Dalam dunia kesehatan, baking soda atau natrium bikarbonat juga dikenal memiliki berbagai kegunaan medis, mulai dari meredakan asam lambung hingga mengatasi masalah kulit tertentu. Namun, penggunaan yang salah atau berlebihan tanpa memahami dosis yang tepat dapat memicu masalah kesehatan yang serius. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kapan bahan ini bisa menjadi asisten kesehatanmu dan kapan ia bisa berbahaya.

Artikel ini akan mengupas tuntas apa bedanya baking powder dan baking soda, bagaimana cara kerjanya secara ilmiah, serta apa saja manfaat dan risiko kesehatannya. Dengan pemahaman yang tepat, kamu tidak hanya bisa menghasilkan kue yang lezat, tetapi juga bisa memanfaatkan bahan-bahan ini dengan aman untuk kebutuhan sehari-hari.

Jika kamu merasa ragu mengenai penggunaan bahan kimia tertentu untuk keluhan kesehatan, sebaiknya konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan saran medis yang akurat.

Apa itu Baking Soda dan Baking Powder?

Baking soda adalah nama umum untuk natrium bikarbonat (NaHCO3). Secara alami, zat ini bersifat basa. Dalam proses memasak, baking soda membutuhkan komponen asam (seperti cuka, jus lemon, buttermilk, atau yogurt) dan cairan untuk menghasilkan karbon dioksida. Gas karbon dioksida inilah yang membentuk gelembung dan membuat adonan kue mengembang saat dipanggang.

Di sisi lain, baking powder adalah agen pengembang yang sudah mengandung natrium bikarbonat sekaligus zat asam di dalamnya. Biasanya, zat asam yang digunakan adalah krim tartar (potassium bitartrate) dan terkadang agen pengering seperti tepung maizena untuk menjaga agar kedua zat tidak bereaksi sebelum waktunya. Baking powder hadir dalam dua jenis utama: single-acting dan double-acting. Jenis double-acting adalah yang paling umum di pasaran, di mana ia bereaksi pertama kali saat terkena cairan, dan bereaksi kedua kali saat terpapar panas di dalam oven.

Perbedaan Komposisi Kimia

Perbedaan mendasar terletak pada kemurnian dan campurannya. Baking soda murni terdiri dari satu bahan saja, yaitu natrium bikarbonat. Karena sifatnya yang sangat basa, ia memiliki daya kembang yang 3-4 kali lebih kuat dibandingkan baking powder. Namun, jika tidak dinetralkan dengan asam dalam jumlah yang tepat, baking soda akan meninggalkan rasa pahit atau rasa seperti sabun (logam) pada hasil akhir makanan.

Sedangkan baking powder adalah campuran kimiawi yang lebih lengkap. Karena sudah mengandung asam sendiri, baking powder bersifat netral secara rasa. Ini membuatnya ideal untuk resep yang tidak memiliki bahan asam, seperti kue kering (cookies) tertentu atau biskuit. Tepung maizena yang ditambahkan berfungsi sebagai penyangga (buffer) untuk mencegah aktivasi prematur akibat kelembapan udara selama penyimpanan.

Cara Mengetahui Apakah Bahan Masih Aktif
  1. Baking Soda: Campurkan sedikit baking soda dengan cuka. Jika langsung berbuih kuat, berarti masih aktif.
  2. Baking Powder: Campurkan sedikit baking powder dengan air hangat. Jika berbuih, berarti masih layak digunakan.
  3. Pastikan wadah penyimpanan tertutup rapat dan dijauhkan dari suhu panas yang ekstrem.

Cara Kerja dalam Masakan

Saat kamu mencampurkan baking soda ke dalam adonan yang mengandung asam (seperti cokelat bubuk alami atau gula merah), reaksi kimia langsung terjadi. Karbon dioksida dilepaskan dengan cepat. Inilah alasan mengapa adonan yang menggunakan baking soda harus segera dipanggang; jika didiamkan terlalu lama, gas akan hilang dan kue akan menjadi bantat.

Baking powder bekerja sedikit lebih “sabar”. Pada jenis double-acting, reaksi pertama membantu meringankan adonan saat pengocokan dan pencampuran. Reaksi kedua terjadi saat suhu adonan mencapai titik tertentu di dalam oven, memberikan dorongan ekstra yang membuat kue mengembang tinggi dan memiliki tekstur pori yang halus. Banyak koki profesional yang menggabungkan keduanya untuk mendapatkan hasil maksimal: baking soda untuk penetralan asam dan warna kecokelatan (reaksi Maillard), sementara baking powder untuk kekuatan kembang yang stabil.

Manfaat Baking Soda untuk Kesehatan

Baking soda (natrium bikarbonat) bukan sekadar bahan dapur. Dalam dunia medis, ia memiliki peran yang cukup signifikan jika digunakan dengan benar:

1. Antasida Alami

Baking soda dapat menetralkan asam lambung secara instan. Ini sering digunakan sebagai pengobatan darurat untuk heartburn atau gangguan pencernaan akibat asam berlebih. Namun, ini hanya solusi jangka pendek dan tidak disarankan untuk penggunaan rutin tanpa pengawasan tenaga medis.

2. Kesehatan Mulut

Banyak produk pasta gigi mengandung baking soda karena sifat abrasif ringannya yang mampu mengangkat noda di gigi. Selain itu, berkumur dengan larutan baking soda dapat membantu menetralkan asam di mulut yang dihasilkan oleh bakteri, sehingga mencegah kerusakan gigi dan bau mulut.

3. Meredakan Gatal dan Iritasi Kulit

Berendam dalam air yang dicampur baking soda dapat membantu menenangkan kulit yang terbakar sinar matahari atau gatal akibat gigitan serangga. Sifat basa dari baking soda membantu menyeimbangkan pH kulit yang teriritasi.

4. Meningkatkan Performa Olahraga

Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi natrium bikarbonat sebelum olahraga intensitas tinggi dapat membantu menunda kelelahan otot dengan menetralkan asam laktat yang terbentuk selama aktivitas fisik berat.

Risiko dan Efek Samping

Walaupun bermanfaat, penggunaan baking soda sebagai obat rumahan memiliki risiko. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan alkalosis metabolik, yaitu kondisi di mana darah menjadi terlalu basa. Gejalanya meliputi mual, muntah, kejang otot, hingga kebingungan mental.

Selain itu, natrium bikarbonat mengandung natrium (garam) yang tinggi. Bagi penderita hipertensi, penyakit jantung, atau gangguan ginjal, asupan baking soda yang tidak terkontrol dapat memperburuk kondisi kesehatan. Oleh karena itu, jika kamu membutuhkan produk kesehatan tertentu untuk maag atau perawatan kulit yang lebih aman, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan lebih praktis.

Studi Mengenai Natrium Bikarbonat

Journal of Applied Physiology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa suplementasi natrium bikarbonat dapat meningkatkan kapasitas buffer ekstraseluler tubuh. Hal ini berdampak positif pada performa atlet dalam sprint pendek dan latihan interval, karena membantu otot bekerja lebih lama sebelum mencapai ambang kelelahan.

Selain itu, penelitian dalam jurnal kedokteran ginjal menunjukkan bahwa natrium bikarbonat dapat memperlambat penurunan fungsi ginjal pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (CKD). Namun, prosedur ini harus dilakukan di bawah pengawasan ketat dokter spesialis ginjal karena dosisnya harus sangat presisi agar tidak menyebabkan penumpukan cairan atau ketidakseimbangan elektrolit.

FAQ

1. Apa bedanya baking powder dan baking soda secara fisik?

Secara visual sangat sulit dibedakan. Keduanya berbentuk bubuk putih. Namun, baking soda biasanya terasa sedikit lebih kasar jika digosok di antara jari, sedangkan baking powder lebih halus seperti tepung karena mengandung maizena.

2. Bisakah baking soda diganti dengan baking powder?

Bisa, tapi kamu perlu menggunakan baking powder 3 kali lebih banyak daripada takaran baking soda di resep. Namun, ini bisa memengaruhi rasa kue. Sebaliknya, mengganti baking powder dengan baking soda lebih sulit karena kamu harus menambahkan bahan asam tambahan ke dalam resep.

3. Apakah baking soda aman dikonsumsi setiap hari untuk maag?

Tidak disarankan. Penggunaan baking soda setiap hari dapat mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh dan meningkatkan tekanan darah karena kandungan natriumnya yang tinggi. Gunakan antasida komersial yang lebih terukur dosisnya.

4. Kenapa kue saya terasa seperti sabun?

Itu adalah tanda kamu terlalu banyak menggunakan baking soda atau tidak ada cukup bahan asam dalam resep untuk menetralkannya. Sisa natrium bikarbonat yang tidak bereaksi akan meninggalkan rasa pahit/sabun tersebut.

Memahami perbedaan antara baking soda dan baking powder adalah kunci sukses dalam eksperimen dapur maupun dalam pemanfaatan kesehatan mandiri. Selalu pastikan bahan-bahan tersebut masih aktif sebelum digunakan untuk menjamin kualitas masakanmu.

Penting untuk diingat bahwa meski baking soda memiliki manfaat medis, ia bukanlah obat tunggal untuk penyakit kronis. Jika gejala kesehatan yang kamu alami tidak kunjung membaik, segera hubungi tenaga medis profesional.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Sodium Bicarbonate (Oral Route, Intravenous Route, Subcutaneous Route).
Healthline. Diakses pada 2026. Baking Soda vs. Baking Powder: What’s the Difference?.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Household items for health: Baking soda.
Journal of Applied Physiology. Diakses pada 2026. Sodium bicarbonate supplementation and exercise performance.

## Masalah Pencernaan atau Keluhan Kesehatan Lainnya? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.