• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Mengobati Cat Scratch Disease pada Si Kecil

Begini Cara Mengobati Cat Scratch Disease pada Si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Terdapat beragam penyakit yang dapat ditularkan hewan ke manusia. Mulai dari rabies, toksoplasmosis, infeksi bakteri salmonella, infeksi leptospira, atau pula cat scratch disease. Nah, kali ini kita akan membahas lebih jauh mengenai cat scratch disease.

Penyakit yang satu ini merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh cakaran kucing yang terinfeksi bakteri Bartonella henselae. Kira-kira sekitar 40 persen kucing dan anak kucing terinfeksi bakteri ini.  

Lalu, bagaimana sih cara mengobati cat scratch disease ? 

Baca juga: Vaksinasi pada Kucing Bisa Mencegah Cat Scratch Disease

Dari Benjolan sampai Penurunan Berat Badan

Berbicara gejala cat scratch disease tentu membicarakan beragam masalah atau keluhan pada tubuh. Pasalnya, penyakit yang satu ini bisa menimbulkan sederet gejala pada pengidapnya. Lalu, apa saja gejala yang bisa ditimbulkan cat scratch disease

  • Benjolan atau lecet di lokasi gigitan,
  • Kelelahan,
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di dekat lokasi gigitan,
  • Demam ringan di atas 37 ° Celsius, tetapi di bawah 38 ° Celsius,
  • Sakit kepala,
  • Pegal-pegal.

Selain itu, ada pula gejala lainnya yang tidak terbilang umum, seperti: 

  • Kehilangan selera makan,
  • Sakit tenggorokan,
  • Penurunan berat badan.

Kembali ke pertanyaan di atas, bagaimana sih cara mengatasi anak? 

Baca juga: Mitos atau Fakta, Kutu Kucing Sebabkan Cat Scratch Disease

Perawatan Cat Scratch Disease

Bagi orang yang sehat memiliki sistem imun yang kuat, sebenarnya cat scratch disease bisa hilang tanpa perawatan khusus. Namun, dalam beberapa kasus, cat scratch disease juga memerlukan obat-obatan. Misalnya, ibuprofen (Advil, Motrin, Nuprin) atau naproxen (Aleve, Anaprox, Naprosyn) sodium untuk meredakan pembengkakan dan rasa sakit. 

Meski begitu, kebanyakan kasus cat scratch disease tak memerlukan antibiotik. Pengidapnya bisa sembuh tanpa obat dalam dua hingga delapan minggu. Akan tetapi, lain lagi ceritanya jika cat scratch disease sudah menyebar ke organ lainnya. Contohnya hati, mata, limfa atau sistem saraf pusat. Nah, dikondisi ini peran antibiotik amat diperlukan. Di samping itu, obat kortikosteroid juga terkadang diresepkan oleh dokter, bila pasien benar-benar membutuhkannya. 

Bagaimana untuk meredakan kelenjar yang bengkak dan menyakitkan? Untuk mengatasi keluhan cat scratch disease ini, dokter mungkin akan memasukkan jarum dengan lembut dan mengeluarkan cairannya. 

Awas, Bisa Memicu Komplikasi

Dalam beberapa kasus, cat scratch disease bisa menimbulkan komplikasi bila tak ditangani dengan tepat. Kondisi yang lebih serius ini umumnya terjadi pada mereka yang mengalami gangguan daya tahan tubuh. Contohnya, pengidap HIV atau AIDS, atau mereka yang sedang menjalani kemoterapi.

Lalu, apa saja komplikasi yang bisa disebabkan cat scratch disease?

  1. Ensefalopati. Ensefalopati merupakan penyakit otak yang dapat terjadi ketika bakteri menyebar ke otak. Dalam beberapa kasus, ensefalopati bisa menyebabkan kerusakan otak permanen atau kematian.
  2. Neuroretinitis. Neuroretinitis merupakan peradangan saraf optik dan retina yang bisa menyebabkan penglihatan kabur. Penglihatan biasanya membaik setelah infeksi hilang.
  3. Osteomielitis. Osteomielitis adalah infeksi bakteri di tulang yang dapat menyebabkan kerusakan tulang. Dalam beberapa kasus, kerusakan tulang bisa sangat parah sehingga perlu diamputasi.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2020. Cat Scratch Fever.
Web MD. Diakses pada 2020. Cat-Scratch Fever.
MedScape. Diakses pada 2020.Cat Scratch Disease (Cat Scratch Fever).
CDC. Diakses pada 2020. Cat Scratch Fever.