• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bayi Tidur dengan Ibu, Perhatikan 3 Hal Ini

Bayi Tidur dengan Ibu, Perhatikan 3 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Banyak ibu yang tidur dengan anaknya karena terbatasnya tempat atau agar lebih mudah memberikan ASI saat bayi terbangun. Memang, alasan lainnya bayi tidur dengan ibunya karena alasan keintiman satu sama lain. Padahal, terdapat dampak buruk yang dapat terjadi ketika tidur dengan bayi ibu dalam satu ranjang.

Orangtua yang berbagi tempat tidur dengan bayi ternyata dapat menimbulkan bahaya yang mungkin berakhir pada kematian. Disebutkan apabila anak ibu dapat sekarat hingga mati lemas disebabkan gangguan SIDS atau disebut juga dengan sindrom kematian mendadak pada bayi. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan tentang dampak bayi tidur dengan ibunya!

Baca juga: Alasan Bayi Tidur Satu Ranjang dengan Orangtua Bisa Sebabkan SIDS

Ketahui Beberapa Hal Ketika Bayi Tidur dengan Ibunya

Perdebatan terus terjadi tentang masalah bayi yang tidur dengan ibunya. Banyak orang yang percaya apabila anaknya tidur satu ranjang dengan sang ibu, banyak manfaat yang dapat dirasakan. Namun, tidak sedikit juga orangtua yang khawatir beberapa dampak buruk bahkan kematian dapat terjadi apabila bayi tidur dengan ibunya.

Memang, mayoritas dokter anak tidak menyarankan ibu untuk tidur bersama dengan bayi karena risiko SIDS yang meningkat. Benar adanya jika tidur bersama dengan bayi dapat meningkatkan ikatan satu sama lain, tetapi jika dilakukan pada usia yang tepat. Maka dari itu, setiap orangtua harus memperhatikan beberapa hal yang berhubungan dengan berbagi ranjang dengan bayi.

  1. Berbagi Kamar Bukan Berbagi Ranjang

Banyak dokter yang menyarankan daripada berbagi ranjang, lebih baik setiap orangtua yang memiliki bayi untuk berbagi kamar. Hal ini diaplikasikan dengan memberikan Si Kecil tempat tidur sendiri berupa boks bayi di dalam kamar yang sama. Dengan begitu, risiko berbahaya yang dapat timbul ketika bayi tidur dengan ibunya dapat diminimalisir.

  1. Usia yang Tepat untuk Berbagi Ranjang

Hal lainnya yang harus diperhatikan ketika bayi tidur dengan ibunya adalah usia yang tepat. Tidur dalam satu ranjang dengan bayi di bawah usia satu tahun dapat menimbulkan risiko kematian mendadak (SIDS). Namun, ibu dapat melakukannya ketika Si Kecil sudah berusia lebih dari 1 tahun. Dengan hal ini, bayi pun sudah dapat memberi perlawanan ketika badan ibunya menimpa tubuhnya.

Jika ibu mempunyai pertanyaan terkait kesehatan bayi lainnya, tanyakan saja pada dokter dari Halodoc. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan. Mudah bukan?

Baca juga: 4 Cara Menidurkan Bayi yang Perlu Diketahui Ibu

  1. Posisi Tidur

Selain beberapa hal yang disebutkan sebelumnya, memastikan posisi tidur Si Kecil juga sangat penting. Ibu harus selalu memastikan jika posisi tidurnya terlentang dan jangan biarkan dirinya terlelap dengan posisi tengkurap. Pastikan juga pakaian yang dikenakan nyaman agar tidak mudah kepanasan yang dapat menimbulkan biang keringat. Selain itu, hindari menutupi bagian kepala karena dapat membuat bayi sulit untuk bernapas.

Selain beberapa poin tersebut, berbagi tempat tidur juga dapat membuat orangtua dari bayi tersebut sulit untuk tidur nyenyak. Hal tersebut juga dapat membuat bayi menjadi ketergantungan pada orangtuanya saat akan tidur, tetapi ayah atau ibunya belum mempersiapkan segala sesuatunya agar dirinya mudah tidur. Maka dari itu, diperlukan pertimbangan yang matang akan hal ini.

Baca juga: Tips Memilih Tempat Tidur untuk Bayi

Sebagai orangtua, ibu tentu lebih paham tentang kondisi yang terjadi. Jangan sampai terjadi penyesalan di akhir karena dampak yang timbul saat tidur satu ranjang dengan bayi. Hal ini dilakukan terutama jika ayah atau ibu dari bayi tersebut mudah tidur dengan sangat nyenyak, sehingga tidak sadar sudah menindih anaknya.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Bed-Sharing
The Bump. Diakses pada 2020. The Myths and Truths About Co-Sleeping