• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Batasi Konsumsi Jeroan untuk Mencegah Asam Urat

Batasi Konsumsi Jeroan untuk Mencegah Asam Urat

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Jakarta, Halodoc - Jika kamu memiliki gangguan asam urat, makanan tertentu dapat memicu kekambuhan dengan meningkatkan kadar asam urat. Makanan pemicu umumnya mengandung tinggi purin, suatu zat yang ditemukan secara alami dalam makanan. Ketika tubuh mencerna purin, tubuh menjadikan asam urat sebagai produk limbah. 

Mungkin purin bukan masalah bagi orang sehat, karena mereka secara efisien menghilangkan kelebihan asam urat dari tubuh. Namun, pengidap asam urat tidak dapat secara efisien menghilangkan kelebihan asam urat. Membatasi makanan tinggi purin yang terkandung dalam jeroan adalah tindakan tepat untuk mencegah asam urat.

Baca juga: Sering Diabaikan, Inilah Penyebab Utama Asam Urat

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Pengidap Asam Urat

Makanan yang biasanya memicu serangan asam urat termasuk daging organ (jeroan), daging merah, makanan laut, alkohol dan bir. Makanan-makanan tersebut mengandung purin dalam jumlah sedang hingga tinggi. Jika kamu rentan terhadap serangan asam urat mendadak, hindari penyebab utama, yaitu makanan tinggi purin. 

Makanan yang perlu dihindari adalah makanan yang mengandung lebih dari 200 mg purin per 3,5 ons (100 gram). Kamu juga harus menghindari makanan tinggi fruktosa, sebab dapat memicu serangan asam urat. Berikut adalah beberapa makanan tinggi purin utama yang harus dihindari:

  • Semua daging organ (jeroan): Ini termasuk hati, ginjal, dan otak.
  • Daging burung, daging sapi muda, dan daging rusa. 
  • Ikan: Tuna, sarden, teri, dan banyak lagi.
  • Makanan laut: Kerang, kepiting, udang. 
  • Minuman manis: Terutama jus buah dan soda manis.
  • Gula yang ditambahkan: madu dan sirup jagung fruktosa tinggi
  • Ragi: Ragi nutrisi, ragi bir, dan suplemen ragi lainnya. 

Selain itu, karbohidrat olahan seperti roti putih, kue, dan kue kering harus dihindari. Meskipun tidak tinggi purin atau fruktosa, mereka rendah nutrisi dan dapat meningkatkan kadar asam urat. 

Baca juga: Asam Urat di Usia Muda, Apa Penyebabnya?

Penyebab Kandungan Purin Memperparah Asam Urat

Penyakit asam urat berkembang ketika terlalu banyak asam urat dalam darah. Kelebihan asam urat ini mungkin merupakan hasil dari diet tinggi purin, atau tubuh mungkin hanya menghasilkan terlalu banyak asam urat. Dalam beberapa kasus, kadar asam urat dalam darah mungkin tetap normal, namun asam urat masih merupakan diagnosis yang tepat. Ini karena faktor peradangan dan tubuh mengeluarkan asam urat berlebih dalam urine. 

Purin adalah senyawa kimia yang dipecah menjadi asam urat saat dimetabolisme. Purin dibuat oleh tubuh kamu atau dimasukkan ke dalam tubuh melalui makanan yang kamu makan. Dalam proses normal, purin terurai menjadi asam urat. Asam urat kemudian:

  • Larut dalam darah.
  • Melewati ginjal ke dalam urine.
  • Dihilangkan dari tubuh.

Namun, ini biasanya tidak terjadi pada gangguan asam urat. Komplikasi terjadi saat ginjal tidak membuang asam urat dengan cukup cepat atau jika ada peningkatan jumlah produksi asam urat. Peningkatan ini menumpuk di dalam darah, mengarah ke apa yang dikenal sebagai hiperurisemia.

Meskipun tidak diklasifikasikan sebagai penyakit, hiperurisemia bisa berbahaya jika mengarah pada pembentukan kristal asam urat. Gangguan asam urat dapat berkembang ketika kristal ini terbentuk di sekitar sendi.

Gangguan asam urat merupakan jenis radang sendi yang melibatkan nyeri mendadak, pembengkakan, dan radang sendi. Untungnya, diet ramah asam urat dapat membantu meringankan gejalanya. 

Baca juga: Ketahui Penyebab dan Penanganan Asam Urat di Rumah

Beberapa perubahan gaya hidup sehat yang dapat membantu mencegah serangan asam urat  termasuk menjaga berat badan yang sehat, berolahraga, tetap terhidrasi, minum lebih sedikit alkohol dan mungkin mengonsumsi suplemen vitamin C.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Best Diet for Gout: What to Eat, What to Avoid