Ad Placeholder Image

Begini Cara Menjaga Kesehatan Telinga yang Tepat

7 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Perawatan telinga merupakan suatu hal yang penting dilakukan agar kamu terhindar dari gangguan pendengaran.

Begini Cara Menjaga Kesehatan Telinga yang TepatBegini Cara Menjaga Kesehatan Telinga yang Tepat

DAFTAR ISI


Telinga merupakan salah satu organ panca indra yang memiliki peran krusial dalam kehidupan manusia. Tidak hanya berfungsi sebagai alat pendengaran yang memungkinkan kita berkomunikasi dan menikmati suara di sekitar, telinga juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Namun, sayangnya, kesehatan telinga sering kali terabaikan dibandingkan dengan organ tubuh lainnya seperti mata atau gigi.

Banyak orang baru menyadari pentingnya merawat telinga saat mereka mulai merasakan gejala yang tidak nyaman, seperti penurunan pendengaran, telinga terasa tersumbat, hingga rasa nyeri yang hebat akibat infeksi. Cara merawat telinga yang salah, seperti kebiasaan mengorek telinga dengan benda tajam atau kapas pembersih, justru dapat memicu masalah medis yang lebih serius, termasuk robeknya gendang telinga atau penumpukan kotoran yang semakin masuk ke dalam saluran pendengaran.

Memahami cara merawat telinga yang benar secara medis sangatlah penting untuk mencegah komplikasi permanen. Edukasi mengenai kebersihan telinga tidak hanya soal bagaimana cara membersihkannya, tetapi juga bagaimana melindunginya dari faktor eksternal seperti polusi suara dan kelembapan yang berlebih. Dengan perawatan yang tepat, risiko mengalami gangguan pendengaran di masa tua dapat diminimalisir secara signifikan.

Nah, mau tahu apa saja langkah praktis dan aman dalam menjaga kesehatan indra pendengaranmu? Berikut ulasannya!

Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga

Menjaga kesehatan telinga bukan sekadar soal estetika atau kebersihan lubang telinga saja. Secara anatomi, telinga terbagi menjadi tiga bagian utama: telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Setiap bagian memiliki mekanisme pertahanan dan cara kerja yang sensitif. Telinga luar berfungsi menangkap gelombang suara, telinga tengah menghantarkan getaran melalui tulang-tulang pendengaran, dan telinga dalam mengubah getaran tersebut menjadi sinyal saraf yang dikirim ke otak.

Paparan suara bising yang terus-menerus, infeksi bakteri atau jamur, serta trauma fisik dapat merusak komponen-komponen halus ini. Kerusakan pada sel-sel rambut di telinga dalam, misalnya, bersifat permanen dan tidak dapat tumbuh kembali. Oleh karena itu, pencegahan adalah kunci utama. Mengetahui cara merawat telinga sejak dini akan membantu kamu mempertahankan kualitas hidup hingga lanjut usia.

Memahami Fungsi Kotoran Telinga

Sebelum membahas cara membersihkannya, kamu perlu tahu bahwa kotoran telinga atau serumen bukanlah sesuatu yang “jahat” yang harus dibuang habis setiap hari. Serumen diproduksi oleh kelenjar di saluran telinga luar dan memiliki fungsi proteksi yang luar biasa. Zat ini bersifat lengket untuk memerangkap debu, kotoran, dan serangga kecil agar tidak masuk lebih jauh ke arah gendang telinga.

Selain itu, serumen juga memiliki sifat antibakteri dan antijamur untuk mencegah infeksi, serta berfungsi sebagai pelumas alami agar kulit di dalam saluran telinga tidak kering dan gatal. Secara alami, telinga memiliki mekanisme pembersihan mandiri. Saat kamu berbicara atau mengunyah, gerakan rahang akan membantu mendorong serumen yang sudah tua dan kering keluar dari saluran telinga secara perlahan. Jika kamu merasa produksi serumen terlalu berlebih dan mengeras, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan cairan pelunak kotoran telinga yang aman.

Cara Merawat Telinga yang Benar

Banyak kesalahan umum terjadi karena kurangnya informasi medis yang akurat. Berikut adalah panduan cara merawat telinga yang direkomendasikan oleh para ahli THT:

1. Jangan Memasukkan Benda Apapun ke Dalam Lubang Telinga

Prinsip utama dalam merawat telinga adalah “tidak memasukkan benda yang lebih kecil dari siku kamu ke dalam telinga”. Ini berarti penggunaan cotton bud, penjepit kertas, korek api, atau kunci untuk membersihkan telinga harus dihindari sama sekali. Benda-benda ini justru mendorong kotoran masuk lebih dalam (impacted cerumen) dan berisiko melukai dinding saluran telinga yang sangat tipis.

2. Bersihkan Area Daun Telinga Saja

Untuk kebersihan sehari-hari, kamu cukup membersihkan bagian luar telinga (pinna) dan area di belakang telinga menggunakan kain lembut atau handuk yang dibasahi air hangat. Pastikan area ini kering setelah kamu mandi untuk mencegah pertumbuhan jamur.

3. Jaga Telinga Tetap Kering

Kelembapan yang berlebihan di dalam saluran telinga dapat menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi bakteri, yang sering menyebabkan kondisi yang disebut swimmer’s ear (otitis eksterna). Setelah berenang atau mandi, miringkan kepala untuk mengeluarkan air dari saluran telinga dan keringkan dengan handuk secara lembut di bagian luar.

Tips Mencegah Infeksi Telinga saat Berenang
  1. Gunakan penyumbat telinga (earplugs) khusus renang yang pas dan bersih.
  2. Keringkan telinga segera setelah keluar dari air menggunakan ujung handuk.
  3. Jika air terasa terperangkap, miringkan kepala sambil menarik cuping telinga ke arah yang berbeda untuk membantu air mengalir keluar.

Bahaya Penggunaan Cotton Bud

Meskipun dipasarkan untuk kebersihan, penggunaan cotton bud di dalam lubang telinga secara medis sangat tidak disarankan. Kapas pada ujungnya dapat tertinggal di dalam saluran telinga dan memicu peradangan. Selain itu, dorongan mekanis dari cotton bud dapat menyebabkan perforasi (lubang) pada gendang telinga yang dapat berujung pada tuli konduktif.

Jika kotoran telinga terasa menyumbat pendengaran, penggunaan tetes telinga pelunak serumen yang dijual bebas (seperti yang mengandung minyak mineral atau hidrogen peroksida ringan) jauh lebih aman dibandingkan mengoreknya secara manual. Namun, jika sumbatan tetap terasa, tindakan irigasi telinga oleh dokter adalah jalan keluar yang paling bijaksana.

Tips Melindungi Telinga dari Kebisingan

Gangguan pendengaran akibat kebisingan (Noise-Induced Hearing Loss) adalah salah satu jenis gangguan pendengaran yang paling sering terjadi namun sangat bisa dicegah. Berikut langkah-langkahnya:

  • Gunakan Aturan 60/60: Saat menggunakan headphone atau earphone, pastikan volume tidak lebih dari 60% dan batasi waktu penggunaan maksimal 60 menit per hari.
  • Gunakan Pelindung Telinga: Jika kamu bekerja di lingkungan bising (pabrik, konstruksi) atau menghadiri konser musik, gunakan earplugs atau earmuffs.
  • Beri Waktu Istirahat: Jika baru saja berada di tempat yang sangat bising, berikan telinga kamu waktu “hening” selama minimal 16 jam untuk proses pemulihan saraf pendengaran.

Kapan Harus ke Dokter?

Telinga memiliki sistem peringatan dini berupa rasa nyeri atau ketidaknyamanan. Jangan abaikan tanda-tanda berikut:

  • Nyeri telinga yang tajam atau berdenyut secara terus-menerus.
  • Keluarnya cairan (bening, kuning, atau berdarah) dari lubang telinga.
  • Penurunan pendengaran secara tiba-tiba atau bertahap.
  • Telinga berdenging (tinnitus) yang tidak kunjung hilang.
  • Rasa pusing berputar (vertigo) yang disertai gangguan pendengaran.

Jika kamu mengalami gejala di atas, sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Penanganan yang cepat dapat mencegah kerusakan permanen pada saraf pendengaran.

Studi Mengenai Kesehatan Telinga

The Journal of Laryngology & Otology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan cotton bud merupakan penyebab utama cedera membran timpani (gendang telinga) yang tidak disengaja di kalangan orang dewasa.

Studi tersebut menemukan bahwa mayoritas pasien yang mengalami perforasi gendang telinga memiliki riwayat mencoba membersihkan telinga sendiri menggunakan benda asing. Hal ini menegaskan bahwa mekanisme pembersihan alami telinga jauh lebih efektif dan aman dibandingkan intervensi manual yang berisiko tinggi.

Secara keseluruhan, cara merawat telinga yang paling efektif adalah dengan bersikap “minimalis”. Biarkan telinga melakukan tugas pembersihannya sendiri, lindungi dari suara bising yang ekstrem, dan jaga kelembapannya. Jangan pernah meremehkan gangguan kecil pada telinga karena organ ini sangat sensitif terhadap trauma.

Kamu bisa mendapatkan berbagai produk kesehatan telinga seperti pelunak kotoran telinga atau penyumbat telinga dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, jika kamu memiliki kekhawatiran tentang kualitas pendengaranmu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Punya Masalah Telinga tapi Bingung Mau Tanya Siapa? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan pada telinga, seperti telinga berdenging atau terasa tersumbat, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Earwax blockage: Symptoms & causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Ear Care and Safety.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Deafness and hearing loss.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga dan Pendengaran.
American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery. Diakses pada 2026. Clinical Practice Guideline: Earwax (Cerumen Impaction).

FAQ

1. Apakah aman membersihkan telinga dengan ear candle?

Sangat tidak disarankan. Secara medis, ear candle tidak terbukti efektif mengeluarkan kotoran telinga dan justru berisiko menyebabkan luka bakar pada saluran telinga atau menempelnya lilin pada gendang telinga.

2. Seberapa sering saya harus membersihkan telinga?

Telinga luar bisa dibersihkan setiap hari saat mandi. Namun, saluran telinga bagian dalam tidak perlu dibersihkan secara rutin karena memiliki mekanisme pembersihan alami. Bersihkan hanya jika terjadi penumpukan serumen yang mengganggu.

3. Mengapa telinga sering terasa gatal?

Gatal bisa disebabkan oleh kulit telinga yang terlalu kering (akibat terlalu sering dibersihkan), infeksi jamur, atau reaksi alergi terhadap produk tertentu seperti sampo atau sabun. Hindari menggaruknya dengan benda tajam.

4. Apakah penggunaan earphone setiap hari berbahaya?

Bisa berbahaya jika volumenya terlalu keras. Paparan suara di atas 85 desibel dalam waktu lama dapat merusak sel rambut di telinga dalam. Gunakan aturan 60/60 untuk menjaga pendengaran tetap aman.