• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Cegah Ruam Popok pada Si Kecil
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Cegah Ruam Popok pada Si Kecil

Begini Cara Cegah Ruam Popok pada Si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 31 Agustus 2021
Begini Cara Cegah Ruam Popok pada Si KecilBegini Cara Cegah Ruam Popok pada Si Kecil

“Ruam popok merupakan masalah kulit yang paling sering terjadi pada Si Kecil. Ruam popok disebabkan oleh beragam faktor, seperti gesekan, iritasi akibat urine dan feses, dan juga alergi. Cara mencegahnya yaitu dengan rutin mengganti popok, menjaga kebersihan dan sirkulasi udara pada area nappy, serta mengoleskan barrier cream pada area nappy Si Kecil.”

Halodoc, Jakarta – Kemerahan dan lecet pada kulit area nappy (selangkangan, genital luar, bokong, perut bagian bawah, dan paha) adalah keluhan kulit yang paling sering dialami bayi, dengan tingkat prevalensi mencapai 35 persen. Gejala ruam popok pada Si Kecil dapat menimbulkan rasa gatal dan tidak nyaman, sehingga ia lebih mudah rewel.

Selain itu, ruam popok bisa menyebabkan kuman masuk ke dalam kulit area nappy Si Kecil dan menimbulkan infeksi yang akan memperparah ruam popok, bahkan dapat menyebabkan infeksi sistemik.

Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab ruam popok, cara mencegah dan cara untuk membantu mengatasinya. Berikut ini pembahasan lengkapnya.

Baca juga: Ketahui Bedanya Ruam Popok dan Alergi pada Bayi

Pahami Penyebab Ruam Popok pada Si Kecil

Ruam popok atau diaper rash atau diaper dermatitis, adalah inflamasi akut pada kulit di area yang tertutup oleh popok (area nappy) dan merupakan masalah kulit yang paling sering terjadi pada bayi. Sering terjadi pada bayi usia 6-12 bulan, yang sedang menjalani peralihan konsumsi ASI eksklusif, menjadi konsumsi ASI dan MPASI.

Gejala ruam popok dapat berupa bercak-bercak kemerahan, papul-papul kemerahan, ataupun lecet pada kulit di area nappy. Biasanya ruam popok terjadi selama 2-3 hari. Si Kecil akan merasa tidak nyaman dan bahkan rewel, terutama saat waktu mengganti popok. 

Ruam popok yang tidak diatasi, dapat berkembang menjadi infeksi, yaitu dengan adanya infeksi dari jamur dan bakteri. Maka dari itu, diperlukan pencegahan terjadinya ruam popok, dengan mengetahui faktor penyebab dari ruam popok itu sendiri.

Berikut beberapa faktor penyebab dari ruam popok pada Si Kecil, yaitu:

  • Overhydration / hidrasi berlebih. Hidrasi yang berlebihan pada kulit, meningkatkan kerusakan susunan lapisan kulit, sehingga menimbulkan gangguan fungsi lapisan pelindung kulit dan meningkatkan kerentanan kulit terhadap kerusakan.
  • Iritasi Akibat Urine dan Feses. Urine dan feses yang dibiarkan lama pada popok, akan meningkatkan pH kulit area nappy Si Kecil. Keadaan ini akan merusak lapisan pelindung kulit, sehingga dapat menimbulkan inflamasi pada kulit anak. Diare juga biasanya bisa memicu ruam popok. Menurut riset medis, risiko mengalami ruam popok naik sampai 3 kali lipat saat mengalami diare.
  • Gesekan. Gesekan antara popok dan kulit, atau kulit dengan kulit di area nappy, dapat menimbulkan erosi pada kulit, sehingga merusak lapisan pelindung kulit. 
  • Alergi. Alergi dapat timbul karena kulit Si Kecil bersentuhan dengan bahan yang dapat menyebabkan alergi, antara lain bahan popok, sabun, lotion, dan tisu basah yang mengandung pewangi dan pengawet, deterjen yang tersisa pada popok kain setelah dicuci, dan lain lain. 
  • Infeksi Jamur. Infeksi jamur candida adalah infeksi sekunder dari ruam popok. Jamur dapat tumbuh cepat di area yang hangat dan lembap, seperti popok yang dikenakan bayi. Infeksi jamur candida pada ruam popok, akan menyebabkan penatalaksanaan yang lebih rumit dan waktu penyembuhan yang lebih lama.

Tips Pencegahan dan Bantu Atasi Ruam Popok 

Cara pencegahan dan membantu atasi ruam popok adalah melakukan ABCDE (Air, Barrier, Cleansing, Diapering, and Education).

  • A – Air. Paparkan kulit area nappy Si Kecil sesering mungkin ke udara segar, berikan waktu bebas popok pada kulit area nappy Si Kecil.
  • B – Barrier. Oleskan krim pelindung / barrier cream yang mengandung Zinc Oxide atau petrolatum, pada kulit area nappy Si Kecil. Bersihkan dan keringkan kulit area nappy, kemudian oleskan barrier cream.
  • C – Cleansing. Bersihkan secara lembut dan perlahan, kulit pada area nappy dengan air hangat dan kain yang lembut saat mengganti popok. Bersihkan dari arah depan ke belakang, atau dari area genital luar ke arah bokong. Hindari menggosok kulit dengan kuat.
  • D – Diaper. Gunakan popok dengan penyerap super, hindari penggunaan popok kain. Ganti popok segera setelah popok kotor, setidaknya setiap 1 – 3 jam di siang hari, dan sekali pada malam hari.
  • E – Education. Edukasi tentang pentingnya kebersihan area nappy, yaitu cuci tangan sebelum dan setelah mengganti popok Si Kecil, segera ganti popok ketika popok sudah kotor dengan urine dan feses. Bersihkan secara lembut area nappy dengan air hangat dan kain lembut dari arah depan ke belakang atau dari area genital luar ke arah bokong, dan gunakan barrier cream pada area nappy.

Namun apabila Si Kecil mengalami gejala ruam popok seperti kemerahan pada kulit di area nappy disertai dengan timbulnya bintik-bintik merah, bengkak, atau bernanah, dan jika ruam popok tidak membaik atau tidak hilang setelah beberapa hari, maka ibu harus segera konsultasi ke tenaga kesehatan.

Mustela Barrier Cream merupakan perawatan lengkap untuk iritasi dan kemerahan pada area nappy. Digunakan setiap hari saat mengganti popok, sejak bayi baru lahir. Secara efektif melindungi kulit dari kerusakan karena hidrasi berlebih dan gesekan popok.

Mustela Barrier Cream mengandung 98% bahan alami, yaitu Avocado Perseose sebagai pelindung lapisan pelindung kulit, melembapkan dan memperkaya sel kulit, Oxeoline of Alcacea untuk menenangkan kulit, Oleodistillat of Sunflower yang memperbaiki dan melindungi lapisan pelindung kulit, serta Zinc Oxide sebagai pelindung lapisan kulit dan anti-enzim yang merusak lapisan pelindung kulit.

Mustela Barrier Cream juga merupakan produk hypoallergenic, fragrance-free, serta 0% preservatives sehingga dapat digunakan pada bayi yang memiliki kulit yang sensitif serta aman digunakan pada bayi baru lahir.

Cara menggunakannya pun mudah, bersihkan dan keringkan kulit area nappy Si Kecil, kemudian oleskan Mustela Barrier Cream tipis-tipis pada area nappy atau pada area yang kemerahan. Mustela Barrier Cream dapat digunakan secara rutin, setiap mengganti popok.

Sebagai produk wajib para ibu yang memiliki bayi, Mustela Barrier Cream bisa dibeli dengan mudah di apotik terdekat. Ingin lebih mudah lagi? Gunakan saja aplikasi Halodoc untuk membeli krim ini kapan saja, tanpa perlu keluar rumah.

Referensi: 
American Journal of Clinical Dermatology. Diakses pada 2021. Diaper Dermatitis A review and brief survey of eruptions of the diaper area
Pediatric Dermatology. Diakses pada 2021. Diapering, diaper technology, and diaper area skin health
Nursing for Women’s Health. Diakses pada 2021. Prevention, treatment and parent education for diaper dermatitis
Medscape. Diakses pada 2021. Diaper rash. Practice Essentials, Pathophysiology, Epidemiology