• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bayi Alami Fistula Trakea Esofagus Picu Abses Paru?

Bayi Alami Fistula Trakea Esofagus Picu Abses Paru?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Saat di dalam janin, bayi akan terus berkembang hingga seluruh bagian tubuhnya menjadi utuh. Meski begitu, terkadang beberapa bayi mengalami kelainan bawaan yang mungkin berbahaya. Salah satu gangguan yang dapat menyerang bagian paru-paru bayi adalah fistula trakea esofagus. Penyakit ini menyerang antara jalur yang menghubungkan esofagus dan trakea.

Bayi yang mengidap fistula trakea esofagus harus segera mendapatkan pengobatan agar dapat mencegah beberapa komplikasi untuk terjadi. Dengan begitu, kelangsungan hidup bayi dapat benar-benar terjaga jika mendapat tindakan dini. Namun, apakah benar jika gangguan ini dapat menyebabkan abses paru pada bayi? Berikut pembahasan lebih lengkapnya terkait kedua gangguan tersebut!

Baca juga: Begini Cara Mengobati Fistula Trakea Esofagus

Abses Paru Disebabkan oleh Fistula Trakea Esofagus

Pada bayi yang normal, esofagus (tabung yang menghubungkan tenggorokan ke lambung) dan trakea (tabung yang menghubungkan tenggorokan ke jalur napas dan paru-paru) terpisah satu sama lain. Bayi yang mengidap fistula trakea esofagus mengalami ketidaknormalan dari dua tabung ini. Hal tersebut dapat menyebabkan cairan atau makanan terhirup dan masuk ke paru-paru.

Memang, saat janin tumbuh dan berkembang di dalam rahim, trakea dan esofagus mulai berkembang menjadi satu tabung tunggal. Setelah beberapa minggu, sebuah dinding akan terbentuk di antara kedua tabung tersebut untuk memisahkannya menjadi dua tabung yang berbeda. Jika dinding tersebut tidak terbentuk dengan baik, maka risiko fistula trakea esofagus juga meningkat.

Semua bayi yang mengalami gangguan ini harus mendapatkan operasi segera untuk memisahkan trakea dan esofagus di dalam lehernya. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara agar dapat menghindari komplikasi yang dapat terjadi pada bayi. Beberapa komplikasi bahkan sangat berisiko, sehingga dapat menimbulkan bahaya. Untuk itu, diagnosis cepat harus dilakukan agar bayi ibu tetap sehat.

Meski begitu, apakah benar jika fistula trakea esofagus dapat sebabkan abses paru? Ya, memang benar jika gangguan antara trakea dan esofagus tersebut dapat sebabkan bayi mengalami gangguan pada paru-paru. Hal tersebut disebabkan tekanan esofagus yang meningkat, sehingga memaksa cairan masuk ke saluran napas selama menelan. Akhirnya, bagian tersebut menjadi dilapisi mukosa yang menyebabkan adanya pertumbuhan bakteri. Akhirnya, pengidapnya akan mengalami abses pada paru-paru. 

Lalu, jika ibu mempunyai pertanyaan terkait komplikasi lainnya yang dapat terjadi disebabkan oleh fistula trakea esofagus, dokter dari Halodoc dapat menjawab semua kekhawatiranmu. Caranya mudah sekali, ibu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan untuk mendapatkan kemudahan akses kesehatan!

Baca juga: Ini yang Dimaksud dengan Fistula Trakea Esofagus

Pengobatan dari Fistula Trakea Esofagus

Bayi yang lahir dengan gangguan ini harus segera mendapatkan penanganan untuk memisahkan trakea dan esofagus jika ingin hidup normal. Cara yang dilakukan adalah dengan operasi agar dapat membentuk sekat antara tabung untuk bernapas dan makan atau minum. Meski operasi sudah dilakukan, tidak jarang bentuk esofagus harus benar-benar diperbaiki agar terpisah. Tindakan yang umum dilakukan untuk penanganan, antara lain:

  • Membuat sayatan kecil di leher atau punggung anak, tergantung dari lokasi gangguan.
  • Membagi fistula dengan cara menutup penghubung antara kerongkongan dan trakea.
  • Melepaskan kantong dari bagian belakang trakea tempat gangguan berasal.
  • Memperbaiki lubang di kerongkongan agar dapat digunakan dengan baik.
  • Putar esofagus menjauh dari trakea agar gangguan tersebut tidak kambuh.

Anak-anak yang melakukan operasi ini biasanya terbilang sukses. Hal yang perlu diperhatikan adalah apabila anak ibu juga mengalami atresia esofagus, karena memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami refluks asam dan gangguan lainnya. Bayi yang mengidap hal tersebut harus menjalani endoskopi tindak lanjut secara rutin untuk seumur hidup.

Baca juga: Enggak Cuma di Kulit, Abses Bisa Terjadi di Mana Saja

Itulah pembahasan mengenai gangguan fistula trakea esofagus yang dapat menyebabkan terjadinya abses paru. Dengan mengetahui kejelasan terkait hal tersebut, ibu dapat melakukan tindakan segera agar komplikasi mampu dihindari. Sehingga, anak ibu dapat tumbuh dengan normal layaknya anak-anak lain.

Referensi:
Boston Children’s Hospital. Diakses pada 2020. Tracheoesophageal Fistula.
National Research Center of Surgery. Diakses pada 2020. Tracheoesophageal Fistulas.