• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Belum Punya Anak, Periksa Kesuburan dengan Cara Ini

Belum Punya Anak, Periksa Kesuburan dengan Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Memiliki momongan mungkin merupakan impian bagi beberapa pasangan menikah. Berbagai metode dan program hamil sudah dilakukan, tetapi belum membuahkan hasil? Kamu dan pasangan mungkin perlu menjalani pemeriksaan kesuburan.

Melalui pemeriksaan kesuburan, dokter dapat menemukan apa yang jadi penyebab sulitnya kamu dan pasangan mencapai kehamilan. Dokter mungkin melakukan beberapa pengujian dasar, atau merujuk ke spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas (dokter spesialis kesuburan) atau ahli andrologi (untuk fertilitas pria).

Baca juga: Serba-Serbi Kesuburan Pada Pria yang Harus Diketahui


Seperti Apa Pemeriksaan Kesuburan untuk Pria dan Wanita?

Pemeriksaan kesuburan melibatkan kedua pasangan. Meskipun kkamu mungkin menganggap kehamilan terjadi dalam tubuh wanita, pembuahan yang berhasil membutuhkan kesuburan dari pihak pria juga. Menurut American Society of Reproductive Medicine (ASRM), 25 persen dari semua kasus infertil memiliki satu atau lebih faktor infertilitas yang berkontribusi. Misalnya, 40 persen kasus ketidaksuburan disebabkan oleh ketidaksuburan faktor pria, sedangkan 25 persen dari ketidaksuburan wanita disebabkan oleh ovulasi yang tidak normal.

Pemeriksaan Kesuburan untuk Wanita

Tidak semua pemeriksaan kesuburan akan dilakukan untuk setiap kasus. Pemeriksaan yang lebih invasif, seperti laparoskopi diagnostik, hanya dilakukan ketika gejala atau tes lain mengarah ke sana, atau ketika penyebab infertilitas tidak dapat ditemukan sebaliknya.

 

Baca juga: Berkenalan Lebih Dekat dengan Program Kehamilan

 

Untuk wanita, pemeriksaan kesuburan mungkin termasuk:

  • Pemeriksaan ginekologi dasar.
  • Tes penyakit menular seksual. Beberapa jenis penyakit menular seksual dapat menyebabkan kemandulan).
  • Tes darah. untuk memeriksa sindrom trombofilia dan antifosfolipid (dalam kasus keguguran berulang), serta berbagai hormon, termasuk LH, FSH, hormon tiroid, hormon androgen, prolaktin, estradiol (E2), dan progesteron.
  • Ultrasonografi. Untuk mencari ovarium polikistik, kista ovarium yang lebih besar, fibroid, dan terkadang, untuk memastikan terjadinya ovulasi. Pemeriksaan ini juga digunakan untuk memeriksa bentuk rahim dan ketebalan lapisan rahim.
  • HSG atau histerosalpingogram. Untuk memeriksa apakah saluran tuba terbuka dan tidak tersumbat, serta untuk mengevaluasi bentuk rahim.
  • Histeroskopi. Melibatkan penempatan kamera seperti teleskop melalui leher rahim ke dalam rahim untuk melihat lebih dekat ke bagian dalam rahim. Ini dilakukan jika pemeriksaan HSG menunjukkan potensi kelainan atau tidak dapat disimpulkan.
  • Sonohisterogram. Melibatkan penempatan cairan steril di dalam rahim (melalui kateter), dan kemudian mengevaluasi rahim dan dinding rahim melalui USG.
  • Laparoskopi diagnostik. Merupakan tes kesuburan yang paling invasif. Tes ini hanya dilakukan jika gejala menunjukkan kemungkinan endometriosis, sebagai bagian dari pengobatan tuba falopi yang tersumbat, atau dalam beberapa kasus infertilitas yang tidak dapat dijelaskan.

Pemeriksaan Kesuburan untuk Pria

Analisis sperma adalah tes kesuburan utama bagi pria. Dalam hal ini, pria perlu memberikan sampel air mani untuk dievaluasi di laboratorium. Idealnya, tes harus dilakukan dua kali, pada hari yang berbeda, untuk memastikan hasilnya.

Biasanya, hanya analisis sperma yang diperlukan untuk mendiagnosis infertilitas pria. Namun, pengujian lebih lanjut juga dapat dilakukan, termasuk:

  • Pemeriksaan fisik umum oleh ahli urologi.
  • Analisis sperma khusus, termasuk pengujian genetik sperma (mencari keberadaan antibodi) dan evaluasi sperma yang tidak bergerak (untuk melihat apakah mereka hidup atau mati).
  • Tes darah, untuk memeriksa kadar hormon, biasanya FSH dan testosteron, tetapi terkadang juga LH, estradiol, atau prolaktin.
  • Tes penyakit menular seksual.
  • Ultrasonografi, untuk mengevaluasi vesikula seminalis dan skrotum.
  • Urinalisis pasca ejakulasi (tes urine), untuk memeriksa ejakulasi retrograde.
  • Biopsi testis, yang melibatkan pengangkatan jaringan testis melalui prosedur bedah kecil.
  • Vasografi, yaitu sinar-X khusus yang digunakan untuk mencari penghalang pada organ reproduksi pria.

 

Baca juga: Agar Program Hamil Sukses, Ajak Pasangan Melakukan Ini

 

Itulah jenis-jenis pemeriksaan kesuburan untuk wanita dan pria. Beberapa pemeriksaan kesuburan dapat melibatkan kedua pasangan. Termasuk kariotipe genetik dan tes pasca-koital (PCT).

Jika keguguran berulang menjadi masalah, kariotipe genetik dapat dilakukan untuk mencari kelainan genetik yang dapat menyebabkan keguguran. Ini dilakukan melalui tes darah sederhana.

Meski jarang dilakukan lagi, PCT melibatkan pengambilan sampel lendir serviks dari wanita melalui pemeriksaan panggul, beberapa jam setelah pasangan melakukan hubungan seksual. Ini mengevaluasi interaksi antara lendir serviks wanita dan sperma pria.

Setelah pemeriksaan kesuburan selesai, kamu dan pasangan bisa membicarakan hasilnya dengan dokter. Termasuk kemungkinan pemeriksaan ulang, tes-tes lanjutan, serta perawatan yang sesuai. Jangan takut untuk bertanya kepada dokter sebelum dan sesudah pemeriksaan kesuburan.

Jika ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut soal pemeriksaan kesuburan, kamu juga bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter lewat chat, kapan dan di mana saja.

 

Referensi:
Very Well Family. Diakses pada 2021. Fertility Tests for Men and Women.
American Society for Reproductive Medicine. Diakses pada 2021. Quick Facts About Infertility.
American Society for Reproductive Medicine. Diakses pada 2021. Diagnostic Tests for Male Infertility.
Ultrasound in Obstetrics and Gynecology. Diakses pada 2021. Counting Ovarian Antral Follicles By Ultrasound: a Practical Guide.
The American College of Obstetricians and Gynecologists. Diakses pada 2021. Laparoscopy.