
Begini Cara Membuat Kue Pancong Khas Betawi yang Enak dan Gurih
“Kamu bisa membuat kue pancong khas Betawi menggunakan resep yang praktis dan sederhana. Mulai dari kue pancong kelapa hingga kue pancong keju, bisa kamu buat di rumah dengan resep-resep di bawah ini.”

DAFTAR ISI
- Mengenal Kue Pancong: Warisan Kuliner Betawi
- Aspek Kesehatan dan Nutrisi Kue Pancong
- Bahan dan Cara Membuat Kue Pancong
- Tips Memasak Sehat dan Higienis
- Gangguan Pencernaan Akibat Jajan Sembarangan
- Studi Terkait
- FAQ
Siapa yang tidak mengenal kue pancong? Camilan tradisional khas Betawi ini telah lama menjadi favorit masyarakat Indonesia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Aromanya yang harum saat dipanggang, teksturnya yang lembut di dalam namun garing di luar, serta perpaduan rasa gurih kelapa dan manis gula pasir menjadikannya pilihan tepat untuk teman minum teh atau kopi di sore hari.
Namun, di balik kelezatannya, penting bagi kamu untuk memperhatikan kualitas bahan dan proses pembuatannya. Terutama jika kamu terbiasa membeli kue pancong di pinggir jalan yang aspek higienitasnya belum tentu terjamin. Membuat sendiri di rumah bukan hanya memberikan kepuasan kuliner, tetapi juga memastikan bahwa camilan yang dikonsumsi keluarga jauh lebih sehat, bersih, dan bebas dari bahan pengawet berbahaya.
Sebagai platform kesehatan, Halodoc ingin mengajak kamu untuk melihat sisi nutrisi dari jajanan tradisional ini. Meskipun berbahan dasar sederhana seperti tepung beras dan kelapa, proporsi konsumsi tetap harus dijaga agar tidak mengganggu keseimbangan gula darah atau kolesterol, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Dengan membuat sendiri, kamu bisa mengatur kadar gula dan santan sesuai kebutuhan kesehatanmu.
Nah, mau tahu apa saja rahasia dan langkah-langkah dalam membuat kue pancong yang lezat namun tetap sehat? Berikut ulasannya!
Mengenal Kue Pancong: Warisan Kuliner Betawi
Kue pancong seringkali disamakan dengan kue rangi, kue bandros dari Jawa Barat, atau kue pukis. Namun, bagi masyarakat Betawi, kue pancong memiliki karakteristik unik yang membedakannya. Kue ini didominasi oleh rasa gurih dari kelapa parut dan santan, serta tekstur yang lebih padat namun tetap empuk karena menggunakan tepung beras.
Secara historis, nama “pancong” konon berasal dari singkatan “pantat dicukil”, yang merujuk pada cara mengangkat kue dari cetakan berbentuk setengah lingkaran menggunakan alat cungkil besi. Keunikan ini menjadi daya tarik tersendiri yang membuat kue pancong tetap eksis di tengah serbuan jajanan modern atau pastry ala Barat.
Aspek Kesehatan dan Nutrisi Kue Pancong
Dari sisi farmakologi nutrisi, bahan utama kue pancong memiliki manfaat sekaligus risiko yang perlu diseimbangkan:
- Tepung Beras: Merupakan sumber karbohidrat utama yang bebas gluten, sehingga aman bagi penderita penyakit celiac atau sensitivitas gluten.
- Kelapa Parut dan Santan: Mengandung asam lemak jenuh berupa Lauric Acid yang memiliki sifat antimikroba. Namun, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori dan lemak jenuh.
- Garam: Memberikan keseimbangan elektrolit, namun harus dibatasi pada penderita hipertensi.
Jika kamu memiliki kekhawatiran mengenai asupan kalori atau efek konsumsi jajan terhadap kesehatan, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan saran diet yang tepat.
Bahan dan Cara Membuat Kue Pancong
Berikut adalah resep standar kue pancong khas Betawi yang bisa kamu praktikkan di rumah dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan.
Bahan-bahan yang Dibutuhkan:
- 250 gram tepung beras kualitas baik.
- 250 gram kelapa parut (pilih yang setengah tua agar teksturnya tidak terlalu keras dan tidak terlalu berminyak).
- 600-700 ml santan encer (sebaiknya diperas dari kelapa segar).
- 1 sendok teh garam halus.
- Minyak goreng atau mentega secukupnya untuk mengoles cetakan.
- Gula pasir secukupnya untuk taburan di atas kue setelah matang.
Langkah-langkah Pembuatan:
- Persiapan Adonan: Dalam sebuah wadah besar, campurkan tepung beras, kelapa parut, dan garam. Aduk hingga merata menggunakan tangan atau sendok kayu.
- Penambahan Santan: Tuangkan santan sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung sambil terus diaduk. Pastikan tidak ada gumpalan tepung yang tersisa. Adonan kue pancong yang ideal tidak terlalu kental namun juga tidak terlalu cair.
- Pemanasan Cetakan: Panaskan cetakan kue pancong (biasanya terbuat dari cor baja atau aluminium) di atas api sedang. Olesi setiap lubang cetakan dengan sedikit minyak atau mentega untuk mencegah lengket.
- Proses Pemanggangan: Tuang adonan ke dalam cetakan hingga hampir penuh. Tutup cetakan agar panas merata dan bagian atas kue matang dengan sempurna.
- Penyajian: Setelah bagian pinggir kue terlihat kecokelatan dan kering, cukil kue keluar dari cetakan. Taburkan gula pasir di atasnya selagi hangat.
Tips Agar Kue Pancong Tidak Lengket
- Pastikan cetakan benar-benar panas sebelum menuangkan adonan.
- Gunakan kelapa yang tidak terlalu tua; kelapa tua cenderung mengeluarkan minyak berlebih yang bisa membuat kue cepat hangus namun bagian dalam masih mentah.
- Bersihkan cetakan segera setelah digunakan tanpa merusak lapisan pelindungnya.
Tips Memasak Sehat dan Higienis
Sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit menular melalui makanan (foodborne diseases), pastikan semua alat masak sudah dicuci bersih. Gunakan air matang untuk memeras santan jika tidak ingin memasak santannya terlebih dahulu. Selain itu, kamu bisa mengganti gula pasir putih dengan gula aren atau stevia jika ingin versi yang lebih rendah indeks glikemiknya.
Gangguan Pencernaan Akibat Jajan Sembarangan
Seringkali, keinginan makan kue pancong dipenuhi dengan membeli dari pedagang kaki lima. Risiko yang mengintai antara lain adalah kontaminasi bakteri E. coli atau penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak diizinkan. Jika setelah mengonsumsi jajanan kamu mengalami gejala seperti diare, perut kembung, atau mual, segeralah mencari penanganan medis.
Untuk pertolongan pertama, kamu dapat beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah, seperti obat diare atau suplemen probiotik untuk menyeimbangkan flora usus.
Studi Mengenai Keamanan Pangan Tradisional
Journal of Food Science and Technology menerbitkan studi di tahun 2020 yang menjelaskan bahwa jajanan tradisional berbasis kelapa dan tepung beras memiliki risiko kontaminasi mikroba yang tinggi jika tidak diproses dengan suhu yang tepat atau jika bahan santan tidak disimpan dengan benar.
Penelitian ini menekankan pentingnya pemanasan hingga mencapai suhu internal tertentu untuk membunuh patogen. Oleh karena itu, saat membuat kue pancong, pastikan bagian dalam kue sudah benar-benar matang (tidak cair) untuk menjamin keamanan konsumsinya.
Membuat kue pancong sendiri di rumah adalah pilihan bijak untuk menjaga kesehatan keluarga. Dengan kontrol penuh pada bahan baku, kamu bisa menikmati lezatnya tradisi tanpa perlu khawatir akan risiko kesehatan yang mengintai. Namun, jika kamu atau keluarga mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan tertentu, jangan tunda untuk mencari bantuan profesional.
Selain konsultasi, kamu juga bisa mendapatkan obat-obatan dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh dengan praktis di Toko Kesehatan Halodoc.
Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Gizi Seimbang untuk Makanan Tradisional.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Coconut Oil: Is it Healthy?.
WHO. Diakses pada 2026. Five Keys to Safer Food Manual.
Journal of Ethnic Foods. Diakses pada 2026. Traditional snacks of Indonesia: A review on ingredients and health benefits.
FAQ
1. Apakah kue pancong aman untuk penderita diabetes?
Kue pancong mengandung karbohidrat tinggi dari tepung beras dan gula taburan. Penderita diabetes sebaiknya membatasi porsi dan mengganti taburan gula dengan pemanis nol kalori.
2. Apa perbedaan kue pancong dengan kue bandros?
Kue pancong khas Betawi umumnya tidak menggunakan gula di dalam adonan (hanya sebagai taburan), sedangkan bandros terkadang memiliki variasi rasa di dalam adonannya.
3. Bagaimana cara menyimpan sisa adonan kue pancong?
Karena mengandung santan dan kelapa parut yang mudah basi, sisa adonan harus disimpan dalam wadah kedap udara di dalam kulkas dan sebaiknya dihabiskan dalam waktu 24 jam.
4. Bisakah tepung beras diganti dengan tepung terigu?
Bisa, namun teksturnya akan berubah menjadi lebih mirip kue pukis yang empuk seperti bolu, bukan tekstur khas kue pancong yang agak kenyal dan padat.
## Punya Pertanyaan Seputar Nutrisi atau Keluhan Setelah Makan? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu baru saja menikmati kue pancong yang lezat, tapi tiba-tiba perut terasa tidak nyaman atau ingin tahu kandungan gizinya? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
HILDA adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.




