• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Beda Sekolah Luar Biasa dan Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Beda Sekolah Luar Biasa dan Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Beda Sekolah Luar Biasa dan Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 Desember 2022

“Baik sekolah luar biasa maupun inklusi, keduanya mumpuni dalam hal memberikan ilmu bagi anak berkebutuhan khusus. Bedanya, jenis sekolah SLB diklasifikasikan berdasarkan gangguan yang dialami.”

Beda Sekolah Luar Biasa dan Inklusi untuk Anak Berkebutuhan KhususBeda Sekolah Luar Biasa dan Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Halodoc, Jakarta – Baik sekolah luar biasa maupun inklusi, keduanya mumpuni dalam mengajarkan dan memberikan ilmu bagi anak berkebutuhan khusus. Jenisnya bisa dipilih sesuai dengan kemauan dan kondisi Si Kecil.

Sekolah luar biasa, misalnya. Jenis sekolah ini akan mengajarkan keterampilan hidup kepada anak berkebutuhan khusus. Tujuannya adalah sebagai bekal agar bisa mandiri di masa depan.

Sementara sekolah inklusi merupakan sekolah umum. Baik anak berkebutuhan khusus maupun yang tidak, bisa belajar bersama dalam satu kelas. Pengajar di institusi ini memiliki dasar jurusan ‘Pendidikan Luar Biasa’.

Perbedaan Sekolah Luar Biasa dan Inklusi

Sekolah Luar Biasa

Sekolah luar biasa atau SLB merupakan sekolah yang diperuntukkan untuk anak berkebutuhan khusus. Seluruh mata pelajaran di dalam tempat belajar ini tidak akan bisa didapatkan dari jenis institusi pendidikan lain.

Sekolah luar biasa sendiri terbaik dalam beberapa jenis, tergantung pada gangguan yang dialami oleh anak. Muatan kurikulum di SLB juga akan menitikberatkan pada keterampilan kewirausahaan.

Adapun jenis sekolah luar biasa, yakni:

1. SLB A

SLB A diperuntukkan bagi anak penyandang gangguan dalam indera penglihatan atau tunanetra. Jenis institusi ini memberikan pelajaran terkait keterampilan lewat media berupa buku braille dan alat perekam suara.

2. SLB B

SLB A diperuntukkan bagi anak penyandang gangguan dalam indera pendengaran atau tunarungu. Sekolah ini memberikan pelajaran membaca perkataan melalui gerakan bibir dan gerakan tangan. Media lainnya bisa  berupa alat pendengaran.

3. SLB C

SLB C diperuntukkan bagi anak penyandang gangguan intelektual atau kemampuan dalam berpikir. Institusi ini memberikan pelajaran tentang beradaptasi melalui bina diri dan sosialisasi.

4. SLB D

SLB D diperuntukkan bagi anak dengan kekurangan dalam anggota tubuh atau tunadaksa. Sekolah ini dapat membantu mengembangkan potensi dalam diri sendiri agar mereka dapat hidup mandiri.

5. SLB E

SLB E diperuntukkan bagi anak yang tidak mampu menyelaraskan diri dengan lingkungan sekitar atau tunalaras. Sekolah ini dapat membantu mereka dalam belajar cara mengatur dan mengelola emosi.

6. SLB G

SLB G diperuntukkan bagi anak dengan kombinasi kelainan atau tunaganda. Sekolah ini dapat membantu menstimulasi perkembangan motorik pada pengidap guna meningkatkan kemandirian.

Sekolah Inklusi

Sekolah inklusi termasuk ke dalam jenis institusi pendidikan baru yang ada di Indonesia. Ini adalah sekolah umum yang menggabungkan anak berkebutuhan khusus dan tidak di dalam satu kelas untuk melakukan proses belajar mengajar.

Pengajar yang ada di jenis pendidikan ini umumnya memiliki latar belakang sama sama, yakni pendidikan luar biasa. Mereka berfokus pada anak berkebutuhan khusus agar dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Mata pelajaran yang diajarkan juga mengikuti kurikulum umum. Namun sayangnya, tidak semua anak berkebutuhan khusus bisa masuk sekolah inklusi. Mereka bisa bersekolah di sini jika memiliki kemampuan kognitif yang cukup baik.

Bagi anak berkebutuhan khusus, mereka bisa menjadi siswa di sekolah inklusi dengan melakukan seleksi ketat. Proses tersebut dapat dilakukan melalui PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) jalur inklusi.

Pertama, peserta didik harus memenuhi batas usia dan memiliki nilai rapor standar minimal. Selain itu, mereka juga perlu menunjukkan surat keterangan dari dokter atau psikolog yang menyatakan bisa mengikuti pendidikan inklusi.

Tak hanya perlu memperhatikan pendidikannya saja. Orang juga juga harus menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh anak secara keseluruhan. Jika mengalami keluhan atau gangguan, silakan tanya dokter untuk mengatasinya.

Dapatkan juga informasi lain seputar kesehatan anak, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya dengan mendownload Halodoc sekarang juga

Referensi:
UNICEF. Diakses pada 2022. Inclusive education.
Very Well Family. Diakses pada 2022. 7 Types of Schools for Disabled Children.