• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Bedanya Kanker Rektum dengan Kanker Kolorektal

Ini Bedanya Kanker Rektum dengan Kanker Kolorektal

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Kanker kolorektal (kolon) dan kanker rektum sering dianggap sebagai hal yang sama. Meskipun ada kesamaan, tetapi terdapat perbedaan antara kanker rektum dan kanker kolorektal.

Kolon dan rektum keduanya merupakan bagian dari usus besar, yang memiliki tujuan akhir ke saluran pencernaan. Kolon memiliki panjang sekitar 1,5 meter dan terdiri dari empat bagian yang berdekatan dengan rongga perut. Sedangkan rektum adalah bagian dari usus besar yang meluas ke anus.

Kanker Rektum Vs Kanker Kolorektal

Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan kanker rektum dan kanker kolorektal, berikut uraiannya: 

  1. Jenis Kelamin

Kanker kolon terjadi pada perempuan dan laki-laki, sedangkan kanker rektum lebih sering terjadi pada pria.

Baca juga: Terapi Radiasi Bisa Obati Kanker Rektum, Ini Faktanya

  1. Anatomi

Pasokan darah, drainase limfatik, dan pasokan saraf kolon dan rektum sangat berbeda. Ini menjadi sesuatu yang signifikan karena kanker bermetastasis (menyebar) ke daerah lain dari tubuh melalui aliran darah dan pembuluh limfatik.

  1. Pengulangan Penyakit

Ini menjadi pembeda terbesar di mana secara umum, kanker rektum lebih sulit disembuhkan, dengan kekambuhan berkembang di antara 15–45 persen.

  1. Invasi Jaringan di sekitarnya

Kanker kolon berada di rongga perut sehingga memiliki lebih banyak "ruang" di sekitarnya, sedangkan kanker rektum terjadi di dekat anus dan cukup jauh dari jaringan ataupun organ-organ lain. Ini membuat kanker kolorektal memiliki peluang lebih besar untuk menyebar ke jaringan terdekat.

Baca juga: Ini Alasan Obesitas Berisiko Terkena Kanker Rektum

  1. Pembedahan

Pembedahan untuk kanker kolon dapat direkomendasikan pada setiap tahap penyakit, sedangkan pembedahan sendiri dilakukan tanpa kemo atau terapi radiasi biasanya diresepkan untuk tahap 1 dan 2 saja. Sebaliknya, pembedahan untuk kanker rektum dapat dilakukan dari tahap 1 hingga 3, yang sejalan dengan pemberian kemoterapi dan terapi radiasi.

  1. Kesulitan Pembedahan

Pembedahan untuk kanker kolon jauh lebih sederhana dibandingkan dengan kanker rektum. Operasi rektum lebih sulit karena rumitnya struktur rektum, sehingga sulit untuk mengakses tumor supaya tidak memberikan komplikasi pada area di sekitarnya.

  1. Kolostomi

Orang yang telah menjalani operasi kanker rektum memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kolostomi permanen. Ini karena pengangkatan sfingter anal sering diperlukan, yang tidak dapat diganti atau direkonstruksi.

  1. Terapi Radiasi

Radiasi tidak umum digunakan untuk kanker usus besar tetapi untuk kanker rektum terapi ini menjadi keharusan (terutama stadium 2 atau 3).

  1. Kemoterapi

Kemoterapi untuk kanker kolon usus besar sering digunakan sebagai tambahan untuk operasi pada tahap 3 dan 4 (dan kadang-kadang 2). Sedangkan pada kanker rektum, kemoterapi dapat digunakan bahkan dengan penyakit stadium 1.

  1. Komplikasi Pascaoperasi

Orang dengan kanker rektum lebih mungkin untuk memiliki komplikasi pasca-bedah bila dibandingkan dengan mereka yang menjalani operasi kanker kolon. 

Informasi lebih detail mengenai perbedaan antara kanker rektum dan kolon bisa ditanyakan lewat aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Dari beragam perbedaan tersebut, kanker rektum dan kanker kolorektal memiliki persamaan gejala, yaitu sakit perut atau sensasi gas di area perut, sembelit atau diare, feses berwarna hitam, gelap, atau merah, yang semuanya dapat mengindikasikan darah, serta merasa lemah atau lelah.

Dokter menggunakan pendekatan yang sama untuk mendiagnosis kedua jenis kanker. Kamu kemungkinan akan mendapatkan kolonoskopi. Dalam prosedur ini, dokter menggunakan tabung panjang, tipis, dan lentur untuk melihat bagian dalam rektum dan usus besar. 

Jika dokter menemukan area terindikasi terkena kanker, dokter dapat mengambil sampel kecil yang disebut biopsi untuk diuji. Banyak orang memiliki pertumbuhan kecil di usus besar, yang disebut polip, yang tidak bersifat kanker tetapi mungkin perlu dibedah sebelum akhirnya menjadi masalah.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Colon and Rectal Cancer: What’s the Difference?
Very Well Health. Diakses pada 2020. Differences Between Colorectal and Colon Cancer.