• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Kemoterapi Bisa Sebabkan Herpes Zoster?

Benarkah Kemoterapi Bisa Sebabkan Herpes Zoster?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Orang dengan bentuk kanker tertentu sangat rentan terhadap herpes zoster dikarenakan kanker ini secara langsung memengaruhi fungsi sistem kekebalan tubuh. Pada pengidap kanker, herpes zoster seringnya berkembang sebelum diagnosis kanker terjadi. Bahkan, herpes zoster bisa menjadi gejala diagnostik. 

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Mesotheliomaweb.org, sekitar lima persen orang yang mengidap herpes zoster memiliki bentuk kanker yang tidak terdiagnosis dan tidak terdeteksi seandainya mereka tidak mengalami herpes zoster.

Kemoterapi dan Herpes Zoster

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Infectious Diseases Society of America, disebutkan kalau ternyata hampir semua diagnosis kanker dikaitkan dengan peningkatan sekitar 40 persen risiko terkena herpes zoster dibandingkan seseorang tanpa kanker. 

Pengidap dengan diagnosis kanker darah, atau hematologi, memiliki risiko lebih dari tiga kali lipat lebih tinggi terkena herpes zoster dibandingkan orang tanpa kanker. Sedangkan seseorang dengan diagnosis kanker yang terkait dengan tumor padat, seperti kanker yang terletak di paru-paru, payudara, prostat, atau organ lainnya, memiliki risiko herpes zoster 30 persen lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang tidak memiliki kanker.

Baca juga: Kenali 4 Tanda dan Gejala Herpes Zoster

Analisis baru dalam Journal of Infectious Diseases juga menemukan bahwa risiko yang lebih tinggi untuk herpes zoster ditemukan pada pengidap dengan kanker darah, terjadi dua tahun sebelum diagnosis kanker dilakukan. 

Namun, untuk pengidap dengan tumor padat, risiko lebih tinggi terkena herpes zoster tampaknya lebih dikarenakan menjalani kemoterapi. Biasanya pengidap kanker direkomendasikan untuk menggunakan vaksin guna mencegah komplikasi herpes zoster. 

Informasi selengkapnya mengenai dampak kemoterapi dan kaitannya dengan herpes zoster bisa ditanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Vaksin dan Herpes Zoster

Menurut studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Cancer menyebutkan kalau pengidap kanker dapat mengalami imunosupresi (penurunan kekebalan tubuh) akibat kemoterapi, tekanan psikologis, atau trauma fisik dari pembedahan ataupun terapi radiasi. Sistem kekebalan yang melemah membuat mereka berisiko lebih besar terkena herpes zoster.

Baca juga: Ini Penyebab Timbulnya Ruam Kulit di Tangan

Para peneliti menyimpulkan bahwa penyintas kanker ini direkomendasikan untuk mendapatkan vaksinasi herpes zoster sesegera mungkin setelah diagnosis kanker, bahkan sebelum terapi imunosupresif dimulai.

Herpes zoster adalah penyakit yang sangat umum terjadi pada orang dewasa atau lansia jika virus varicella-zoster, yang menyebabkan cacar air, aktif kembali. Orang dewasa yang mengidap cacar air saat anak-anak membawa bentuk virus yang tidak aktif dalam sistem saraf mereka. 

Sistem kekebalan tubuh yang lemah, baik karena penuaan maupun dari penyakit tertentu seperti kanker memiliki peran yang signifikan membuat virus ini kembali aktif. Kondisi ini dapat menyebabkan serangkaian gejala yang tidak menyenangkan, termasuk ruam, demam, kedinginan dan rasa sakit yang kadang-kadang dapat melemahkan dan juga dapat mengakibatkan jenis sindrom nyeri kronis yang disebut postherpetic neuralgia.

Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan agar orang yang berusia 50 tahun ke atas mendapatkan vaksinasi herpes zoster. Namun  sampai saat ini, satu-satunya vaksin yang tersedia adalah Zostavax dan disinyalir tidak aman untuk pengidap kanker karena mengandung virus hidup. 

Di tahun 2017, vaksin yang baru sudah disetujui oleh U.S. Food and Drug Administration. Nama vaksinnya adalah Recombinant Zoster juga dikenal sebagai Shingrix, yang lebih efektif ketimbang Zostavax dan tidak mengandung virus varicella-zoster hidup.

Referensi:
Mesotheliomaweb.org. Diakses pada 2020. Shingles.
Infectious Disease Society of America. Diakses pada 2020. Cancer Patients Face Higher Risk for Shingles, New Vaccines Hold Promise for Prevention.
Drugtopics. Diakses pada 2020. Shingles Protection Is Critical for Cancer Patients.
Cancer Today Magz. Diakses pada 2020. Shingles Risk Increased for Cancer Patients.