• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vaksinasi pada Kucing Bisa Mencegah Cat Scratch Disease

Vaksinasi pada Kucing Bisa Mencegah Cat Scratch Disease

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Cat scratch disease dapat terjadi saat seseorang mendapat gigitan, cakaran, atau jilatan kucing yang terinfeksi bakteri Bartonella henselae. Kucing diketahui dapat menularkan beberapa jenis infeksi ke manusia. Beberapa penyakit bahkan bisa menjadi parah.

Itulah pentingnya memberikan vaksin dan perawatan lainnya untuk kucing. Langkah ini bermanfaat untuk mencegah atau mengurangi risiko banyak penyakit yang dibawa oleh kucing. Vaksin yang diberikan pada kucing sebagai upaya agar hewan peliharaan dapat kebal terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. 

Pentingnya Vaksin pada Kucing dan Hewan Peliharaan Lainnya

Pemberian vaksin pada kucing bertujuan agar hewan peliharaan dapat kebal terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Respons tubuh kucing akan membentuk zat kebal setelah divaksinasi, sehingga mereka dapat melawan mikroorganisme yang menginfeksinya. 

Baca juga: Cara Merawat Kucing Peliharaan agar Tak Terjangkit Toksoplasmosis

Normalnya, zat kebal akan menurun kadarnya pada periode tertentu, dengan begitu mungkin diperlukan vaksinasi ulang supaya kadar zat kebal dalam tubuh kucing selalu terjaga. Vaksin yang diberikan pada kucing mengandung organisme hidup yang dilemahkan, killed atau inactivated vaccine, maupun rekombinan (mengandung hanya satu bagian dari virus yang berfungsi penting dalam penyakit).

Kucing secara alami mendapat antibodi maternal kolostrum air susu induknya, itupun jika induk memiliki sistem imun yang baik. Setelah dua bulan, antibodi anak akan menurun, sehingga rentan terkena penyakit dari virus dan bakteri. Itulah sebabnya vaksin sangat dianjurkan sesegera mungkin pada anak kucing, sejak usia 8-9 minggu. Kemudian diulang kembali pada 3-4 minggu berikutnya. 

Setelah memberikan vaksin booster pertama, berikan setidaknya waktu 12 bulan untuk memastikan apakah proteksi yang diberikan vaksin cukup kuat. Kemudian booster selanjutnya dapat diberikan setelah 1-3 tahun (tergantung jenis vaksin, penyakit dan paparan). 

Baca juga: 3 Hewan Rumahan yang Bisa Membawa Penyakit

Selain pemberian vaksin, kamu juga perlu menjaga kebersihan dan kesehatan kucing dengan:

  • Mengontrol kutu kucing. Perhatikan apakah kucing terlalu sering menggaruk, maka waspadalah terhadap kutu kucing. 
  • Jagar agar kuku kucing rutin dipotong 
  • Oleskan produk kutu (obat topikal atau orang) yang direkomendasikan dokter hewan. 
  • Periksa kutu kucing dengan menggunakan sisir kutu khusus kucing untuk memeriksa kotoran kutu. 
  • Di rumah kamu pun perlu mengontrol kutu kucing yang berpindah dengan sering menyedot debu di area rumah. Hubungi agen pengendalian hama jika perlu. 
  • Lindungi kesehatan kucing dengan menjadwalkan pemeriksaan kesehatan hewan rutin. 
  • Simpan kucing di dalam ruangan.
  • Kurangi kontak kucing dengan kutu.
  • Cegah kucing berkelahi dengan hewan liar atau hewan yang berpotensi terinfeksi. 

Penyakit Lain yang Mungkin Dibawa Oleh Kucing

Selain cat scratch disease, kucing juga dapat membawa penyakit lain yang harus kamu waspadai. Beberapa penyakit termasuk:

  • Campylobacteriosis: Bakteri menyebabkan infeksi usus.
  • Cryptosporidiosis: Parasit yang menyebabkan diare dan kram perut. 
  • Rabies: Kucing harus mendapat vaksinasi rutin untuk mencegah infeksi rabies.
  • Cacing pita: Umum terjadi pada anak-anak. Infeksi ini terjadi saat seseorang menelan kutu dari kucing yang memiliki larva cacing pita. 
  • Infeksi toxocara: Kondisi ini tidak selalu menyebabkan gejala, tapi dapat menimbulkan komplikasi parah, seperti kebutaan. 
  • Toxoplasmosis: Siapapun harus menghindari ini selama kehamilan. Komplikasi yang terjadi termasuk masalah pertumbuhan dan mata pada bayi yang belum lahir dan keguguran. 

Baca juga: Bahaya Cakaran Kucing yang Perlu Diwaspadai

Itulah penyakit yang dapat dibawa dan disebarkan oleh kucing yang harus kamu waspadai. Jika kamu mengalami gangguan kesehatan setelah berinteraksi dengan kucing atau hewan lainnya, segeralah bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai penanganannya. Yuk, segera download aplikasinya sekarang!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Cat scratch fever: What you should know
CDC. Diakses pada 2020. Cat-Scratch Disease