• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Fisioterapi Bisa Mengatasi Sakit Pinggang?

Benarkah Fisioterapi Bisa Mengatasi Sakit Pinggang?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Sakit pinggang yang tidak diatasi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada pengidapnya. Sakit pinggang adalah kondisi di mana sakit atau nyeri pada bagian punggung bawah. Biasanya, sakit pinggang juga dikenal sebagai low back pain. Umumnya, pengidap sakit pinggang akan merasakan rasa nyeri pada salah satu maupun kedua bagian pinggang.

Baca juga: 3 Gerakan yang Bisa Redakan Sakit Pinggang

Sebaiknya jangan anggap sepele sakit pinggang yang kamu alami. Sakit pinggang dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan yang lebih buruk. Misalnya, sindrom cauda equina dan gangguan beraktivitas. Untuk itu, sangat penting mengatasi sakit pinggang dengan tepat. Namun, benarkah fisioterapi menjadi salah satu pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi sakit pinggang? Tidak ada salahnya simak ulasannya, di bawah ini ya!

Penyebab Sakit Pinggang

Jangan sepelekan sakit pinggang yang kamu alami. Sakit pinggang nyatanya dapat terjadi akibat cedera pada otot pinggang. Cedera sering disebabkan oleh pergerakan pada bagian pinggang yang berulang atau secara tiba-tiba. 

Tidak hanya itu, ketegangan otot pada bagian pinggang juga menjadi penyebab sakit pinggang yang cukup sering dialami. Berbagai kebiasaan, seperti duduk terlalu lama atau sering membawa tas yang berat juga bisa menjadi penyebab seseorang mengalami sakit pinggang.

Siapa saja dapat mengalami kondisi sakit pinggang. Ada beberapa pemicu yang dapat menyebabkan seseorang rentan mengalami sakit pinggang, seperti usia yang memasuki 30–50 tahun, obesitas, riwayat genetik, hingga jenis pekerjaan. 

Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan seseorang mengalami sakit pinggang. Untuk itu, perlu ketahui gejala yang dapat dialami oleh seseorang dengan kondisi sakit pinggang. Dengan begitu, kondisi ini dapat diatasi dengan tepat.

Baca juga: Jenis-Jenis Obat Sakit Pinggang yang Perlu Diketahui

Gejala Sakit Pinggang yang Perlu Diwaspadai

Gejala sakit pinggang akan dirasakan oleh berbeda-beda pada pengidapnya. Namun, gejala utama dari sakit pinggang adalah rasa nyeri, pegal, dan kaku pada bagian pinggang. Nyeri juga dapat dirasakan hingga bagian kaki. Saat nyeri terasa sangat menusuk, kondisi ini dapat membuat kamu kesulitan berdiri atau beraktivitas. 

Nyeri juga akan terasa semakin memburuk ketika kamu mengangkat benda yang berat. Sebaiknya jangan sepelekan gejala yang kamu rasakan terkait sakit pinggang. Gunakan Halodoc dan tanya langsung pada dokter seputar keluhan kesehatan yang kamu alami.

Segera kunjungi rumah sakit terdekat, ketika sakit pinggang berlangsung lebih dari 1 bulan, menyebabkan demam, sakit saat buang air kecil, atau perubahan pada berat badan. Gejala ini membutuhkan penanganan medis dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab sakit pinggang.

Fisioterapi untuk Sakit Pinggang

Tes darah, tes pencitraan, hingga elektrodiagnostik menjadi beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk memastikan penyebab sakit pinggang. Ada beberapa pengobatan yang bisa kamu lakukan. Untuk sakit pinggang yang tergolong ringan, kamu dapat lakukan pengobatan secara mandiri di rumah. Caranya, tetap beraktivitas serta kompres dingin dan hangat bagian sakit pinggang.

Selain itu, penggunaan obat dan terapi khusus bisa dilakukan untuk mengatasi sakit pinggang. Salah satunya dengan melakukan fisioterapi. Melansir dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke, fisioterapi dapat dilakukan untuk memperkuat otot yang menopang bagian punggung bawah atau pinggang. 

Baca juga: Sakit Pinggang Sebelah Kiri Tanda Gejala Penyakit Ini

Selain itu, fisioterapi dinilai juga dapat meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas tubuh. Tidak hanya itu, fisioterapi dapat digunakan untuk memperbaiki postur tubuh yang salah dan menyebabkan sakit pinggang.

Sakit pinggang yang disebabkan oleh beberapa penyakit, bisa ditangani dengan tindakan operasi. Metode operasi disesuaikan dengan penyakitnya. Misalnya, operasi tulang belakang, operasi pengangkatan batu ginjal, hingga pengangkatan usus buntu.

Referensi:
National Institute of Neurological Disorders and Stroke. Diakses pada 2020. Low Back Pain Fact Sheet.
Web MD. Diakses pada 2020. A Visual Guide to Low Back Pain. 
Healthline. Diakses pada 2020. What You Should KnowAbout Low Back Pain.