Benarkah Artroskopi Bisa Mendeteksi Masalah Sendi? Ini Faktanya
“Arthroscopy adalah prosedur pemeriksaan yang menggunakan alat bernama arthroscope untuk melihat ke dalam sendi manusia. Tujuan dari prosedur ini untuk mendeteksi masalah sendi atau mengobservasi kondisi sendi yang bermasalah.”

Halodoc, Jakarta – Masalah sendi sering menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi banyak orang, aktivitas sehari-hari seperti berjalan, berlari, atau mengangkat benda-benda ringan dapat menjadi hal yang sulit. Untungnya, penanganan untuk individu yang mengalami masalah ini bisa dengan menjalani prosedur artroskopi.
Artroskopi adalah suatu prosedur pemeriksaan yang menggunakan alat bernama arthroscope untuk melihat ke dalam sendi manusia. Prosedur ini bertujuan membantu dokter dalam mendeteksi dan merawat berbagai masalah sendi.
Mengapa Prosedur Artroskopi Harus Dilakukan?
Arthroskopi bisa dokter lakukan untuk mendeteksi berbagai masalah sendi, termasuk cedera ligamen, kerusakan tulang rawan, peradangan, dan bentuk arthritis.
Bagian tubuh yang umumnya mengalami masalah sendi yaitu seperti lutut, bahu, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki. Setelah mendiagnosis masalah sendi melalui artroskopi, dokter dapat segera merespon dengan tindakan yang tepat.
Selain itu, dokter juga bisa melakukan prosedur ini sebagai bentuk observasi sendi. Umumnya, pasien telah mengalami cedera sendi atau osteoarthritis yang menyebabkan penurunan kondisi sendi perlu dokter perhatikan.
Untuk informasi lebih lanjut tentang kondisi ini, kamu bisa mencari tahu seputar Gejala dari Osteoarthritis Lutut.
Keuntungan utama dari artroskopi adalah kemampuannya untuk memberikan visualisasi langsung dari dalam sendi, yang tidak muncul dengan pemeriksaan lainnya seperti sinar-X atau MRI.
Keuntungan lainnya adalah bahwa artroskopi sering kali merupakan prosedur yang kurang invasif daripada operasi terbuka. Ini berarti pasien cenderung mengalami waktu pemulihan yang lebih singkat dan risiko infeksi yang lebih rendah.
Seperti Apa Prosedurnya?
Saat proses berlangsung, dokter akan membuat sayatan kecil di dekat sendi yang akan dicek. Kemudian, arthroscope masuk ke tubuh melalui sayatan tersebut dengan pengendalian oleh dokter bedah.
Gambar dari kamera arthroscope akan terlihat pada layar monitor, yang memungkinkan dokter untuk melihat dengan jelas kondisi dalam sendi. Selain itu, cairan steril juga akan dokter masukkan ke dalam sendi untuk membantu memperluas ruang dan memberikan visibilitas yang lebih baik.
Untuk mengurangi rasa sakit pasien selama prosedur, dokter akan memberikan anestesi. Terdapat tiga jenis anestesi yang biasa dokter berikan, yaitu:
- Total agar pasien tertidur selama prosedur.
- Lokal yang membuat pasien tetap terjaga tapi tidak merasa nyeri di bagian tubuh tertentu.
- Spinal sehingga pasien hanya kehilangan rasa sementara pada tubuh bagian bawah mulai dari pinggang.
Risiko Prosedur Arthroscopy
Prosedur medis tergolong aman dan komplikasi adalah masalah yang jarang terjadi. Namun, jika ada karena alasan tertentu, komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:
1. Cedera pada saraf atau jaringan tertentu
Selama prosedur artroskopi, terdapat risiko cedera pada saraf yang berada di dekat sendi yang bermasalah. Cedera saraf dapat mengakibatkan mati rasa, kelemahan, atau nyeri yang persisten pada area yang terkait dengan saraf yang terluka. Cedera saraf biasanya jarang terjadi, tetapi risiko ini tetap ada.
Untuk cedera pada jaringan, alat bedah yang digunakan dapat secara tidak sengaja melukai jaringan sehat di sekitarnya. Kerusakan jaringan dapat menyebabkan nyeri yang berkepanjangan atau mempengaruhi fungsi normal sendi.
2. Infeksi
Meskipun langkah-langkah sanitasi yang ketat selama prosedur, semua operasi invasif memiliki risiko infeksi. Masalah ini bisa terjadi di sekitar luka operasi atau dalam sendi yang sedang dokter operasi.
Gejala infeksi yang bisa muncul meliputi kemerahan, bengkak, nyeri yang berlebihan, dan demam. Jika infeksi terjadi, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik.
3. Pendarahan
Setiap prosedur bedah memiliki risiko perdarahan. Selama prosedur, alat bedah yang dokter gunakan memiliki risiko melukai pembuluh darah kecil di sekitar sendi.
Perdarahan yang signifikan jarang terjadi. Jika benar terjadi pendarahan, pasien dapat memerlukan intervensi lebih lanjut, seperti transfusi darah atau prosedur bedah tambahan.
Itulah hal-hal yang kamu perlu ketahui tentang artroskopi. Kalau kamu masih memiliki pertanyaan tentang prosedur ini, jangan ragu untuk langsung melakukan konsultasi lebih lanjut dengan hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc.
Sekarang kamu bisa berkonsultasi dengan praktis kapan saja dan dari mana saja. Tunggu apa lagi? Ayo download Halodoc sekarang juga!



