• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Kafein Berlebih Sebabkan Serangan Panik?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Kafein Berlebih Sebabkan Serangan Panik?

Benarkah Kafein Berlebih Sebabkan Serangan Panik?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 15 September 2022

“Kafein bisa menimbulkan efek samping berupa kewaspadaan dan perasaan panik. Bila dikonsumsi secara berlebih, kandungan utama kopi tersebut bisa menjadi penyebab serangan panik dan memperburuk gejalanya.”

Benarkah Kafein Berlebih Sebabkan Serangan Panik?Benarkah Kafein Berlebih Sebabkan Serangan Panik?

Halodoc, Jakarta – Pola makan diketahui merupakan salah satu faktor penyebab serangan panik. Menurut para ilmuwan, meskipun kecil, makanan dan minuman yang dikonsumsi bisa berpengaruh terhadap timbulnya rasa cemas, dan mungkin bisa membuat beberapa gejala serangan panik menjadi lebih intens.

Kafein adalah salah satu kandungan yang sering disalahkan atas terjadinya serangan panik. Minuman berkafein, seperti kopi dan teh, sebenarnya bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Bila diminum pada pagi hari, secangkir kopi dengan aroma dan rasa yang nikmat bisa memberi dorongan energi dan meningkatkan fokus yang diperlukan untuk memulai aktivitas hari itu. 

Namun, bila dikonsumsi berlebihan, minuman berkafein disebut-sebut bisa memicu serangan panik. Benarkah demikian? Simak ulasannya di sini.

Pengaruh Kafein Berlebih Terhadap Serangan Panik

Dengan semakin banyaknya toko kopi bermunculan di hampir setiap sudut jalan, psikolog di Florida State University, Amerika Serikat, sekaligus peneliti, Norman B. Schmidt, PhD mengkhawatirkan dampak kafein terhadap serangan panik dan gangguan kecemasan lainnya. 

Kafein merupakan kandungan yang memiliki efek yang kuat, sehingga American Psychiatric Association sudah menambahkan tiga gangguan terkait kafein ke dalam daftar diagnosis resminya. Mulai dari keracunan kafein, kecemasan terkait kafein, hingga gangguan tidur terkait kafein. Bahkan, kandungan utama dalam kopi tersebut juga bisa penyebab serangan panik dan gangguan kecemasan, serta memperburuk gejalanya.

Kafein adalah zat yang bekerja pada area otak yang disebut sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Cara kerjanya adalah dengan memblokir bahan kimia yang disebut adenosin, yang menyebabkan kewaspadaan yang sering muncul segera setelah minum kopi.

Namun, cara kerja kafein tersebut juga bisa menimbulkan efek samping pada tubuh yang mungkin kurang menyenangkan. Efek samping ini bisa muncul segera setelah 45-60 menit mengonsumsi kafein, dan bisa berlangsung selama 3-5 jam. 

Efek samping kafein bervariasi pada tiap orang, tapi jarang berbahaya. Hal itu tergantung pada seberapa banyak asupan kafein, massa tubuh, dan juga faktor genetika seseorang.

Berikut beberapa efek samping kafein yang paling umum:

  • Gugup atau gelisah.
  • Detak jantung meningkat.
  • Sakit kepala.
  • Kegembiraan.
  • Mudah marah.
  • Masalah pencernaan.
  • Sering buang air kecil.

Apakah gejala di atas terdengar familiar? Itu semua adalah gejala yang biasanya terjadi saat seseorang merasa panik. Nah, mengonsumsi kafein secara berlebihan meningkatkan risiko efek samping tersebut terjadi.  Alhasil, bisa memicu serangan panik, bahkan memperburuk gejala gangguan tersebut.

Kafein telah diakui memiliki sifat anxiogenic dan panicogenic, khususnya pada pasien dengan gangguan panik atau panic disorder (PD). Dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa kafein dengan dosis yang kira-kira setara dengan 5 cangkir kopi, bisa menginduksi serangan panik pada sebagian besar pasien PD. 

Kafein pada dosis tersebut juga meningkatkan kecemasan pada pasien PD serta di antara orang dewasa yang sehat. Meski begitu, hubungan yang tepat antara kecemasan dan serangan panik yang diinduksi kafein masih belum pasti.

Kadar Kafein yang Aman

Menurut Food Drug Administration, batas dosis kafein yang masih dinilai aman adalah 400 miligram per hari atau kira-kira 4 cangkir. Namun, beberapa kelompok orang yang berisiko lebih tinggi mengalami efek kafein, harus membatasi atau menghindari kandungan tersebut sama sekali.

Kelompok tersebut termasuk anak-anak dan remaja, ibu yang sedang hamil atau menyusui, dan orang-orang dengan masalah kesehatan medis atau mental yang mendasarinya.

Itulah penjelasan mengenai kafein berlebihan yang bisa menjadi penyebab serangan panik. Bila kamu sering mengalami gejala-gejala serangan panik, sebaiknya jangan dibiarkan saja. 

Coba hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa tanya dokter dan minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. Brewing Trouble.
GoodRx Health. Diakses pada 2022. How Do Coffee and Caffeine Affect Anxiety?
Science Direct. Diakses pada 2022. Effects of caffeine on anxiety and panic attacks in patients with panic disorder: A systematic review and meta-analysis