Ad Placeholder Image

Begini Urutan Pemakaian Retinol dan Niacinamide yang Tepat

10 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Sebaiknya gunakan produk dengan niacinamide dahulu, lalu lanjutkan dengan produk yang mengandung retinol.

Begini Urutan Pemakaian Retinol dan Niacinamide yang TepatBegini Urutan Pemakaian Retinol dan Niacinamide yang Tepat

DAFTAR ISI


Retinol telah menjadi standar emas dalam dunia perawatan kulit atau skincare, terutama bagi kamu yang ingin mengatasi tanda-tanda penuaan dini, jerawat, dan tekstur kulit yang tidak merata. Sebagai turunan dari Vitamin A, retinol bekerja dengan cara mempercepat regenerasi sel kulit dan merangsang produksi kolagen di lapisan dermis.

Namun, kekuatan retinol sering kali datang dengan risiko iritasi jika tidak digunakan dengan cara yang benar. Banyak pengguna pemula yang merasa bingung mengenai urutan pemakaiannya dalam rangkaian skincare malam hari. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: “retinol dipakai setelah apa?” agar hasilnya maksimal namun tetap aman bagi skin barrier.

Memahami urutan yang tepat sangatlah krusial. Salah langkah sedikit saja bisa menyebabkan kulit menjadi kering, mengelupas, kemerahan, hingga mengalami purging yang parah. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui produk apa yang harus diaplikasikan sebelum dan sesudah retinol guna menjaga kelembapan kulit.

Nah, mau tahu apa saja aturan dan urutan pemakaian retinol yang tepat untuk mendapatkan kulit glowing tanpa iritasi? Berikut ulasannya!

Mengenal Retinol dan Cara Kerjanya pada Kulit

Retinol adalah salah satu jenis retinoid, yaitu kelompok zat kimia yang berasal dari Vitamin A. Secara farmakologis, ketika retinol diaplikasikan ke kulit, enzim di dalam kulit akan mengubahnya menjadi asam retinoat. Zat aktif inilah yang kemudian berkomunikasi dengan sel-sel kulit untuk berperilaku seperti sel yang lebih muda dan sehat.

Manfaat utama retinol meliputi pengurangan garis halus, memudarkan bintik hitam (hiperpigmentasi), serta membantu mengecilkan tampilan pori-pori dengan cara menjaga pori-pori tetap bersih dari sumbatan minyak dan sel kulit mati. Karena sifatnya yang sensitif terhadap cahaya matahari, retinol sangat disarankan untuk digunakan hanya pada malam hari.

Retinol Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan yang Benar

Untuk menjawab pertanyaan utama kamu, urutan pemakaian retinol sangat bergantung pada tingkat sensitivitas kulitmu. Namun, secara umum, berikut adalah urutan standar yang direkomendasikan oleh para ahli dermatologi:

1. Double Cleansing (Pembersih Wajah)

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan wajah benar-benar bersih dari sisa makeup, debu, dan tabir surya. Gunakan cleansing oil atau micellar water, kemudian lanjutkan dengan sabun cuci muka yang lembut (gentle cleanser). Pastikan wajah sudah kering sempurna sebelum lanjut ke langkah berikutnya, karena mengaplikasikan retinol pada kulit basah dapat meningkatkan risiko iritasi.

2. Hydrating Toner atau Essence

Retinol sebaiknya dipakai setelah hydrating toner atau essence yang berbahan dasar air. Toner berfungsi untuk mengembalikan pH kulit dan memberikan hidrasi dasar. Pastikan kamu menghindari toner yang mengandung bahan aktif eksfoliasi seperti AHA atau BHA saat akan menggunakan retinol.

3. Serum Retinol

Setelah toner meresap, barulah kamu mengaplikasikan serum retinol. Gunakan seukuran biji jagung untuk seluruh wajah. Ratakan dengan lembut dan hindari area sensitif seperti kelopak mata dan sudut bibir. Jika kamu baru pertama kali mencoba, kamu bisa mendapatkan produk pendukung kulit sehat dengan beli obat online di Halodoc yang menyediakan berbagai suplemen vitamin kulit original.

4. Moisturizer (Pelembap)

Langkah terakhir dan yang paling penting adalah mengunci semuanya dengan pelembap. Pelembap berfungsi untuk menjaga hidrasi dan memperkuat lapisan pelindung kulit (skin barrier) yang mungkin terganggu oleh efek samping retinol yang mengeringkan.

Tips Menggunakan Retinol untuk Pemula
  1. Mulai dari Konsentrasi Rendah: Pilih produk dengan persentase retinol 0,1% hingga 0,3% untuk membiarkan kulit beradaptasi.
  2. Gunakan Aturan 2-2-2: Dua minggu pertama gunakan dua kali seminggu, lalu tingkatkan frekuensi secara bertahap.
  3. Wajib Sunscreen: Retinol meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV. Jangan pernah melewatkan tabir surya di pagi hari.

Teknik Sandwich Retinol untuk Kulit Sensitif

Jika kamu memiliki kulit yang sangat sensitif atau kering, kamu bisa mencoba teknik “sandwich”. Teknik ini melibatkan pemberian lapisan pelembap sebelum DAN sesudah mengaplikasikan retinol. Urutannya adalah: Moisturizer -> Retinol -> Moisturizer.

Metode ini berfungsi sebagai penyangga (buffer) untuk mengurangi penetrasi retinol yang terlalu agresif ke dalam kulit tanpa menghilangkan manfaatnya secara keseluruhan. Ini adalah cara terbaik untuk meminimalkan efek kemerahan dan pengelupasan di awal pemakaian.

Kandungan yang Tidak Boleh Dicampur dengan Retinol

Dalam satu rangkaian yang sama (misalnya di malam hari), hindari mencampur retinol dengan bahan-bahan berikut:

  • Vitamin C: Memiliki tingkat pH yang sangat berbeda. Sebaiknya gunakan Vitamin C di pagi hari dan retinol di malam hari.
  • AHA/BHA (Exfoliating Acids): Menggabungkan keduanya bisa menyebabkan over-eksfoliasi dan merusak skin barrier.
  • Benzoyl Peroxide: Dapat menonaktifkan molekul retinol dan membuat keduanya tidak efektif.

Studi Mengenai Efektivitas Retinol

Journal of Cosmetic Dermatology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan retinol secara topikal secara signifikan meningkatkan produksi kolagen tipe I dan menurunkan tampilan kerutan setelah 12 minggu pemakaian teratur.

Penelitian ini menegaskan bahwa konsistensi dan cara pakai yang benar adalah kunci utama. Retinol terbukti efektif dalam memperbaiki struktur epidermis dan memberikan efek antipenuaan yang nyata jika dibarengi dengan penggunaan pelembap yang adekuat untuk mencegah Transepidermal Water Loss (TEWL).

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun retinol dijual bebas, ada kondisi tertentu di mana kamu perlu mendapatkan pengawasan medis profesional. Berikut adalah tanda-tandanya:

1. Iritasi Berlebihan

Jika kulitmu terasa sangat perih, panas terbakar, atau muncul bengkak setelah pemakaian retinol, segera hentikan penggunaan. Kondisi ini mungkin menandakan dermatitis kontak atau reaksi alergi.

2. Kondisi Kulit Khusus

Bagi pengidap eksim atau rosacea, penggunaan retinol bisa menjadi bumerang. Sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc guna mendapatkan rekomendasi jenis retinoid yang lebih lembut atau alternatif lain seperti Bakuchiol.

Sebagai penutup, kunci dari penggunaan retinol adalah kesabaran. Hasilnya tidak akan terlihat secara instan dalam semalam, melainkan setelah beberapa minggu atau bulan pemakaian rutin sesuai urutan yang benar.

Kamu bisa mendapatkan produk perawatan kulit dan vitamin pendukung lainnya dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan atau keluhan kulit yang sedang kamu alami melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2026. Retinoid or Retinol?.
Healthline. Diakses pada 2026. How to Use Retinol Safely.
Journal of Cosmetic Dermatology. Diakses pada 2026. A comparative study of the effects of retinol and retinoic acid on histological, molecular, and clinical properties of human skin.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Wrinkle creams: Your guide to younger-looking skin.

FAQ

1. Apakah retinol dipakai setelah moisturizer?

Secara standar, retinol dipakai sebelum pelembap (moisturizer). Namun, bagi pemilik kulit sensitif, retinol bisa dipakai setelah pelembap tipis (teknik sandwich) untuk mengurangi risiko iritasi.

2. Apakah boleh pakai retinol setiap malam?

Untuk pemula, tidak disarankan. Mulailah dengan 2-3 kali seminggu. Jika kulit sudah beradaptasi dan tidak ada tanda iritasi, kamu bisa meningkatkannya menjadi setiap malam secara bertahap.

3. Retinol dipakai setelah apa di malam hari?

Retinol dipakai setelah wajah dibersihkan (double cleansing) dan dikeringkan, serta setelah penggunaan hydrating toner yang sudah meresap sempurna.

4. Bolehkah memakai retinol saat hamil?

Tidak disarankan. Penggunaan turunan Vitamin A seperti retinol umumnya dilarang untuk ibu hamil dan menyusui karena risiko efek sistemik pada janin. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter.


## Punya Masalah Kulit Akibat Salah Urutan Pakai Skincare? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung dengan urutan produk skincare yang benar? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.