• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 4 Tanda dan Gejala Herpes Zoster

Kenali 4 Tanda dan Gejala Herpes Zoster

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Dikenal juga dengan nama cacar api atau cacar ular, herpes zoster adalah penyakit pada saraf dan kulit, yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster (VZV). Penyakit ini umumnya menyerang orang berusia lanjut atau lansia, orang dengan kekebalan tubuh yang lemah akibat penyakit kronis, stres, atau obat-obatan.

Berikut tanda dan gejala umum yang ditimbulkan herpes zoster:

  1. Nyeri pada kulit. Biasanya ditandai dengan munculnya rasa panas, sensasi terbakar, atau seperti tertusuk benda tajam. Nyeri pada kulit juga dapat disertai dengan rasa gatal dan mati rasa pada bagian saraf yang terkena.
  2. Timbul ruam pada kulit. Ruam ini dapat berubah menjadi luka melepuh dan bintil yang berisi air (menyerupai bintil pada cacar air). Kulit yang melepuh dan bintil ini biasanya terasa gatal dan rentan pecah, lalu mengering dan dalam beberapa hari akan berubah menjadi koreng.
  3. Nyeri dan ruam pada satu sisi tubuh, sesuai dengan saraf yang terinfeksi virus. Ruam ini biasanya akan membentuk pola tertentu yang menyerupai ular, sehingga penyakit ini juga disebut sebagai cacar ular.
  4. Munculnya gejala penyerta lain, seperti demam, nyeri kepala, tidak enak badan, tidak nafsu makan, dan sensitif terhadap cahaya.

Baca juga: Ketahui Faktor Risiko Seseorang Mengalami Herpes Zoster

Apakah Herpes Zoster Bisa Menular?

Berbeda dengan cacar air yang cukup mudah menular, herpes zoster umumnya tidak akan menular dari satu orang ke orang lain. Jika kamu pernah kena cacar air tapi belum pernah kena cacar api, bisa dibilang kemungkinan untuk tertular herpes zoster dari orang yang sedang mengalaminya akan amat kecil.

Namun, perlu diketahui bahwa virus yang aktif dapat menular dari seorang pengidap herpes zoster ke orang yang belum pernah kena cacar air sama sekali. Pada kasus seperti ini, orang yang tertular itu biasanya tidak jadi ikut kena herpes zoster, melainkan mengalami cacar air.

Baca juga: Gejala Herpes Zoster yang Perlu Diwaspadai

Perlu diperhatikan juga bahwa virus herpes zoster ini tidak menyebar melalui batuk atau bersin, tetapi dari kontak langsung dengan cairan atau lepuhan di kulit. Jika lepuhan di kulit belum muncul atau justru telah membentuk kerak, orang tersebut juga tidak dapat menularkan virus cacar ular.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari kontak fisik langsung dengan orang yang sedang mengidap herpes zoster sebisa mungkin, terutama jika kamu belum pernah terkena. Virus ini juga dapat dengan mudah menginfeksi beberapa orang yang daya tahan tubuhnya sedang lemah, seperti ibu hamil, bayi baru lahir, lansia, atau sedang mengidap penyakit tertentu.

Bagaimana Mengobati Herpes Zoster?

Sama seperti cacar air, herpes zoster juga akan sembuh dengan sendirinya karena virus bersifat self-limiting. Biasanya, dokter akan memberikan obat-obatan untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi kemungkinan komplikasi. Obat-obatan yang umum diberikan dokter antara lain antivirus dan pereda nyeri.

Baca juga: Cacar Air dan Herpes Zoster, Apa Bedanya?

Selain mengonsumsi obat-obatan, berikut adalah beberapa tips yang dapat kamu lakukan di rumah untuk mengurangi keluhan herpes zoster:

  • Menggunakan pakaian longgar berbahan katun untuk mengurangi gesekan ruam dengan pakaian.
  • Tutup ruam agar tetap bersih. Sebisa mungkin, hindari penggunaan plester atau penutup berbahan perekat lainnya untuk menutup ruam. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya iritasi dan infeksi yang lebih parah.
  • Gunakan losion yang mengandung calamine untuk mengurangi gatal pada ruam yang belum pecah.
  • Hindari penggunaan antibiotik oles karena dapat memperlambat proses penyembuhan.
  • Rawat dan bersihkan ruam serta bintil yang berisi air dengan mengompres air dingin.

Jika kamu mengalami berbagai gejala tersebut, segera download aplikasi Halodoc untuk melakukan konsultasi dokter lewat chat. Kalau dokter menyarankan pemeriksaan lebih lanjut, kamu juga bisa manfaatkan aplikasi Halodoc untuk membuat janji dengan dokter di rumah sakit, agar tidak perlu lama mengantri lagi.

 

Referensi:
American Academy of Opthalmology. Diakses pada 2020. What Is Shingles (Herpes Zoster)?
WebMD. Diakses pada 2020. Shingles.
US Department of Health and Human Services. Diakses pada 2020. Shingles (Herpes Zoster).