• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Anak Sering Bermain Gadget Bisa Terkena Rabun Jauh?

Benarkah Anak Sering Bermain Gadget Bisa Terkena Rabun Jauh?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi, banyak cara lain yang bisa ibu lakukan untuk menjaga kesehatan mata anak, salah satunya membatasi penggunaan gadget pada anak. Selain dapat menyebabkan mata lelah, terlalu banyak screen time pada anak dapat meningkatkan risiko rabun jauh. Kondisi yang dikenal juga dengan sebutan miopi merupakan gangguan penglihatan di mana seseorang akan kesulitan melihat objek yang jauh. Miopi menyebabkan objek yang jauh terlihat kabur, tetapi normal saat melihat objek yang dekat.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Penyebab Minus (Rabun Jauh)

Kondisi rabun jauh membuat anak akan mengalami beberapa gejala yang cukup mengganggu, seperti mata lelah, sakit kepala, dan juga kondisi tidak nyaman saat melihat. Ibu juga bisa melihat beberapa gejala pada anak, seperti lebih sering mengucek mata, mengedipkan mata, hingga memicingkan mata jika anak melihat benda yang letaknya cukup jauh. Tidak ada salahnya ketahui lebih banyak mengenai rabun jauh, agar kondisi ini dapat diatasi dengan baik.

Inilah Alasan Bermain Gadget Sebabkan Rabun Jauh

Tentunya pemberian screen time atau waktu bermain gadget pada anak dapat memberikan dampak positif, seperti daya kreatif dan imajinasi yang semakin optimal. Namun, terlalu sering memberikan waktu anak bermain gadget bukan hanya meningkatkan risiko anak menjadi kurang bersosialisasi. Hal ini juga akan menyebabkan anak mengalami gangguan kesehatan mata, salah satunya risiko rabun jauh.

Lalu, mengapa hal ini dapat terjadi? Rabun jauh dapat terjadi ketika anak terlalu lama menatap layar gadget. Cahaya radiasi yang muncul dari gadget ternyata berisiko menyebabkan gangguan pada mata. Kondisi ini akan diperparah dengan waktu penggunaan gadget pada anak. Hal ini akan mengakibatkan cahaya jatuh tidak tepat pada retina, sehingga berisiko tingkatkan rabun jauh.

Menatap layar gadget terlalu lama juga membuat anak kurang melakukan aktivitas berkedip. Padahal, berkedip menjadi kegiatan yang cukup penting bagi mata untuk membersihkan partikel berbahaya yang menempel pada mata, misalnya debu. 

Tidak hanya bermain gadget yang terlalu sering, rabun jauh pada anak juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi lain, misalnya riwayat genetik. Anak dengan orangtua yang mengalami rabun jauh akan lebih rentan terkena kondisi yang serupa.

Baca juga: Ketahui Bedanya Rabun Jauh dan Dekat

Lakukan Pemeriksaan Mata Anak

Jangan sepelekan jika anak mengalami beberapa gejala yang terkait dengan rabun jauh, seperti lebih sering mengeluhkan sakit kepala, kesulitan melihat objek yang letaknya jauh, sering mengalami mata lelah, hingga memicingkan mata untuk melihat benda yang letaknya jauh. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan mata pada anak untuk memastikan keparahan tingkat rabun jauh pada anak.

Ibu bisa gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter seputar keluhan gangguan mata pada anak. Tidak hanya itu, sebaiknya segera cari rumah sakit terdekat melalui Halodoc untuk lakukan pemeriksaan mata secara langsung.

Pemeriksaan bisa dilakukan dengan menggunakan diagram huruf dan angka yang dibantu dengan lensa minus. Dokter bisa melakukan pemeriksaan penunjang dengan pemeriksaan pupil, gerakan mata, hingga retina dan saraf. Jika anak dipastikan mengalami rabun jauh, penanganan yang dilakukan dengan membantu cahaya agar bisa terfokus pada retina.

Baca juga: Rabun Jauh Bisa Disebabkan Keturunan dan Pengaruh Lingkungan

Penggunaan kacamata menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rabun jauh pada anak. Selain itu, sebaiknya ibu selalu rutin lakukan pemeriksaan kesehatan mata pada anak, hindari mata anak dari paparan sinar matahari langsung, hindari anak mengalami cedera pada bagian mata, serta penuhi kebutuhan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh anak.

Tidak ada salahnya membatasi penggunaan gadget pada anak agar kesehatan mata anak tetap terjaga dengan baik. Selain itu, pastikan cahaya ruangan saat anak membaca atau bermain gadget memiliki penerangan yang baik untuk meminimalkan risiko gangguan pada mata.

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2020. Could My Kid Be Nearsighted.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Myopia.
MayoClinic. Diakses pada 2020. Nearsightedness.