Begini Cara Melatih Anak Menahan Emosi Selama Berpuasa
“Faktanya, selain menahan lapar dan dahaga, anak juga harus menahan emosi mereka selama menjalani puasa di bulan suci Ramadan. Ini berarti mereka harus sangat sabar dan tidak boleh mudah terpancing emosinya. Untuk itu, ada beberapa strategi yang bisa diajarkan orangtua kepada anak.”

Halodoc, Jakarta – Ketika melatih anak untuk berpuasa, maka ini bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga saja. Sebagai orangtua, kamu juga harus melatih mereka untuk menahan emosi, dalam artian mereka harus menjadi lebih sabar selama menjalankan puasa agar nilai ibadahnya semakin baik.
Sayangnya, menahan emosi bukan hal yang mudah dilakukan saat berpuasa. Bahkan, bagi orang dewasa sekali pun, menahan emosi selama Ramadan adalah tantangan tersendiri. Oleh karena itu, melatih anak menahan emosi saat berpuasa diperlukan kesabaran ekstra dari orangtua.
Namun jangan khawatir, ada beberapa tips yang bisa diikuti untuk melatih anak menahan emosi saat berpuasa.
Tips Melatih Anak untuk Menjaga Emosi Selama Ramadan
Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan:
Berikan Contoh
Salah satu cara untuk mengajarkan anak supaya dapat bersikap baik adalah dengan mencontohkannya. Dalam pertumbuhannya, anak-anak pastinya akan meniru perbuatan orang-orang di sekitarnya, terutama keluarga. Apabila orangtua bersikap buruk terhadap suatu hal, maka saat anak dihadapkan dengan hal yang serupa, dia akan cenderung bersikap sama dengan orang tuanya.
Begitu pun dengan menahan emosi, anak akan meniru orangtuanya. Oleh karena itu, usahakan orangtua dan keluarga yang ada di sekitar anak untuk memberikan contoh yang baik dalam berbagai hal, termasuk menahan emosi.
Ada beberapa nasihat dari ajaran agama Islam untuk meredam amarah. Pertama adalah mencari perlindungan dan pengampunan kepada Allah, yang kedua adalah berwudhu, dan terakhir adalah istirahat dengan cara duduk atau berbaring. Dengan begini, maka anak akan belajar untuk tidak bersikap reaktif dalam keadaan sulit.
Tetap Tenang
Rasa lapar dan dahaga memang bisa membuat emosi semakin mudah terpancing. Anak juga demikian. Ia bisa lebih mudah mengalami perubahan suasana hati, sehingga ketika dia menemukan suatu masalah, emosinya akan lebih mudah terpancing. Sebagai orangtua, sebaiknya kamu tidak ikut kesal ketika melihat anak marah. Jika hal itu terjadi, tetaplah tenang dan ingatkan anak baik-baik.
Jika selalu tenang, orangtua bisa membantu persoalan emosi anak ketika berpuasa. Lain halnya jika orangtua menyikapi emosi anak dengan luapan emosi juga. Alih-alih masalah terselesaikan, justru masalah baru akan muncul dan hal tersebut juga akan berdampak buruk pada tumbuh kembang emosional anak. Oleh karena itu, orangtua perlu untuk selalu tenang dan sabar ketika melatih anak menahan emosi selama berpuasa.
Tunjukkan Kasih Sayang
Ramadan adalah momen yang pas untuk menunjukkan kasih sayang. Begitu juga ketika menghadapi anak yang sedang emosional ketika menjalankan ibadah puasa. Ketika mereka mengalami perubahan suasana hati, untuk menghadapinya sebaiknya orangtua menyikapinya dengan kasih sayang.
Misalnya, ketika anak merasa kesal karena perut mulai terasa lapar di siang atau sore hari, orangtua bisa memberikannya pengertian puasa sambil memeluknya. Dengan begitu, kasih sayang yang orangtua tunjukkan akan meredam kekesalannya dan membantunya untuk menahan emosi selama berpuasa.
Bersikap Tegas
Meskipun orangtua harus tenang, sabar, dan menunjukkan kasih sayang dalam melatih anak menahan emosi saat berpuasa, tetapi orangtua juga harus menunjukkan sisi tegas. Sisi tegas yang dimaksud adalah bukan mengajarkan anak dengan cara yang kasar dan keras.
Misalnya jika kamu mengetahui bahwa si kecil berbohong saat puasa, kamu tetap perlu bersikap tegas dan memberi tahu bahwa berbohong bukanlah hal yang baik, tanpa perlu memarahinya.
Ajarkan untuk Berbuat Baik pada Orang Lain
Ramadan adalah momen yang pas untuk berbuat baik. Orangtua dapat mengajak anak untuk berbagi dengan orang yang kurang beruntung. Misalkan, ajak anak untuk membagikan takjil untuk berbuka puasa di sekitar masjid atau ajak untuk membagikan makanan buka puasa bagi orang-orang yang kurang beruntung.
Pengalaman seperti ini bisa langsung mengajarkan anak tentang mengasihi sesama manusia dan untuk selalu bersyukur. Dengan selalu mengasihi dan bersyukur dapat melatih anak untuk dapat menahan emosi dengan lebih baik selama berpuasa.
Ingat ya, selama berpuasa, kamu harus selalu menjaga kesehatan. Namun, jika kamu mengalami gejala yang mengkhawatirkan selama menjalani puasa, tidak ada salahnya melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit lewat Halodoc supaya lebih mudah. Tunggu apa lagi, yuk download aplikasi Halodoc sekarang!


