• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Anak Terlalu Penurut Memiliki Dampak Negatif?

Benarkah Anak Terlalu Penurut Memiliki Dampak Negatif?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Kebanyakan orangtua tentu menginginkan anak-anaknya menjadi penurut. Namun, perlu diketahui bahwa ada beberapa efek negatif dari kepatuhan yang berlebihan dari anak. Kepatuhan anak berkaitan dengan pola asuh yang diterapkan orangtua. Biasanya ini merupakan pola asuh dengan kurangnya komunikasi antar orangtua-anak. 

Jika ayah dan ibu menuntut kepatuhan penuh dari anak tanpa adanya pertentangan, maka anak mungkin kesulitan mempelajari hal-hal baru yang ditemukannya. Anak yang terlalu penurut mungkin akan kehilangan perkembangan kepribadiannya secara menyeluruh di masa mendatang. Ketika suatu saat nanti anak tidak bersama orangtuanya dan harus mengambil keputusan sendiri, anak mungkin berada di situasi “tersesat”.

Baca juga: Anak sering Melawan, Harus Dibiarkan atau Dimarahi?

Dampak Negatif Membesarkan Anak Menjadi Penurut

Sebagai orangtua, ketika menuntut kepatuhan dari anak-anak, maka itu akan menghilangkan suara hati mereka untuk menentukan dan mengambil keputusan mengenai apa yang terasa benar atau salah. Akan menjadi sangat sulit bagi seorang anak ketika orangtua terus-menerus membuat keputusan untuk mereka dan tidak memberikan pilihan untuk memilih atau memutuskan. 

Ada beberapa dampak negatif anak menjadi terlalu penurut di antaranya:

  1. Anak tidak mampu membuat keputusan independen saat dibutuhkan. 
  2. Anak bergantung pada instruksi orangtua untuk menghadapi setiap situasi kecil.
  3. Anak yang patuh dipandang sebagai anak yang baik. Namun, hal ini membuat anak tidak berani memiliki pemikiran pribadi.
  4. Anak-anak penurut dapat mengalami tekanan teman sebaya yang paling buruk. Mereka tidak tahu bagaimana menangani situasi tanpa kehadiran orangtua. 
  5. Citra diri palsu tercipta pada anak yang patuh. Anak akan berpikir bahwa menjadi patuh adalah satu-satunya cara untuk menerima cinta dan kasih sayang orangtua. 
  6. Orangtua dapat memaksakan kepatuhan pada anak, tapi akan gagal mengidentifikasi penyebab di balik perilaku anak. 
  7. Orangtua yang menuntut anak menjadi penurut, itu tidak membantu membangun kepercayaan atau ikatan yang begitu penting untuk hubungan orangtua-anak. 
  8. Orangtua dituntut untuk percaya bahwa anak yang penurut berarti sukses dalam mengasuh anak. Namun, sekarang disadari bahwa anak-anak yang penurut adalah penyebab kekhawatiran. 
  9. Anak yang penurut akan tumbuh menjadi orang dewasa yang patuh tanpa individualitas dan tugas satu-satunya adalah mendengarkan atau menerima perintah dari atasannya. 

Perlu orangtua ketahui bahwa anak yang penurut akan menjadi orang dewasa yang patuh. Mereka cenderung tidak mampu membela diri dan cenderung dimanfaatkan. Mereka juga dapat menjalankan perintah tanpa pertanyaan, tanpa bertanggung jawab atas tindakan mereka. 

Baca juga: 5 Cara Didik Anak Agar Cepat Mandiri

Kapan Ketidakpatuhan Anak Dianggap Sebagai Masalah?

Ketika seorang anak tidak patuh, maka hal yang menjadi tantangan dalam pengasuhan anak. Orangtua harus berusaha lebih keras untuk meyakinkan anak untuk melakukan sesuatu. Dengan cara ini, anak yang tidak penurut menguji kesabaran orangtua sebelum mereka mau mengikuti instruksi. 

Terkadang, orangtua berada dalam situasi marah ketika anak menolak untuk mendengarkan. Selain itu, ketidakpatuhan menempatkan anak dalam bahaya yang mungkin tidak mampu ia tangani. Karena alasan ini, orangtua dapat menganggap sikap tidak menurut sebagai perilaku buruk dan perlu mencoba mendisiplinkan anak. 

Perlu orangtua pahami, anak harus cerdas untuk memahami kapan mereka harus menurut dan berani mengutarakan pendapat atau pemikirannya. Pada akhirnya, orangtua perlu memahami bahwa anak bukan robot.

Maka dari itu, penting untuk menciptakan pola asuh anak yang tepat, dengan menempatkan anak sebagai individu yang juga berhak untuk memiliki pendapat pribadi tanpa harus jadi pembangkang. 

Baca juga: 5 Cara Menghadapi Anak Nakal

Menarik, bukan? Untuk dapat menambah pemahaman mengenai pola asuh anak, ayah dan ibu juga bisa berdiskusi pada psikolog anak melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:

Psychology Today. Diakses pada 2020. Do You Want to Raise an Obedient Child?
Wow Parenting. Diakses pada 2020. Don’t raise an obedient child. What did we just say? Yes, its true