• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Prosedur Medis untuk Diagnosis Kanker Tiroid

Begini Prosedur Medis untuk Diagnosis Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Meski tak “sepopuler” kanker payudara atau kanker paru-paru, bukan berarti kanker tiroid boleh dipandang sebelah mata. Alasannya jelas, kanker ini bisa menyerang siapa saja dan berakibat fatal. Namun, dalam kebanyakan kasus kanker tiroid umumnya menyerang orang di usia 35–39 tahun dan 70 tahun ke atas. 

Mau tahu biang keladi dari penyakit ini? Sayangnya, sampai kini penyebab kanker tiroid sebenarnya masih menjadi misteri. Akan tetapi, ada dugaan kalau kanker ini dipicu oleh mutasi genetik. 

Di samping itu, kaum hawa rasanya mesti sedikit lebih cemas, sebab wanita berisiko tiga kali lipat mengidap kanker tiroid dibandingkan dengan pria. Perubahan hormon pada sistem reproduksi wanita diduga menjadi pemicunya. 

Selain itu, kanker ini juga bisa dipicu oleh kelainan genetik, penyakit tiroid, paparan radiasi, hingga kondisi medis tertentu. Hal yang perlu ditegaskan, kanker tiroid bisa kok disembuhkan asal penanganannya dimulai sedini mungkin. 

Lalu, bagaimana sih cara mendiagnosis kanker tiroid agar dapat terdeteksi dini? 

Baca juga: Benarkah Kekurangan Yodium Berisiko Alami Kanker Tiroid?

Diagnosis Kanker Tiroid

Cara mendiagnosis kanker tiroid dilakukan lewat berbagai cara. Pertama, dokter akan menanyakan keluhan dan gejala yang dialami oleh pasien. Tak cuma itu saja, dokter juga akan menanyakan seputar riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. 

Kemudian, cara mendiagnosis kanker tiroid tentunya melibatkan pemeriksaan fisik. Di sini dokter akan memeriksa benjolan atau pembengkakan pada bagian leher. Nah, untuk memastikan diagnosis kanker tiroid dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti: 

  • Pemeriksaan pemindai. USG, CT scan, PET scan, dan MRI. Pemeriksaan ini dapat mengidentifikasi benjolan yang ada di leher dan ada tidaknya penyebaran kanker ke bagian tubuh lain.
  • Tes darah. Cara mendiagnosis kanker tiroid juga melibatkan tes darah untuk mengetahui kadar hormon tiroid di dalam darah.
  • Tes genetik. Tujuannya untuk mengidentifikasi kelainan genetik yang mungkin memicu kanker tiroid.

Baca juga: Terpapar Radiasi Bisa Sebabkan Kanker Tiroid, Mitos atau Fakta?

Amati Gejala-Gejala Kanker Tiroid

Ketika seseorang mengidap kanker tiroid, biasanya di tahap awal mereka tak akan merasakan gejala. Namun, bila masuk ke tahap selanjutnya, kanker ini bisa memunculkan benjolan atau pembengkakan pada bagian leher. Tepatnya di bawah jakun, tetapi umumnya tak terasa sakit, terasa kencang, dan cepat membesar.

Selain itu, ada pula beberapa gejala lain yang bisa muncul setelah kanker memasuki stadium lanjut, yaitu:

  • Nyeri pada bagian leher.
  • Batuk.
  • Sulit menelan.
  • Sakit tenggorokan.
  • Suara serak yang tak membaik setelah beberapa minggu.
  • Sulit bernapas.

Tak cuma itu saja, dalam beberapa kasus kanker tiroid bisa menimbulkan gejala lain, seperti jantung berdebar, tremor pada tangan, gelisah, mudah marah, rambut rontok, diare, hingga penurunan berat badan. Nah, kondisi-kondisi ini terjadi ketika kanker tiroid meningkatkan produksi hormon tiroid (hipertiroidisme).

Ingat, jangan bermain-main dengan penyakit ini. Pasalnya, kanker tiroid bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti paru-paru, tulang, dan otak. Tak cuma itu saja, komplikasi kanker tiroid juga bisa menyebabkan cedera pada pita suara dan kesulitan bernapas. 

Mau tahu lebih jauh mengenai kanker tiroid atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Health A to Z. Thyroid cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases & Conditions. Thyroid cancer.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Diseases & Conditions. Thyroid Cancer.